Waspada Campak pada Anak, Ini Gejala dan Cara Penanganannya

Campak pada anak adalah infeksi yang sangat mudah menular. Namun umumnya virus bisa hilang atau mudah mati ketika terpapar cahaya atau panas. Namun sayangnya penyakit ini bisa menyerang hampir 100% pada anak yang tidak kebal terhadap virus tersebut hingga paling parah adalah menyebabkan kematian.

 

Kematian akibat campak sebagian besar diakibatkan oleh komplikasi. Pada awal tahun 2026, Kemenkes RI mencatat sekitar 8.000 kasus campak 6 diantaranya menyebabkan kematian. Kasus penyakit campak juga tercatat terus naik sejak Bulan Januari 2026. Sebenarnya seberapa bahayakah penyakit campak ini? 

 

Apa Itu Campak pada Anak?

 

Campak yang dialami oleh anak disebabkan oleh virus morbili atau yang lebih dikenal dengan virus campak. Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami demam dan gejala gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek. Virus ini masuk ke dalam tubuh anak melalui hidung, mulut, dan mata.

 

Penting diperhatikan adalah virus bisa menular melalui droplets atau percikan air liur dari mulut, hidung, atau tenggorokan anak yang terinfeksi campak yang menyebar saat anak batuk, bersin, tertawa, dan berbicara. Penularan ini terjadi pada empat hari sebelum munculnya ruam hingga 4 hari setelah timbul ruam.

 

Puncak penularan campak pada anak adalah pada gejala awal yaitu 1-3 hari anak sakit campak. Dalam kasus yang berat, penyakit bisa menyebabkan sejumlah komplikasi yang bisa berakibat fatal pada anak. Namun tenang saja, pemberian vaksin campak yang lengkap bisa membantu meminimalisir risiko gejala campak.   

 

Gejala Campak pada Anak yang Perlu Diwaspadai

 

Gejala penyakit campak yang menyerang pada anak umumnya muncul sekitar 7-14 hari setelah terpapar virus. Umumnya gejala yang dialami oleh anak terbagi menjadi 5 tahap, yaitu masa inkubasi, gejala awal, munculnya bintik koplik, fase ruam, dan tahap terakhir masa pemulihan. Intip tahapan gejala lengkapnya.

 

1. Tahap 1: Masa Inkubasi

Gejala campak dimulai dengan masa inkubasi yang berlangsung selama 10-14 hari. Pada masa ini virus campak berkembang biak di dalam tubuh anak setelah terpapar. Namun anak masih belum menunjukkan gejala fisik apapun.

 

2. Tahap 2: Gejala Awal

Gejala awal atau prodromal berlangsung selama 2-4 hari. Jika Anak memasuki tahap ini akan ditandai dengan demam tinggi hingga mencapai 400C selama tiga hari atau lebih, bercak atau ruam kemerahan, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, diare, dan mata merah berair.

 

3. Tahap 3: Munculnya Bintik Koplik

Tahap 3 campak pada anak yaitu mulai munculnya bintik koplik. Bintik muncul pada 2-3 hari setelah gejala awal muncul. Tahap 3 ditandai dengan munculnya bercak putih kecil dengan di bagian tengahnya berwarna kebiruan atau putih pada bagian pipi dalam. Bintik ini seringkali disebut dengan koplik spots.

 

4. Tahap 4: Fase Ruam

Tahap 4 merupakan fase ruam atau erupsi yang terjadi pada 3-5 hari setelah gejala awal muncul. Ruam ini berwarna merah dan terasa gatal. Ruam pertama kali muncul di garis rambut atau telinga belakang, lalu menyebar ke wajah, leher, dada, punggung, dan kaki. Pada tahap ini menjadi puncak gejala demam.

 

5. Tahap 5: Masa Pemulihan

Tahap terakhir adalah masa pemulihan dimana ruam merah mulai memudar. Tahap ini terjadi pada 5-7 hari setelah gejala awal. Ruam akan berubah menjadi warna kecoklatan atau kehitaman, dan mengalami pengelupasan ringan atau bersisik. Pada masa ini demam anak mulai turun dan nafsu makannya membaik.  

 

Cara Penanganan Campak pada Anak di Rumah

 

	Cara Penanganan Campak pada Anak di Rumah

 

Bersumber dari WHO, tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit campak. Penanganan harus berfokus pada meredakan gejala agar membuat penderita merasa lebih nyaman. Secara umum penanganan anak mengalami campak yaitu:

 

1. Mengkonsumsi Vitamin A

Vitamin A dapat dibilang sebagai nutrisi yang paling krusial dalam menangani penyakit campak yang dialami oleh anak. Vitamin A membantu mengurangi risiko kematian akibat campak, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi risiko komplikasi serius. Berikan vitamin dalam interval 24 jam.

 

2. Beristirahat yang Cukup

Biarkanlah anak beristirahat lebih banyak untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar bisa bekerja lebih optimal dalam memerangi virus, dan mempercepat proses pemulihan sakit. Jangan sampai ketika campak pada anak menyerang malah melakukan aktivitas fisik berat atau melelahkan.

 

3. Minum Banyak Air Putih

Penuhi asupan cairan tubuh anak dengan memperbanyak minum air putih. Pasalnya gejala yang dialami anak seperti diare dan muntah bisa menyebabkan dehidrasi yang menghabiskan cairan dan elektrolit tubuh. Apalagi anak sampai mengalami demam tinggi, menjaga cairan tubuh tetap terpenuhi sangat penting. 

 

4. Mengkonsumsi Obat-obatan

Penyakit campak bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan. Namun tetap disarankan untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan jenis obat yang sesuai dengan gejala anak.  Rekomendasi obat untuk mengatasi penyakit campak yang dialami oleh anak adalah Ibuprofen atau Paracetamol untuk meredakan nyeri ringan serta menurunkan demam pada anak.

 

5. Memberikan Nutrisi yang Cukup

Berikan nutrisi yang cukup pada anak, seperti makanan kaya protein, sayur, dan buah. Dengan terpenuhinya nutrisi pada tubuh anak maka bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya, dan meningkatkan proses penyembuhan sakit. 

 

Pencegahan Campak Melalui Imunisasi

 

Cara paling efektif melindungi anak terkena campak adalah melakukan vaksin campak. Imunisasi untuk campak pada anak bertujuan untuk menurunkan risiko anak terkena campak, meringankan gejala, dan mencegah adanya komplikasi. Berikut ini jenis, dosis, dan jadwal pemberian vaksin yang efektif untuk anak. 

  • Jenis: MMR bermanfaat untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
  • Dosis: 2 dosis vaksin MMR efektif sekitar 97%, dan 1 dosis efektif sekitar 93% mencegah campak.
  • Jadwal: dosis pertama pada usia 1-9 bulan, dosis kedua pada usia 15-18 bulan, dan dosis ketiga pada usia 5-7 tahun sebelum anak masuk sekolah.

 

Apabila anak tidak diberikan imunisasi dengan dosis yang tepat bahkan tidak sama sekali maka meningkatkan risiko kematian akibat campak. Kematian pada anak akibat campak dipengaruhi oleh infeksi sekunder dari bakteri, efek imunosupresif dari virus, hingga tingkat keparahan campak.

 

Lengkapi Perawatan Campak pada Anak Bersama Medicastore

 

Anak yang mengalami campak tidak boleh dianggap sepele karena bisa mengganggunya beraktivitas. Apalagi penyakit ini mudah sekali untuk menyebar melalui cipratan air liur penderitanya saat batuk, bersin, tertawa, dan berbicara.

 

Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang campak atau penyakit lainnya, bisa melihatnya di Medicastore. Disini Anda bisa mendapatkan beragam informasi kesehatan, baik informasi penyakit, informasi produk kesehatan ataupun artikel kesehatan yang membahas topik terkini seputar kesehatan lainnya.

 

Selain itu, di Medicastore juga tersedia banyak produk kesehatan, baik obat, vitamin, suplemen atau bahkan alat bantu kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan Anda dan keluarga. Pengiriman bisa dilakukan ke seluruh Indonesia, melalui jasa pengiriman yang Anda pilih.

 

Untuk memudahkan Anda mendapatkan produk tersebut, Anda bisa membelinya melalui aplikasi Medicastore. Download aplikasinya dengan mudah dan cepat di Play Store. Download aplikasinya sekarang dan dapatkan kemudahan pembelian produk kesehatan untuk membantu mengatasi campak pada anak.

 

Referensi:

  1. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8584-measles
  2. https://www.nhs.uk/conditions/measles/
  3. https://www.cdc.gov/measles/about/index.html
  4. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles
  5. https://www.cdc.gov/measles/signs-symptoms/index.html
  6. https://www.emc.id/en/care-plus/this-is-what-to-do-when-a-child-has-measles
  7. https://www.mitrakeluarga.com/artikel/campak
  8. https://primayahospital.com/anak/campak/
  9. https://rsudnarmada.lombokbaratkab.go.id/artikel/3-fase-gejala-campak-pada-anak-yang-wajib-diwaspadai/
  10. https://www.halodoc.com/kesehatan/campak?srsltid=AfmBOopqPtOufYU6tjpzepBpDCAA5bEzebMcpg6QsizYrIs4fxlvjPkp
  11. https://www.ekahospital.com/better-healths/waspada-campak-pada-anak-gejala-penularan-dan-pencegahan
  12. https://herminahospitals.com/id/articles/campak-pada-anak-waspadai-gejala-dan-penularannya