Menyusui merupakan proses yang terjadi dan dialami pada setiap wanita setelah melewati proses persalinan.
Terkadang pada beberapa wanita yang menyusui memiliki beberapa kendala dalam menjalani prosesnya.
Salah satu kendala yang sering terjadinya adalah produksi asi yang menurun ( asi seret ).
Penyebab asi seret ini dapat bervariasi dan dapat berbeda pada setiap wanita yang menyusui.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab asi seret, bacalah artikel berikut ini.
Apa Saja Tanda-Tanda ASI seret ?
Tanda-tanda ASI seret dapat menimbulkan tanda yang bervariasi dan pastinya berbeda antar setiap ibu.
Salah satu tanda yang timbul adalah seperti payudara yang lebih lembut atau menyusu yang lebih pendek, yang sering ditafsirkan sebagai penurunan pasokan ASI.
Beberapa tanda bahwa bayi tidak mendapatkan cukup ASI saat menyusui dan mungkin mengindikasikan masalah tanda-tand ASI seret meliputi :
- Berkurangnya frekuensi berkemih atau buang air besar setiap hari. Tanda ini juga dapat ditandai dengan frekuensi penggantian popok yang kurang. Biasanya pada minggu pertama kehidupan, jumlah popok basah dan kotor yang dihasilkan anak Anda merupakan indikator jumlah makanan yang mereka dapatkan. Seharusnya bayi mengganti popok dalam satu hari sekitar 6-8 kali per harinya. Bayi baru lahir yang disusui ASI biasanya buang air besar lebih sering daripada bayi yang diberikan susu formula.
- Kenaikan berat badan yang kurang. Pada bayi baru lahir biasanya akan kehilangan berat badan segera setelah lahir, jika berat badannya tidak kembali ke berat badan lahirnya atau berat badan tidak bertambah dalam waktu 2-4 minggu. Konsultasikan hal ini dengan tenaga kesehatan terdekat.
- Timbul Tanda-tanda dehidrasi. Perhatikan juga tanda-tanda ini pada bayi Anda, bisa jadi ini merupakan tanda dehidrasi, seperti bayi tidak mengeluarkan air seni dalam beberapa ja, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, ubub-ubun bayi cekung, bayi tampak terus mengantuk. Jika Anda melihat tanda-tanda ini pada bayi, segeralah untuk konsultasi ke dokter atau ke rumah sakit terdekat.
Namun, penting juga untuk tidak membuat terlalu banyak asumsi mengenai tanda yang mungkin tampak seperti tanda-tanda asi seret, tetapi terkadang sebenarnya hal yang normal.
Perilaku dan tanda-tanda berikut ini yang tidak menunjukkan masalah pasokan pada ASI, meliputi :
- Bayi masih ingin sering menyusu. Si kecil mungkin sedang mengalami percepatan pertumbuhan atau hanya ingin menyusui dengan nyaman.
- Bayi masih terbangun untuk menyusui. Kondisi ini merupakan normal bagi bayi, dikarenakan ukuran lambung mereka masih kecil sehingga cepat dicerna, dan juga cepat merasa lapar kembali.
- Anda tidak memompa banyak ASI. Terkadang hasil pompa yang dihasilkan tidak hanya berasal dari pompa asi juga tetapi juga dapat juga mempengaruhi.
- Pertambahan usia bayi. Semakin bertambahnya usai bayi terkadang frekuensi mereka untuk buang air besar saat menyusui dapat berkurang, setelah mereka berusia lebih dari 6 minggu.
- Payudara tidak lagi terasa bengkak atau merembes. Setelah sekitar 6-8 minggu (dan kadang-kadang selama 10-12 minggu), tubuh Anda akan menyesuaikan diri dengan jadwal kebutuhan bayi untuk menyusui.
Apa yang Dapat Mempengaruhi Terjadinya ASI Seret ini ?
Berikut kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyebabkan tanda-tanda asi seret ini terjadi, seperti :
- Masalah pada pelekatan saat menyusui. Jika bayi Anda tidak melekat dengan benar, maka bayi tidak dapat mengosongkan payudara dengan tepat saat menyusui, yang mana ini dapat mempengaruhi jumlah ASI yang seharusnya diterima oleh bayi dan juga menurunkan jumlah produksi ASI. Pengosongan yang tidak sempurn a ini juga dapat berisiko menyebabkan saluran tersumbat sehingga menyebabkan risiko mengalami infeksi lebih besar.
- Kembali Bekerja. Pada saat kembali bekerja biasanya hal ini akan menyebabkan lebih stress dari pada biasanya. Adanya faktro stress ini juga dapat mempengaruhi produksi ASI.
- Perubahan hormon. Berbagai peristiwa fisiologis, seperti hamil kembali atau mulai menstruasi lagi, dapat menyebabkan adanya perubahan dan keseimbangan hormone dan berkurangnya produksi ASI.
- Memperkenalkan makanan padat. Setelah Anda mulai mengenalkan makanan pada padat, terkadang bayi mulai kurang tertarik untuk menyusui. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi produksi ASI menjadi lebih berkurang. Meskipun demikian, sebagian besar bayi akan terus menginginkan ASI sebagai sumber makanan utama saat tahun pertama kehidupan mereka.
- Penyakit/obat-obatan tertentu. Jika anda sedang menjalani pengobatan atau mempunyai penyakit tertentu, maka terkadang dapat mempgaruhi produksi ASI. Namun, biasanya kondisi ini dapat bersifat sementara, jika keadaan mulai membaik atau tetapi dihentik, produksi ASI dapat kembali normal. Contoh obat yang dapat mempengaruhi produksi ASI adalah jenis KB tertentu, bicarakanlah dengan dokter Anda mengenai KB yang cocok saat menyusui.
Apa Cara yang dapat Dilakukan Agar Tanda-Tanda ASI Seret ini Tidak Terjadi ?
Dalam memproduksi ASI ada hal yang harus diingat yaitu, produksi ASI sangat dipengaruhi oleh permintaan bayi, semakin banyak bayi menyusui biasanya suplai ASI pun juga akan sesuai.
Jika pasokan ASI mulai menunjukan tanda-tanda ASI seret atau jumlah produksi berlebihan, ada 2 cara yang mungkin dapat membantu, yaitu :
- Melakukan pijat pada payudara. Untuk memaksimalkan produksi ASI Anda, lakukanlah pijat payudara sebelum dan selama menyusui. (Jika Anda benar-benar ingin memastikan semua ASI Anda telah dikeluarkan dengan baik, pertimbangkan untuk memberikan sedikit kompres hangat sebelum Anda memulai, untuk membantu proses pengosongan payudara)
- Lakukan kombinasi antara menyusui, memerah dengan tangan, dan memompa. Setelah Anda selesai menyusui, pastikan payudara Anda benar-benar telah kosong saat memompa atau memerah ASI yang tersisa dengan tangan. (saat memompa ASI dengan bantuan alat dapat dibantu juga dengan menggunakan untuk membantu pengosongan ASI lebih optimal).
Cara mengosongkan payudara Anda lebih sering
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengosongkan payudara, seperti :
- Melakukan perawatan bersama. Untuk membantu pengosongan payudara ibu dan bayi dianjurkan untuk selalu bersama, tetapi jika pad aibu pekerja dianjurkan untuk melakukan rutin memerah ASI hingga terasa kosong, selain mencegah infeksi dan sumbatan pada saluran ASI, pengosongan ini juga membantu produksi ASI tetap optimal.
- Memompa ASI. Buatlah jadwal untuk memompa ASI dengan baik, dan saat memompa ASI dianjurkan untuk beristirahat 5 sampai 10 menit, sebelum Anda melanjutkan pompa berikutnya.
Referensi :
- https://www.healthline.com/health/breastfeeding/signs-your-milk-supply-is-decreasing#signs
- https://www.breastfeeding.asn.au/resources/why-supply-dropping
- https://www.thewomens.org.au/health-information/breastfeeding/breastfeeding-problems/low-milk-supply