Di kalangan masyarakat ternyata masih banyak yang percaya tentang diabetes basah dan kering. Kedua istilah tersebut digunakan oleh masyarakat untuk mendeskripsikan luka diabetes yang dialami. Namun apakah jenis kedua diabetes tersebut benar-benar ada dalam dunia medis?
Diabetes basah sering dikaitkan dengan luka yang susah kering. Sedangkan diabetes kering dikaitkan dengan luka diabetes yang kering. Lalu apa sebenarnya itu diabetes jenis basah dan kering, serta benarkah kedua istilah tersebut hanya mitos atau fakta di kalangan masyarakat? Temukan jawabannya hanya di sini.
Apa Itu Diabetes Basah dan Kering?
Diabetes adalah salah satu jenis penyakit yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Namun di kalangan masyarakat jenis penyakit ini kerap kali dipisahkan menjadi dua kategori, yaitu diabetes basah dan juga kering yang dibedakan berdasarkan kondisi penyembuhan luka yang dialami.
1. Diabetes Basah
Inilah perbedaan diabetes basah dan kering. Kadar gula yang terus menerus naik tinggi akan menyebabkan terjadinya kerusakan pembuluh darah. Ditambah pasien yang memiliki kolesterol tinggi maka akan terjadi penyumbatan pembuluh darah.
Ketika terjadi luka diabetes di kaki, maka aliran darah ke kaki menjadi tersumbat akibat adanya kerusakan dan penyumbatan pembuluh darah. Jika kadar gula darah dalam tubuh sangat buruk, maka luka akan semakin meluas dan selalu bernanah. Inilah yang diyakini masyarakat sebagai diabetes basah.
2. Diabetes Kering
Terdapat pula luka diabetes yang mengering dan menjadi kehitaman. Kondisi tersebut diakibatkan jaringan yang sudah mati yang menghitam di sekitar luka. Luka ini kurang rentan terhadap infeksi tetapi dibutuhkan perawatan khusus agar tidak semakin parah. Jenis ini diyakini masyarakat sebagai diabetes kering.
Diabetes Basah dan Kering, Mitos atau Fakta?

Anda mungkin sudah sering mendengar istilah diabetes jenis basah dan kering. Namun di dunia medis tidak ada istilah tersebut. Secara umum jenis diabetes yaitu tipe 1, tipe 2, dan gestasional. Berdasarkan sumber dari Primaya Hospital, dalam ilmu kedokteran kedua istilah tersebut merujuk pada istilah gangren.
1. Gangrene Basah
Gangrene basah atau yang kerap kali disalah artikan sebagai diabetes basah merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Gangren basah ini biasanya berupa ulkus pada kaki. Gangren basah juga bisa menyebabkan kulit menjadi bengkak dan melepuh.
2. Gangrene Kering
Gangren kering yang kerap kali disalah artikan sebagai diabetes kering terjadi karena rusaknya pembuluh darah yang mengakibatkan terputusnya aliran darah ke seluruh tubuh. Ciri-ciri gangren kering ini adalah luka yang kering, keriput, serta mengalami perubahan warna seperti hitam, coklat, hingga ungu.
Pencegahan Luka pada Penderita Diabetes
Diabetes bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada pembuluh darah yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke kaki. Oleh karena itu penderita diabetes basah dan kering wajib melakukan beberapa hal berikut ini agar tidak muncul luka atau luka yang dialami tidak semakin buruk.
1. Rutin Memeriksa Kondisi Kaki Setiap Hari
Pertama adalah rutin memeriksakan kondisi kaki sebagai rutinitas sehari-hari. Cek setiap luka seperti borok, lecet, bintik merah, hingga bengkak. Cara ini sangat penting dilakukan terutama pada pasien yang telah mengalami komplikasi neuropati diabetes yaitu kondisi dimana pasien telah kehilangan sensasi di kaki.
2. Hindari Bertelanjang Kaki
Hindarilah bertelanjang kaki apalagi sampai memaksakan diri berjalan dengan kondisi kaki terluka. Biasakanlah berjalan dengan menggunakan alas kaki setiap kali keluar rumah meskipun hanya ke tempat yang dekat sekalipun. Hal ini bertujuan untuk melindungi kaki dari cedera akibat benda tajam atau kerikil.
3. Menggunakan Alas Kaki yang Nyaman dan Aman
Hindari menggunakan alas kaki yang memberikan beban tekanan di kaki karena bisa menyebabkan luka menjadi semakin parah. Oleh karena itu gunakanlah alas kaki yang nyaman dan aman untuk aktivitas sehari-hari. Contoh, menggunakan sepatu khusus yang memberikan beban merata di kaki.
4. Berhati-hati saat Memotong Kuku
Bagi penderita diabetes memotong kuku bisa menjadi hal yang membahayakan. Oleh karena itu berhati-hatilah saat Anda memotong kuku. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya cedera kaki atau luka akibat terkena gunting kuku. Jika Anda kesulitan melakukannya, bisa meminta bantuan tenaga medis.
5. Menghentikan Kebiasaan Merokok
Penderita diabetes wajib menghentikan kebiasaan merokoknya. Pasalnya kandungan pada asap rokok bisa menyebabkan meningkatnya resiko terkena komplikasi parah. Rokok merusak sirkulasi darah yang berdampak pada sulitnya proses penyembuhan luka pada penderita diabetes.
6. Rutin Memeriksa Kadar Gula Darah
Meskipun terlihat sepele, tetapi rutin memeriksa kadar gula darah bisa memberikan dampak signifikan dalam menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Dengan rutin memeriksa kadar gula darah, maka Anda juga bisa mengendalikan gaya hidup sehat dan pola makan untuk mencegah kadar gula darah naik drastis.
7. Rutin Konsultasi dengan Dokter
Terakhir adalah rutin konsultasi dengan dokter. Bagi penderita diabetes sangat penting untuk mengkonsultasikan kondisi lukanya kepada dokter setidaknya setiap 3-6 bulan sekali. Bahkan jika diperlukan Anda juga bisa meminta bantuan dokter untuk merawat luka yang dialami guna mencegah amputasi.
Penanganan Efektif Luka pada Penderita Diabetes
Luka sekecil apapun yang diderita pasien diabetes basah dan kering harus ditangani dengan baik agar tidak semakin parah atau terjadi komplikasi. Ikuti tips penanganan efektif pada luka diabetes di bawah ini.
1. Membersihkan Luka dengan Cara yang Benar
Cara membersihkan luka diabetes yang benar adalah menggunakan sabun ringan dan air mengalir. Setelah dibersihkan, oleskan salep antibiotik rekomendasi dokter pada area luka. Hindari menggunakan obat antiseptik yang mengandung alkohol dan hidrogen peroksida karena bisa menyebabkan iritasi kulit.
2. Menutup Luka dengan Perban
Penggunaan perban steril yang khusus dirancang untuk penderita diabetes menjadi salah satu langkah penting dalam penyembuhan luka diabetes. Pasalnya perban ini berfungsi untuk mempertahankan tingkat kelembaban di area luka, serta memungkinkan luka untuk mengering dan sembuh dengan optimal.
3. Mengurangi Tekanan pada Area Luka
Kurangi tekanan pada area luka dengan cara menghindari menekan luka karena bisa memperparah luka yang dialami. Terutama luka yang berada di kaki, tekanan ini muncul seringkali karena Anda berjalan tanpa menggunakan alas kaki dan menggunakan alas kaki yang sempit atau tidak nyaman.
4. Waspada Tanda-tanda Luka Infeksi
Selalu waspada dengan memperhatikan tanda-tanda luka infeksi diabetes Anda. Gejala infeksi yang muncul pada luka diabetes berupa rasa sakit, kemerahan, nanah, sensasi panas atau hangat, pembengkakan, hingga mengalami demam. Bahkan terkadang luka juga disertasi dengan bau menyengat dan tidak sedap.
5. Mengontrol Kadar Gula Darah
Kadar gula yang tak terkontrol dapat mempersulit atau memperlambat proses penyembuhan luka bahkan memperburuk luka yang sudah ada. Nah dengan menjaga kadar gula darah agar selalu stabil bisa meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyembuhkan luka secara signifikan.
6. Memenuhi Asupan Nutrisi Harian yang Baik untuk Tubuh
Penuhi asupan nutrisi harian tubuh yang seimbang sesuai saran dokter untuk mempercepat proses penyembuhan luka diabetes. Salah satu asupan yang direkomendasikan adalah protein, seperti telur, dada ayam, udang, ikan salmon, ikan tuna, susu, dan kacang kedelai. Selain.
7. Konsultasi dengan Dokter
Ingat, konsultasikan dengan dokter jika pencegahan atau penanganan mandiri luka diabetes Anda tidak kunjung sembuh. Selain itu segera konsultasikan dengan dokter jika luka yang dialami terasa nyeri tak tertahankan bersamaan muncul dengan tanda:
- Mengalami demam terus menerus.
- Luka tidak kunjung sembuh dan semakin melebar.
- Perubahan kulit (warna, panas, bengkak, lecet) yang tidak kunjung hilang.
- Kulit terlihat pucat, keras, dingin, dan mati rasa.
- Terdapat cairan berbau busuk dan mengeluarkan nanah.
Selain beberapa hal di atas, salah satu hal yang sering terjadi adalah terasa nyeri tiba-tiba di area bekas operasi. Jadi, Anda wajib berkonsultasi dengan dokter.
8. Mengonsumsi Obat Diabetes
Terakhir Anda bisa melakukan penanganan luka diabetes dengan mengkonsumsi obat diabetes. Disarankan untuk mengkonsumsi obat diabetes yang diresepkan oleh dokter untuk mendapatkan hasil penyembuhan yang optimal sesuai dengan kondisi luka yang dialami.
Atasi Diabetes Bersama Medicastore!
Ternyata diabetes jenis basah dan kering merupakan mitos yang saat ini masih berkembang di kalangan masyarakat. Di dunia medis atau ilmu kesehatan kedua istilah tersebut merujuk pada gangrene basah dan kering. Nah kondisi tersebut diperlukan pencegahan dan penanganan luka agar tidak semakin parah.
Salah satu penanganan efektif pada luka yang bisa Anda lakukan adalah dengan menurunkan kadar gula dalam darah. Dapatkan produk untuk penanganan luka pada diabetes hanya di apotek Medicastore, yang telah dipercaya menyediakan dan memberikan produk kesehatan yang terbukti berkualitas dengan harga terjangkau.
Kini Anda bisa melakukan pemesanan kebutuhan kesehatan yang semakin mudah melalui aplikasi Medicastore. Download aplikasinya di Play Store dan dapatkan kemudahan pemesanan produk untuk mengatasi penyakit luka diabetes basah dan kering yang dialami.
Referensi:
- https://www.ekahospital.com/better-healths/6-cara-merawat-luka-diabetes-agar-cepat-kering
- https://www.rspondokindah.co.id/id/news/luka-diabetes-gejala-penyebab-penanganan
- https://rslavalette.ihc.id/artikel-detail-1771-Luka-Diabetes-Sulit-Sembuh-Ini-Cara-Perawatan-yang-Tepat-agar-Terhindar-dari-Infeksi-dan-Amputasi.html
- https://bumame.com/news/perawatan-luka-diabetes
- https://herminahospitals.com/id/articles/cegah-komplikasi-ketahui-penanganan-luka-pada-penderita-diabetes
- https://rsud.sawahluntokota.go.id/6-cara-mencegah-luka-pada-penderita-diabetes/
- https://www.stjohnvic.com.au/news/essential-wound-care-for-diabetics-how-to-prevent-complications-and-promote-healing/
- https://www.e-jyms.org/journal/view.php?number=2807
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7243111/
- https://www.alodokter.com/tidak-ada-yang-namanya-diabetes-kering-atau-diabetes-basah
- https://primayahospital.com/penyakit-dalam/diabetes-basah-dan-kering/
- https://rsud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/benarkan-ada-diabetes-kering-dan-basah-32