Diabetes tipe 1 dan 2 tidak hanya menyerang lansia saja, tetapi orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak pun juga sangat rentan mengalami penyakit tersebut. Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar Kemenkes RI, penyakit diabetes ini paling banyak dialami oleh orang berusia 15 tahun ke atas.
Diabetes pada tipe 1 dan 2 ini memiliki perbedaannya. Tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Lalu apa penyebab, gejala, hingga langkah penanganan diabetes yang tepat?
Penyebab Diabetes Tipe 1 dan 2 yang Jarang Disadari

Penyakit diabetes seringkali berkembang secara perlahan tanpa disadari. Penyakit ini menyebabkan kadar gula menjadi tinggi. Padahal terdapat beberapa penyebab Anda mengalami diabetes pada tipe 1 dan 2 yang jarang disadari, yaitu:
1. Penyakit Autoimun
Penyebab diabetes tipe 1 dan 2 adalah penyakit autoimun, tetapi menjadi penyebab utama pada diabetes tipe 1. Autoimun ini terjadi ketika sistem imun salah mengenali sel sehat dan tidak berbahaya dalam tubuh sebagai ancaman kemudian menghancurkannya.
2. Insulin Resistance
Insulin resistance merupakan kondisi dimana hormon insulin tidak mampu digunakan atau direspon oleh sel tubuh secara efektif. Padahal insulin berperan penting bagi tubuh dalam meregulasi kadar glukosa dalam darah, hingga menyerap glukosa dan merubahnya menjadi energi.
3. Genetik
Riwayat keluarga dengan penyakit diabetes memperbesar Anda mengalami penyakit diabetes. Fibrosis kistik, hemokromatosis, dan penyakit akibat mutasi genetik lainnya juga bisa menjadi penyebab diabetes. Kondisi tersebut mempengaruhi pankreas dalam memproduksi hormon insulin.
4. Obesitas
Obesitas mengganggu kerja metabolisme tubuh yang mengakibatkan sel tubuh tidak mampu merespon insulin dengan optimal. Kondisi ini menyebabkan tubuh menjadi kurang bahkan sama sekali tidak sensitif terhadap insulin. Akibatnya Anda akan mengalami insulin resistance yang berujung pada penyakit diabetes.
5. Gaya Hidup Tidak Sehat
Gaya hidup tidak sehat seperti kurang berolahraga dan pola makan tidak sehat meningkatkan risiko terjadinya insulin resistance. Diet atau pola makan yang kurang sehat, dan kebiasaan mengkonsumsi makanan manis juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes.
6. Ketidakseimbangan Hormon
Ketika terjadi ketidakseimbangan hormon, insulin resistance bisa saja terjadi. Contohnya selama kehamilan plasenta melepaskan hormon yang menyebabkan insulin resistance, akromegali, dan sindrom Cushing .
7. Kerusakan Pankreas
Kerusakan pankreas akibat operasi pengangkatan pankreas, cedera, hingga peradangan pada kelenjar pankreas dapat menyebabkan terganggunya produksi insulin. Akibatnya Anda terkena penyakit diabetes.
Gejala Diabetes Tipe 1 dan 2 yang Wajib Diketahui
Gejala atau keluhan yang dialami oleh pasien pada tipe 1 dan 2 bisa berbeda-beda berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Namun secara umum gejala diabetes adalah:
- Sering merasa haus berlebihan.
- Sering buang air kecil.
- Mudah lelah.
- Proses penyembuhan luka menjadi lebih lama atau sulit sembuh.
- Terjadinya infeksi berulang.
- Penglihatan menjadi kabur.
- Kesemutan dan kebas di tangan atau kaki.
- Sering mengalami infeksi jamur.
- Penurunan berat badan secara drastis.
- Mudah marah.
Langkah Penanganan Efektif Diabetes pada Tipe 1 dan 2 Menurut Medis
Tanpa adanya langkah penanganan yang tepat, penyakit diabetes pada tipe 1 dan 2 ini bisa meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti penyakit jantung, kerusakan ginjal, gangguan saraf hingga penglihatan. Oleh karena itu ikuti tips langkah penanganan diabetes pada tipe 1 dan 2 yang efektif menurut medis.
1. Melakukan Pemeriksaan Gula Darah
Pemeriksaan gula darah sebagai langkah penanganan diabetes seperti pemeriksaan gula darah sewaktu, gula darah puasa, dan tes toleransi glukosa oral. Dokter juga bisa menyarankan dilakukan pemeriksaan hemoglobin A1c yang bertujuan untuk mengetahui rerata kadar gula 2-3 bulan terakhir.
2. Mengkonsumsi Insulin
Selanjutnya adalah mengkonsumsi insulin. Dokter akan memberikan dosis dan frekuensi penyuntikan insulin sesuai dengan kondisi diabetes Anda. Jenis dan tipe insulin yang diberikan pun juga akan disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
3. Mengkonsumsi Obat Anti Diabetes
Bagi pasien yang masih dapat menghasilkan insulin dengan baik, dokter akan meresepkan obat anti diabetes untuk mengontrol kadar gula darah. Dokter juga bisa meresepkan obat yang bekerja dengan cara mencegah penyerapan maupun pemecahan karbohidrat.
Cara Pencegahan Penyakit Diabetes pada Tipe 1 dan 2 secara Efektif
Karena bisa menyebabkan komplikasi parah, maka penting bagi Anda untuk mencegah penyakit diabetes yang dialami agar tidak semakin parah dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Ikuti tips di bawah ini sebagai langkah pencegahan efektif penyakit diabetes pada tipe 1 dan 2.
1. Rutin Pemeriksaan Gula Darah
Cara pencegahan penyakit diabetes pada tipe 1 dan 2 yang pertama adalah rutin melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala ke dokter. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat dan memonitor kondisi nilai kadar gula darah dalam tubuh. Sehingga bisa mendeteksi penyakit diabetes sejak dini.
Pemeriksaan gula darah ini bisa dilakukan setahun sekali apabila Anda dalam kondisi sehat dan tidak beresiko tinggi terkena penyakit diabetes. Namun jika Anda memiliki riwayat penyakit diabetes dan beresiko tinggi maka dianjurkan untuk sering melakukan pemeriksaan gula darah.
2. Menjaga Pola Makan Sehat dan Seimbang
Selanjutnya adalah menjaga pola makan sehat dan seimbang. Cobalah dengan memulai makan makanan dengan kandungan tinggi nutrisi lengkap dan seimbang yaitu karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, lemak baik, hingga serat, seperti:
- Nasi merah.
- Buah, sayur, dan biji-bijian.
- Daging ikan tanpa kulit dan tidak digoreng.
- Buah alpukat.
- Zaitun.
- Kacang almond.
Tidak hanya itu saja, perhatikan pula porsi makanan dan jadwal makan Anda untuk mengurangi kalori berlebih pada tubuh. Pasalnya kalori yang berlebih bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas yang meningkatkan risiko diabetes semakin tinggi.
3. Rutin Minum Air Putih
Beralih rutin minum air putih untuk mengurangi minum minuman manis dapat menjadi langkah pencegahan penyakit diabetes. Air putih bermanfaatkan untuk menghidrasi tubuh dengan baik, dan mengontrol kadar gula darah dan insulin dalam tubuh.
Oleh karena itu mulailah membiasakan minum air putih setidaknya 2 liter setiap hari. Biasakan pula membawa botol minum air putih ketika bepergian, dan menyediakan air putih di meja kerja atau samping tempat tidur.
4. Mempertahankan Kadar Vitamin D
Vitamin D berperan dalam meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Dengan mempertahankan kadar vitamin D maka penyakit diabetes bisa dicegah dengan menurunkan risiko terjadinya insulin resistance. Beberapa sumber makanan mengandung tinggi vitamin D adalah ikan salmon, yoghurt, alpukat.
5. Berolahraga Rutin dan Beraktivitas Fisik
Kebiasaan rutin berolahraga dan beraktivitas fisik dapat meningkatkan produksi insulin dan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin. Kondisi ini akan menyebabkan terkontrolnya kadar gula dalam darah dengan baik. Akibatnya bisa menurunkan risiko Anda terkena penyakit diabetes pada tipe 1 dan 2.
Tidak hanya itu saja, dengan rutin berolahraga dan beraktivitas fisik membantu pembakaran kalori untuk menghasilkan energi dan menyimpan kelebihan glukosa menjadi cadangan energi. Maka dari itu lakukan olahraga setidaknya 150 menit setiap minggu atau 30 menit setiap hari.
6. Menjaga Berat Badan Ideal
Obesitas menjadi salah satu penyebab Anda mengalami penyakit diabetes. Oleh karena itu jaga berat badan tetap ideal. Caranya adalah dengan memulai memperhatikan asupan karbohidrat dan gula.
National Institutes of Health (NIH) melaporkan bahwa dengan menurunkan berat badan bisa mencegah diabetes hingga 58%. Bahkan uji klinis yang dilakukan oleh NIH ini juga menyarankan bahwa menjaga berat badan ideal menjadi sebagai tindakan pencegahan diabetes.
7. Mengelola Stres dengan Baik
Stres juga bisa meningkatkan risiko terkena diabetes. Ketika stres maka tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang menyebabkan meningkatnya kadar gula dalam darah. Cara mengelola stres seperti beristirahat yang cukup, melakukan hal-hal yang disenangi, sering bersosialisasi dengan teman dan keluarga.
8. Menghentikan Kebiasan Merokok
Terakhir adalah mulailah untuk berhenti merokok. Kebiasaan merokok berpengaruh pada meningkatnya risiko penyakit diabetes akibat kandungan nikotin di dalamnya yang merusak sel pankreas yang berperan dalam memproduksi insulin.
Atasi Penyakit Diabetes pada Tipe 1 dan 2 Bersama Medicastore!
Diabetes pada tipe 1 dan 2 tidak hanya bisa terjadi pada lansia, tetapi orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak juga sangat rentan mengalami penyakit tersebut. Penyebabnya beragam, mulai dari penyakit autoimun hingga kerusakan pankreas dengan gejalanya pasien sering haus secara berlebihan hingga mudah lelah dan marah.
Penanganan diabetes sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, pemeriksaan gula darah secara teratur hingga mengkonsumsi obat untuk menurunkan kadar gula dalam darah dan pemberian insulin bila diperlukan.
Anda bisa melakukan pemesanan produk anti diabetes dengan mudah dan praktis melalui aplikasi Medicastore. Download aplikasinya sekarang untuk menikmati kemudahan pemesanan produk untuk mengatasi penyakit diabetes tipe 1 dan 2.
Referensi:
- 8 Cara Mencegah Diabetes Menurut Medis
- Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
- Diabetes: Penyebab, Gejala, dan Penanganan | RS Pondok Indah
- Langkah-langkah untuk Membantu Anda Tetap Sehat Dengan Diabetes | Diabetes | CDC
- Diabetes Tipe 1 - Penyebab, Gejala, Pengobatan
- Gejala Diabetes | Diabetes | CDC
- Diabetes - NHS
- Diabetes: Apa Itu, Penyebab, Gejala, Pengobatan & Jenis
- Gejala & Penyebab Diabetes - NIDDK
- Differences between type 1 and type 2 diabetes | Diabetes UK
- Type 1 vs Type 2 Diabetes | UVA Health