Anak Anda Kesulitan Membaca?

Disleksia adalah gangguan belajar yang sering terjadi yang dapat menyebabkan kesulitan membaca, menulis dan mengeja. Disleksia mempengaruhi area di otak yang memproses bahasa. Orang yang menderita disleksia memiliki kecerdasan yang normal dan biasanya penglihatannya juga normal.

Penderita disleksia adalah pembaca yang lambat, namun kebalikannya, mereka adalah pemikir yang cepat dan kreatif dengan kemampuan pengambilan keputusan yang kuat.

Penyebab Disleksia

Penyebab pasti dari disleksia tidak diketahui, tetapi disleksia cenderung diturunkan dalam keluarga. Disleksia tampaknya berkaitan dengan gen tertentu yang diturunkan dari orang tua yang mempengaruhi perkembangan bagian otak tertentu selama awal-awal kehidupan. Selain itu, disleksia juga dipengaruhi oleh faktor risiko dari lingkungan.

 

Sumber gambar: www.dyslexia-reading-well.com/causes-of-dyslexia.html

Faktor risiko

Faktor risiko disleksia yaitu:

·         Riwayat disleksia atau kesulitan belajar lainnya dalam keluarga

·         Lahir prematur atau berat lahir rendah

·         Paparan terhadap nikotin, obat-obat terlarang, alkohol, atau infeksi saat kehamilan, yang dapat mengganggu perkembangan otak janin

·         Perbedaan individu di bagian otak yang memungkinkan untuk membaca

Gejala Disleksia

Tanda-tanda disleksia dapat sulit diketahui sebelum anak masuk sekolah, tetapi beberapa petunjuk awal dapat mengindikasikan masalah.

Gejala yang dapat tampak sebelum usia sekolah:

·         Bicara terlambat

·         Mempelajari kata-kata baru dengan lambat

·         Kesulitan membentuk kata dengan benar, misalnya membalikkan bunyi atau tertukar mengucapkan kata yang terdengar serupa

·         Kesulitan mengingat huruf, angka dan warna

·         Kesulitan mempelajari irama lagu anak atau memainkan permainan yang berirama

Gejala yang tampak pada usia sekolah:

·         Kemampuan membaca di bawah rata-rata

·         Kesulitan menemukan kata yang tepat atau menjawab pertanyaan

·         Kesulitan melihat (dan terkadang mendengar) persamaan dan perbedaan dalam huruf dan kata

·         Tidak mampu mengucapkan kata yang jarang ia dengar

·         Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca

·         Bingung dengan urutan huruf dalam kalimat

Sumber gambar: www.time-management-abilities.com/dyslexia-symptoms.html

·         Menuliskan huruf terbalik, misalnya menulis huruf ‘b’ yang seharusnya ‘d’

·         Mengeja dengan buruk atau tidak konsisten

·         Mengerti informasi yang diberikan secara verbal, tetapi kesulitan dengan informasi tertulis

·         Kesulitan mengikuti urutan petunjuk

·         Kesulitan dengan perencanaan dan organisasi

Gejala yang tampak pada remaja dan dewasa:

Tanda-tanda disleksia pada remaja dan dewasa serupa dengan gejala disleksia pada anak, selain itu dapat ditemukan gejala berikut ini:

·         Kesulitan memahami lelucon atau ekspresi yang memiliki makna yang tidak mudah dipahami, misalnya penggunaan ungkapan

·         Menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan membaca atau menulis

·

Artikel lain

artikel

6 Strategi Agar Sukses Menurunkan Berat Badan

Anda mungkin sudah tahu bahwa terdapat ratusan produk diet, program penurunan berat badan dan klaim yang langsung menjanjikan penurunan...

artikel

Entrostop, Obat Diare yang Efektif dan Cepat

Neo Entrostop atau yang lebih dikenal dengan nama Entrostop merupakan salah satu obat diare yang sudah populer sejak dulu. Bahkan sampai...

artikel

Suplemen Nutrisi untuk Mata, Nutrieye Kapsul Solusinya!

Nutrieye kapsul merupakan suplemen untuk membantu memelihara kesehatan mata. Menjaga kesehatan mata tentunya perlu senantiasa diperhatik...

artikel

Sibuk bekerja , Tidak ada Waktu untuk Olahraga ? 5 Tips Olahraga Ringan yang bisa dilakukan dikantor

Hari-hari kita sebagai pekerja , tentunya  banyak menghabiskan waktu di kantor . Rata-rata pekerja menghabiskan waktu 40 jam / ...

artikel

Ostobon, Solusi untuk Memelihara Tulang dan Cegah Osteoporosis

Menjelang usia menopause, tentunya fungsi tulang sudah mulai menurun. Tak hanya itu, risiko terkena osteoporosis pun semakin besar. Untu...