Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang seringkali dijumpai terutama ketika aktifnya perubahan hormon terutama terjadi pada remaja. Bahkan bersumber dari Cleveland Clinic, diperkirakan sebanyak 80% orang berusia 11 hingga 30 tahun memiliki setidaknya jenis jerawat ringan.
Jerawat ini rentan terjadi pada remaja dan orang dewasa yang seringkali diakibatkan karena terjadinya penyumbatan pori-pori. Jerawat juga rentan muncul area kulit dengan kelenjar minyak terbanyak, yaitu di area kulit wajah, dahi, dada, leher, bahu, hingga punggung atas.
Berbagai Jenis Jerawat yang Perlu Diwaspadai

Jika berbicara tentang jerawat, ternyata terdapat berbagai jenisnya. Setiap jenisnya ini tidak sama dimana bergantung pada penyebabnya. Bisa diakibatkan peradangan atau pori-pori tersumbat. Namun secara garis besar, jerawat ada tujuh jenis yaitu:
1. Jerawat Whiteheads
Pertama adalah jerawat whiteheads yang disebabkan karena pori-pori kulit tersumbat menutupi hingga ke seluruh permukaan kulit sepenuhnya. Kondisi ini menyebabkan benjolan kecil berwarna putih di atas kulit.
2. Jerawat Blackheads
Jenis jerawat blackhead berwarna hitam. Warna hitam ini bukanlah berasal dari kotoran, melainkan dari pigmen melanin dan paparan udara yang menyebabkan produksi minyak berlebih. Kondisi tersebut menyebabkan tersumbatnya pori-pori yang sering muncul di area hidung.
3. Jerawat Papula
Jerawat papula berupa benjolan merah kecil. Benjolan tersebut terbentuk akibat minyak atau sel kulit berlebih menghalangi pori-pori bercampur dengan bakteri di kulit. Kemudian isi dari pori-pori tersumbat yang terinfeksi menjadi tumpah ke jaringan kulit di sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan peradangan.
4. Jerawat Pustula
Jerawat pustula merupakan papula yang mengandung nanah. Bentuk dari pustula berupa benjolan menonjol dengan bagian tengahnya berwarna putih dan area kulit berwarna merah, ungu, atau coklat yang meradang di sekitarnya. Pustula ini disebabkan pori-pori tersumbat mengalami infeksi atau perubahan hormon.
5. Jerawat Nodul
Jenis jerawat nodul berupa benjolan besar dan keras yang terasa sakit berwarna daging, coklat, atau merah di permukaan kulit. Nodul ini terjadi ketika jerawat papula menjadi lebih meradang dan tumbuh lebih besar dan lebih dalam. Parahnya, nodul tidak bisa diobati dengan obat bebas atau tanpa resep dokter.
6. Jerawat Kistik
Jerawat kistik adalah jenis jerawat dengan benjolan berisi nanah yang berwarna merah atau ungu yang disebabkan akibat penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit bagian dalam. Jerawat ini bisa membuat peradangan lebih parah dan terasa sakit karena berpotensi pecah dan menginfeksi kulit di sekitarnya.
7. Jerawat Mekanika
Terakhir adalah jerawat mekanika yang seringkali dialami oleh atlet. Jenis yang satu ini muncul akibat tekanan, suhu panas, dan gesekan pada suatu area tertentu. Gesekan tersebut biasanya dipicu akibat penggunaan pakaian ketat.
Faktor Penyebab Munculnya Jerawat Seringkali Tidak Disadari
Umumnya, penyebab jenis jerawat ini adalah karena tersumbatnya pori-pori wajah akibat minyak berlebih, sel kulit mati, hingga kotoran. Namun terdapat faktor penyebab lainnya yang membuat jerawat muncul di kulit Anda, yaitu.
- Perubahan kadar hormon androgen terutama testosteron.
- Folikel rambut tersumbat dengan sebum, bakteri, dan sel kulit mati yang memicu munculnya jerawat dan peradangan.
- Mengkonsumsi makanan penyebab jerawat seperti coklat, kacang-kacangan, keju, gorengan, susu skim, sambal, hingga santan.
- Penggunaan produk kosmetik tertentu terutama yang berbahan dasar tinggi minyak, contoh moisturizing, night cream, foundation, dan scrub.
- Penggunaan obat-obatan tertentu seperti steroid, dan penggunaan alat kontrasepsi seperti IUD.
- Mengenakan pakaian ketat dan pakaian oklusif seperti ikat kepala, penutup kepala, topi, bantalan bahu, dan ransel.
- Sering memegang kulit wajah, memencet atau menggosok jerawat karena jerawat akan semakin membesar dan memburuk.
- Kurang menjaga kebersihan wajah.
- Stres psikologis tidak terkendali yang meningkatkan hormon kortisol.
- Resistensi insulin menyebabkan peningkatan ekskresi sebum wajah.
- Faktor genetik.
Cara Mengatasi Jerawat yang Ampuh
Pada dasarnya, cara mengatasi jerawat yang benar adalah bergantung pada usia dan jenis jerawat yang Anda miliki. Jika tidak diatasi dengan benar, jerawat bisa menyebabkan nanah, hingga bisul. Namun secara garis besar cara perawatan jerawat yang benar adalah dengan melakukan hal-hal sebagai berikut ini:
1. Menjaga Kebersihan Kulit dengan Rutin dan Benar
Jagalah kebersihan kulit Anda secara rutin dan benar dengan cara mencuci muka secara lembut dalam dua kali sehari dan setelah berkeringat. Disarankan untuk menggunakan sabun pembersih yang lembut dan tidak abrasif. Hindarilah penggunaan sabun antiseptik karena bisa mengakibatkan kulit iritasi.
Membersihkan wajah dengan sabun cuci muka menurut American Academy of Dermatology bisa sebagai cara perawatan jenis jerawat pustula. Namun disarankan memilih sabun cuci muka mengandung benzoyl peroxide (membunuh bakteri penyebab jerawat) dan asam salisilat (membersihkan sel kulit mati).
2. Jangan Memencet Jerawat
Hindarilah untuk memencet jerawat karena kebiasaan tersebut bisa memicu infeksi sekunder yang seringkali menyebabkan komplikasi. Kondisi tersebut akan memicu terjadinya infeksi yang mengakibatkan muncul noda dan cacat, dan bopeng atau keloid.
3. Hindari Menyentuh Wajah Sepanjang Hari
Terkadang Anda tanpa sadar menyentuh wajah sepanjang hari. Namun ternyata menyentuh wajah sepanjang hari ini bisa menyebabkan jerawat semakin parah. Apalagi jika Anda kurang menjaga kebersihan tangan maka akan meningkatkan risiko kuman dan bakteri masuk ke wajah dan memperparah kondisi jerawat.
4. Menghindari Terkena Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Seringkali tidak disadari bahwa terkena paparan sinar matahari berlebihan bisa memperburuk kondisi jerawat Anda. Oleh karena itu hindarilah terkena paparan sinar matahari secara berlebihan dan disarankan untuk menggunakan tabir surya wajah dengan SPF 30 yang ringan, dan bebas minyak.
5. Menghindari Menggunakan Produk Kecantikan Berbahan Minyak
Jenis jerawat juga bisa diatasi dengan menghindari penggunaan produk kecantikan seperti skincare dan kosmetik berbahan minyak tinggi. Produk kecantikan tinggi minyak menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit. Sebagai gantinya, pilihlah produk kecantikan yang lembut, bebas alkohol dan minyak.
6. Menggunakan Gel atau Krim sebagai Perawatan Topikal
Anda bisa menggunakan gel atau krim untuk kulit berjerawat yang memiliki kandungan asam salisilat, benzoyl peroxide, atau resorsinol. Bahan-bahan tersebut bermanfaat untuk membunuh bakteri penyebab komedo, mengangkat sel-sel kulit mati, dan mengurangi minyak berlebih di kulit.
7. Mencuci Rambut Secara Teratur
Minyak yang berasal dari rambut bisa menyebabkan munculnya jerawat di dahi. Terutama bagi Anda yang memiliki jenis rambut berminyak, disarankan untuk mencuci rambut secara teratur. Selain itu sebisa mungkin hindari rambut terkena kulit.
Dapatkan Informasi Lengkap tentang Mengatasi Jerawat di Medicastore!
Pada umumnya jenis jerawat ada tujuh yaitu whiteheads hingga mekanika. Munculnya jerawat tersebut bisa disebabkan karena perubahan kadar hormon bahkan akibat faktor genetik. Namun timbulnya jerawat ini bisa dicegah dan diatasi dengan cara seperti yang telah disebutkan diatas.
Dapatkan informasi lengkap mengenai perawatan kulit termasuk kulit berjerawat di Medicastore. Disini Anda bisa menemukan informasi mengenai penyakit, obat maupun artikel kesehatan umum yang pasti sangat bermanfaat untuk Anda dan keluarga.
Selain itu, Medicastore merupakan apotek yang telah dipercaya menyediakan berbagai pilihan produk kesehatan termasuk produk anti jerawat yang terbukti kualitas dan keasliannya. Menariknya semua produk ini bisa dipesan secara online dan dikirim ke seluruh Indonesia.
Untuk pemesanan bisa melalui aplikasi Medicastore yang bisa di download dengan mudah melalui Play Store. Download aplikasinya sekarang dan penuhi kebutuhan kesehatan Anda dan keluarga, termasuk kebutuhan produk anti jerawat di Medicastore.
Referensi:
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3080563/
- https://www.halodoc.com/kesehatan/jerawat?srsltid=AfmBOorfq6uftGWpkrj6ehup9CKD5xrgBHfl9dbyY2ZEnGTBdKHfk4l-
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3235/faktor-pemicu-timbulnya-jerawat
- https://unair.ac.id/post_fetcher/fakultas-vokasi-kenali-musuh-di-wajah-mengapa-jerawat-muncul-dan-bagaimana-mencegahnya/
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047
- https://www.eastondermatology.com/blog/6-causes-of-adult-acne-and-how-to-get-rid-of-it
- https://medlineplus.gov/ency/article/000873.htm
- https://www.mitrakeluarga.com/artikel/cara-mengatasi-jerawat-mengatasi-jerawat-dengahttps://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/tips
- https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/tips
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12233-acne
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459173/
- https://www.nhs.uk/conditions/acne/
- https://dinkes.kalbarprov.go.id/artikel/jenis-jerawat-dan-cara-mengatasinya/
- https://www.goodrx.com/conditions/acne/acne-types-how-to-treat?srsltid=AfmBOopVB2g8DQo6_-7mLGE3CEiWd1pPEKzKHdlZnDO_PUVhTMBTLov-