Informasi Produk Terkait Anti-Infeksi dan Antiseptik Mata

Urutkan :

Artikel Produk Terkait " Anti-Infeksi dan Antiseptik Mata "


# Obat Infeksi Mata

Oleh : Bekti

Obat infeksi mata

Sumber : northgeorgiaeyeclinic.com

 

Pernah merasakan mata terasa gatal dan mulai berubah warna menjadi agak kemerahan? Biasanya pasti akan bertanya-tanya apakah ini merupakan gejala infeksi pada mata atau hanya sekedar  iritasi mata saja?  Bila berkonsultasi ke dokter, maka dokter akan dapat mendiagnosis dengan tepat gejala tersebut. Tetapi sebenarnya ada beberapa tanda penting yang bisa membantu untuk mengetahui apakah hal tersebut merupakan iritasi mata biasa atau infeksi pada mata yang perlu untuk diberikan obat infeksi mata.

Infeksi mata terjadi ketika mikroorganisme berbahaya seperti misalnya bakteri, jamur dan virus masuk ke dalam bola mata atau area di sekitarnya. Termasuk juga lapisan jernih di bagian depan mata (kornea) serta selaput tipis dan lembab yang melapisi mata luar dan kelopak mata bagian dalam (konjungtiva). Tanda dan gejala dari infeksi mata bisa hanya terjadi pada salah satu mata atau di kedua mata. Tanda dan gejala tersebut adalah seperti dibawah ini.

Yang dirasakan pada mata:

  • Rasa nyeri pada mata.
  • Rasa gatal pada mata.
  • Terasa seperti ada sesuatu pada mata.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
  • Mata terasa seperti terbakar.
  • Adanya benjolan kecil yang terasa sakit di bagian kelopak mata atau dibawah bulu mata.
  • Mata terasa sakit ketika disentuh.
  • Mata terus mengeluarkan air mata.
  • Terjadi iritasi pada mata.

 

Yang terlihat pada mata:

  • Keluarnya cairan pada salah satu atau kedua bagian mata, baik yang berwarna jernih atau kuning maupun hijau.
  • Bagian putih pada mata berwarna sedikit kemerahan.
  • Bagian kelopak mata bengkak dan berwarna kemerahan atau keunguan.
  • Adanya kotoran pada kelopak mata atau bulu mata, terutama di pagi hari.

 

Selain itu, bila mengalami masalah pada mata maka penglihatan biasanya juga menjadi kabur atau buram.  Bila mengalami gejala-gejala tersebut diatas maka kemungkinan besar mengalami infeksi mata. Infeksi mata sendiri terdiri dari berbagai jenis, untuk bisa menentukan jenis infeksi mata yang sedang dialami maka dokter perlu melakukan pemeriksaan langsung. Oleh karena itu bila mengalami gejala seperti yang telah disebutkan diatas, maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pemberian obat infeksi mata yang sesuai serta mencegah terjadinya kerusakan pada mata yang bisa mengakibatkan terjadinya kehilangan penglihatan.

 

Obat Infeksi Mata Berdasarkan Jenis Infeksinya

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, infeksi mata terdiri dari berbagai jenis. Tiap jenis infeksi mata bisa jadi memerlukan obat infeksi mata yang berbeda. Oleh karena itu penting bagi dokter untuk mengetahui jenis infeksi mata yang dialami supaya bisa memberikan obat infeksi mata yang sesuai.

Berikut adalah beberapa jenis infeksi yang bisa terjadi pada mata beserta gejala yang biasanya dialami dan cara pengobatannya:

 

1. Konjungtivitis

Konjungtivitis atau yang disebut juga dengan “pink eye” merupakan jenis infeksi mata yang paling umum dialami. Konjungtiva adalah lapisan tipis yang menutupi bagian putih pada bola mata dan bagian dalam kelopak mata, jadi konjungtivitis adalah infeksi atau peradangan yang terjadi pada bagian konjungtiva tersebut. Konjungtivitis bisa terjadi di kedua mata atau salah satu mata saja.

Konjungtivits terdiri dari berbagai macam tipe, yang dibedakan berdasarkan penyebabnya. Berikut adalah macam-macam tipe konjungtivitis beserta penanganannya:

  • Virus: merupakan tipe konjungtivitis yang paling umum terjadi dan lebih banyak dialami oleh orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Penanganan: kompres dingin, pemberian topikal antihistamin atau air mata buatan untuk menenangkan mata. Bila penyebabnya karena virus herpes simplex atau virus zoster maka dokter akan memberikan obat anti virus.
  • Bakteri: merupakan konjungtivitis yang lebih banyak dialami oleh anak-anak. Penanganan: pemberian obat tetes mata antibiotika, bila setelah 5 hari gejalanya tidak juga membaik maka sebaiknya berkonsultasi ke dokter spesialis mata. Untuk jenis yang ringan, maka biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 2 minggu.
  • Gonococcal: merupakan tipe yang sering dialami oleh bayi yang baru lahir serta remaja yang aktif secara seksual. Penanganan: pemberian larutan saline serta obat antibiotika.
  • Klamidia: biasanya dialami bersama dengan infeksi kelamin. Penanganan: pemberian obat minum antibiotika.
  • Alergi: terjadi ketika zat alergen masuk kedalam mata. Penanganan: pemberian obat tetes mata saline atau obat anti alergi.

 

Selain itu, iritasi akibat masuknya benda asing atau zat kimia kedalam mata juga bisa menyebabkan terjadinya konjungtivitis. Hal ini biasanya ditandai dengan mata berair atau keluarnya cairan dari mata. Bila mengalami konjungtivitis maka sebaiknya hindari menyentuh bagian mata dan mencuci tangan sesering mungkin untuk menghindari menularkan konjungtivitis ke orang lain.

 

2. Keratitis

Keratitis merupakan peradangan atau infeksi dari bagian kornea mata, yaitu lapisan jernih di bagian mata yang berwarna. Penggunaan lensa mata yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko terjadinya keratitis. Memakai lensa kontak dalam waktu terlalu lama atau pembersihan dan penyimpanan yang kurang tepat bisa meningkatkan kemungkinan masuknya kuman kedalam kornea.Tanpa pengobatan, keratitis bisa menyebabkan terjadinya jaringan parut pada kornea dan hilangnya penglihatan secara permanen.

Keratitis sendiri terdiri dari berbagai macam, yang dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu keratitis herpes, keratitis bakteri, keratitis parasit, keratitis jamur. Untuk menentukan jenis keratitis yang dialami maka dokter perlu menggunakan lampu khusus untuk melihat bagian mata atau mengirim contoh sel ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan yang dapat mengetahui tipe keratitis yang dialami. Penanganan keratitis membutuhkan pemberian obat infeksi mata berupa obat antibiotika, obat anti virus atau obat anti jamur dalam bentuk sediaan tetes mata atau sediaan oral.

 

3. Endophthalmitis

Endophthalmitis merupakan infeksi pada cairan atau jaringan didalam mata. Kondisi ini membutuhkan penanganan segera karena bisa menyebabkan terjadinya kebutaan. Untuk penanganannya maka diberikan suntikan antibiotika atau anti virus dan mungkin tindakan operasi darurat.

 

4. Selulitis

Selulitis merupakan infeksi bakteri atau jamur yang mempengaruhi kulit dan mata. Infeksi ini bisa terjadi pada bagian kelopak mata atau bola mata. Untuk penanganannya maka diberikan obat antibiotika dan pada beberapa kasus berat mungkin perlu dilakukan tindakan operasi untuk membantu mengeluarkan cairan infeksi.

 

5. Bintitan

Bintitan atau “stye” merupakan jenis infeksi yang terjadi di kelopak mata, biasanya pada folikel bulu mata atau salah satu kelenjar minyak di kelopak mata. Bakteri bisa menjadi penyebab terjadinya bintitan, hal ini terutama ketika seseorang menyentuh bagian mata dengan tangan yang tidak dicuci sebelumnya atau setelah menyentuh bagian hidung. Bintitan ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu diberikan obat infeksi mata, selain itu bisa juga dikompres hangat selama 15 menit dan dilakukan 4 kali sehari untuk mengurangi bengkak dan peradangannya.

 

6. Blepharitis

Blepharitis merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, alergi, tersumbatnya kelenjar minyak di kelopak mata atau adanya kondisi kulit tertentu. Untuk penanganannya maka bisa dilakukan pembersihat secara rutin pada kelopak mata dan bulu mata dengan menggunakan air hangat dan shampoo bayi. Pada beberapa kasus yang berat maka bisa diberikan obat antibiotika atau obat kortikosteroid.

 

7. Uveitis

Uveitis merupakan jenis peradangan pada bagian “uvea”, yaitu bagian tengah bola mata dimana terletak iris atau selaput pelangi. Dokter mengkaitkan peradangan ini dengan berbagai kondisi kesehatan seperti misalnya infeksi herpes zoster, psoriasis, rheumatoid arthritis, sifilis, AIDS, dll. Untuk penegakan diagnosa uveitis, maka dokter akan melakukan pemeriksaan mata, pengecekan riwayat kesehatan, peneriksaan darah serta tes pencitraan dengan menggunakan MRI. Pengobatan uveitis dilakukan dengan pemberian obat infeksi mata dalam bentuk oral, tetes mata atau obat suntik.

 

Untuk mencegah terkena infeksi mata maka sebaiknya hindari menyentuh mata dan bagian sekitar mata sebelum mencuci tangan terlebih dahulu. Bila di rumah ada anggota keluarga yang mengalami mata merah atau infeksi mata, maka pastikan handuk dan seprai yang mereka gunakan selalu bersih dan tidak digunakan oleh orang lain. Selain itu, pastika juga supaya mereka sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

 

Medicastore adalah apotik online dengan fasilitas layanan lengkap, yang melayani pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia (berdasar peraturan penjualan obat yang berlaku). Kami menjual berbagai jenis produk kesehatan dengan harga yang bersaing, termasuk diantaranya obat infeksi mata.

 

Sumber:

1. webmd.com

2. allaboutvision.com

3. medicalnewstoday.com


apotek online medicastore
WhatsApp ×
Halo pelanggan Medicastore, kami siap membantu anda ..
Kami Online
Senin - Jumat : 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu : 08:00 - 13:00 WIB
Minggu & Hari Besar kami LIBUR
Jika ada pertanyaan silahkan menghubungi kami 🤗
..................................................................