Kulit Anda terasa gatal selama bulan puasa ini? Mungkin Anda dehidrasi. Apa bedanya kulit dehidrasi dengan kulit kering? Bagaimana mengatasinya? Berikut ini penjelasannya.
Kulit Dehidrasi vs Kulit Kering
Terkadang keduanya dianggap sama, meskipun sebenarnya merupakan dua kondisi yang berbeda.
Kulit dehidrasi berarti kulit kekurangan air, yang dapat membuat kulit terlihat kering, sedangkan kulit kering berarti kulit kekurangan minyak alaminya. Selain itu, kulit kering juga merupakan satu tipe kulit, sedangkan dehidrasi adalah sebuah kondisi.
Tanda-tanda Kulit Dehidrasi
Berbeda dengan kulit kering, tanda-tanda kulit dehidrasi antara lain:
- Kulit gatal.
- Kuit kusam.
- Lingkaran gelap di bawah mata (mata cekung). Tanpa hidrasi atau cairan yang cukup, kulit di sekitar mata dapat tertarik dan menyebabkan mata terlihat cekung.
- Banyak garis halus dan kerutan. Kerutan di kulit merupakan proses penuaan alami dan tidak dapat dicegah dengan cukup air. Akan tetapi garis-garis halus di kulit dapat terbentuk akibat dehidrasi. Kulit yang lebih lembab dapat membuat kulit lebih padat sehingga garis halus menghilang.
Dehidrasi dapat menjadi berbahaya dan merupakan kegawatdaruratan yang masalahnya tidak hanya mempengaruhi kulit. Tanda-tanda dehidrasi berat diantaranya:
- pusing
- mulut kering
- pingsan
- rasa melayang
- lemah
- air seni sedikit, jarang, dan berwarna gelap
Tanda-tanda Kulit Kering
Beberapa tanda dari kulit kering yaitu:
- kulit bersisik
- guratan putih di kulit
- kulit kemerahan
- kulit iritasi
Penyebab Kulit Gatal selama Puasa
Ketika kita berpuasa, kita cenderung kurang minum air putih karena terlalu banyak minum minuman manis, dan mengurangi minum di malam hari sebelum tidur. Hal ini dapat menyebabkan kita mengalami dehidrasi. Padahal seharusnya kita tetap bisa memenuhi kebutuhan cairan harian karena yang berubah hanya waktu di mana kita bisa makan dan minum.
Air adalah elemen penting dalam kehidupan, dan sekitar 65% dari total berat tubuh kita berasal dari air. Seseorang dengan berat badan 50 Kg berarti memiliki 32,5 Kg air di tubuhnya, dan 15%nya berada di kulit.
Bila kita kekurangan air hingga dehidrasi, proses alami yang berlangsung di kulit akan terganggu dan kulit akan menjadi kering. Kulit yang dehidrasi dan kering akan menjadi pecah dan menimbulkan rasa gatal. Selain itu, karena keutuhan kulit terganggu, pertahanan kulit menjadi terbuka dan bakteri dapat masuk ke dalam kulit, menyebabkan infeksi yang juga dapat menyebabkan gejala gatal.
Cara Mengatasi Kulit Gatal selama Puasa akibat Dehidrasi
Cara utama untuk mengatasi kulit gatal karena dehidrasi adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan Anda. Mengisi ulang cairan saat berbuka puasa, ketika makan malam, dan saat sahur adalah langkah yang penting untuk segera Anda lakukan.
Anda dapat mengikuti aturan minum air putih delapan gelas sehari, atau untuk lebih jelasnya, Anda dapat membaca lebih lanjut dalam artikel berikut: Tips Menyusun Jadwal Minum Air Putih Saat Puasa Agar Tetap Fit.
Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah cairan yang Anda perlukan dalam sehari, karena kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda-beda bergantung pada banyak hal, misalnya berat badan dan aktivitas.
Untuk membantu menambah asupan cairan selama berpuasa, Anda dapat mengkonsumsi sayuran dan buah yang banyak mengandung air (misalnya semangka, melon, timun, tomat, dll), dan makanan yang mengandung banyak kuah seperti sup.
Selain itu, untuk mengatasi kulit gatal karena dehidrasi, ubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dengan:
- mengurangi kopi dan minuman atau makanan lain yang mengandung kafein
- minum air saat berolahraga (atur waktu berolahraga Anda di bulan puasa)
- berhenti merokok
- cukup tidur
- lebih banyak mengkonsumsi makanan yang berasal dari tanaman, seperti buah, sayur, dan polong-polongan
Referensi:
- www.bioderma.co.id. Why is my skin dehydrated?
- www.healthline.com. Is My Skin Dehydrated?. 2023.
- www.webmd.com. Signs of Poor Skin Hydration. 2023.