Cara Berbuka Puasa yang Benar agar Lambung Tetap Sehat

Puasa dikenal membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan yang tepat agar lambung tidak “kaget”. Inilah alasan mengapa memahami cara berbuka puasa yang benar penting untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan Anda.

 

Transisi dari kondisi puasa ke kondisi makan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terencana. Dengan pilihan menu serta porsi yang lebih bijak, tubuh dapat kembali beradaptasi dengan nyaman tanpa membebani metabolisme. Pendekatan tepat membantu meminimalkan risiko gangguan pada lambung.

 

Cara Berbuka Puasa yang Benar agar Lambung Tetap Sehat

 

Menjaga lambung tetap nyaman saat berbuka membutuhkan perhatian pada apa dan bagaimana Anda makan. Cara yang benar akan membantu mencegah rasa perih, kembung, atau refluks asam yang sering muncul bila pola makan kurang tepat. Berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan ketika berbuka puasa:

 

1. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

 

Awali berbuka dengan segelas air hangat untuk membantu mengaktifkan metabolisme. Hindari minum dalam jumlah besar sekaligus karena bisa membuat perut terasa penuh dan meningkatkan tekanan pada lambung. Lebih baik minum sedikit demi sedikit agar tubuh terhidrasi secara bertahap.

 

2. Berbuka dengan Kurma

 

Kurma mengandung gula alami yang membantu mengembalikan energi tanpa membuat perut terasa berat. Selain sunnah bagi umat Muslim, kurma memiliki sifat basa untuk membantu menetralkan asam lambung. Meski begitu, tetap batasi jumlahnya karena gula tinggi bisa mempengaruhi kadar gula darah.

 

3. Mulai dengan Porsi Kecil

 

Ahli Gizi Health Cornell menyebutkan, tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengenali rasa kenyang. Karena itu, hindari langsung makan dalam porsi besar sebagai salah satu cara berbuka puasa yang benar.

 

Anda bisa memulai dengan buah segar atau makanan ringan agar sistem pencernaan beradaptasi kembali. Minum air dan makan beberapa butir kurma sebelum shalat Maghrib juga membantu perut memproses makanan lebih nyaman setelahnya.

 

4. Terapkan Mindful Eating

 

Kunyah makanan secara perlahan dan nikmati setiap suapan. Dengarkan sinyal lapar dan kenyang dari tubuh Anda. Makan dengan penuh kesadaran membantu mengurangi stres pada sistem pencernaan dan mencegah Anda makan berlebihan.

 

5. Batasi Asupan Gula

 

Minuman manis, jus, atau soda dapat memicu lonjakan gula darah dan membuat tubuh terasa lemas setelahnya. Konsumsi gula berlebihan juga bisa memperparah keluhan lambung. Pilih sumber gula alami dari buah dan hindari pemanis berlebihan agar energi tetap stabil.

 

6. Pilih Makanan dengan Bijak

 

Utamakan metode memasak seperti dipanggang atau dibakar dibandingkan digoreng. Hindari saus kental yang tinggi lemak dan gula. Perbanyak protein tanpa lemak, sayuran, dan sup hangat. Kombinasi ini membantu pencernaan bekerja lebih ringan dan efisien.

 

7. Hindari Makanan Tinggi Lemak

 

Berdasarkan riset data kesehatan Indonesia, makanan berlemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan dapat memicu rasa mual atau nyeri perut. Selain membuat tubuh terasa lesu, jenis makanan ini juga kurang ideal untuk kesehatan lambung.

 

8. Jangan Langsung Tidur Setelah Berbuka

 

Berbaring terlalu cepat dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan. Stop makan 2–3 jam sebelum tidur adalah waktu yang cukup agar makanan tercerna sempurna. Anda bisa berjalan ringan untuk membantu proses pencernaan. Kebiasaan ini mengurangi risiko refluks dan gangguan lambung di malam hari.

 

Pilihan Menu Buka Puasa yang Sehat untuk Lambung

 

Pilihan Menu Buka Puasa yang Sehat untuk Lambung

 

Setelah seharian berpuasa, lambung membutuhkan asupan yang lembut, mudah dicerna, dan tidak memicu iritasi. Karena itu, memilih menu berbuka sebaiknya dilakukan dengan bijak agar pencernaan bisa beradaptasi. Berikut beberapa pilihan menu buka puasa agar tubuh kembali bertenaga tanpa rasa tidak nyaman.

 

1. Sup Ayam Kaldu

 

Terbuat dari kaldu ayam tanpa kulit, wortel, dan seledri, sup ayam kaldu cocok untuk lambung sensitif. Kaldu yang hangat mudah dicerna dan tidak merangsang produksi asam lambung berlebihan. Kandungan cairannya juga membantu menghidrasi tubuh setelah berpuasa.

 

2. Oatmeal

 

Selain enak, oatmeal juga kaya serat yang membantu memperlancar pencernaan. Seratnya mencegah makanan terlalu lama berada di lambung. Oatmeal juga dapat menyerap asam lambung sehingga kadarnya tidak berlebihan. Menu ini cocok sebagai pilihan berbuka yang ringan dan menyehatkan.

 

3. Bubur Ayam

 

Pilihan hidangan yang lembut dan ramah untuk pencernaan selanjutnya adalah bubur. Karbohidrat dari nasi yang dimasak menjadi bubur memberi energi tanpa membebani lambung.

 

Tambahkan ayam rebus tanpa bumbu pedas agar tetap aman untuk kesehatan lambung. Menu ini membantu tubuh mendapatkan tenaga kembali secara perlahan setelah berpuasa.

 

4. Pisang dan Yoghurt

 

Pisang kaya kalium dan bersifat alkali, sehingga dapat membantu menetralkan asam lambung. Yoghurt mengandung probiotik yang mendukung kesehatan saluran cerna. Perpaduan keduanya bisa dinikmati sebagai menu ringan saat berbuka. Kombinasi ini membantu menenangkan lambung dan meredakan iritasi.

 

5. Kolak Pisang

 

Berbuka puasa di bulan Ramadhan tidak lengkap jika tanpa makanan manis ini. Kolak dari pisang matang baik untuk menjaga kesehatan lambung. Pisang memiliki pH yang bersifat basa dan membantu menetralkan asam lambung.  Kandungan pektinnya juga mempercepat pengosongan lambung.

 

6. Nasi Putih dengan Tumis Sayuran

 

Nasi putih merupakan sumber karbohidrat yang mudah dicerna. Tambahkan tumisan sayuran seperti bayam atau brokoli untuk asupan serat dan vitamin. Sayuran ini relatif lembut bagi lambung dan jarang memicu iritasi. Menu ini seimbang untuk mengembalikan energi tanpa resiko gangguan pencernaan.

 

7. Lontong Isi

 

Tidak ingin makan nasi? Lontong bisa menjadi alternatif jajanan berbuka yang relatif aman. Isinya mengenyangkan membantu menahan keinginan makan berlebihan saat berbuka. Selama tidak terlalu pedas atau berlemak, menu ini ramah bagi lambung. Porsinya perlu dijaga agar tidak membebani pencernaan.

 

8. Tahu Kukus dan Tempe Rebus

 

Kedua sumber protein nabati ini lebih ringan dibandingkan daging. Metode kukus atau rebus membuatnya rendah lemak dan mudah dicerna. Kandungan proteinnya membantu memperbaiki jaringan tubuh setelah berpuasa. Menu ini aman bagi lambung dan jarang memicu refluks.

 

Cara Berbuka Puasa yang Benar Dimulai dari Pilihan yang Tepat

 

Menjaga kesehatan lambung saat berbuka bukan sekadar soal menu, tetapi juga kesiapan dalam memilih produk pendukung yang aman dan berkualitas. Mulai dari suplemen pencernaan, probiotik, hingga makanan sehat, semua berperan penting dalam membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa.

 

Medicastore hadir sebagai solusi praktis bagi Anda. Di sini, Anda bisa menemukan produk kesehatan lengkap, mulai dari obat hingga suplemen pendukung untuk puasa. Fitur pemesanan online mudah serta layanan ke seluruh Indonesia membuat belanja kebutuhan medis jadi lebih hemat waktu.

 

Yuk, jaga lambung Anda sejak sekarang. Kunjungi website Medicastore atau unduh aplikasi Medicastore untuk membeli produk kesehatan yang Anda butuhkan dan konsultasi medis dari dokter terpercaya. Dapatkan kemudahan belanja dan solusi lengkap untuk mendukung cara berbuka puasa yang benar.

 

Referensi:

  1. https://ssmc.ae/health-blog/breaking-your-fast-the-healthy-way-a-guide-to-ramadan-nutrition/
  2. https://www.halodoc.com/artikel/5-rekomendasi-menu-buka-puasa-yang-aman-untuk-lambung
  3. https://www.alodokter.com/7-makanan-buka-puasa-bagi-penderita-asam-lambung-yang-aman-untuk-dikonsumsi
  4. https://health.cornell.edu/about/news/ramadan-fasting
  5. https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/ramadan/fasting-and-digestive-disorders