Kenapa Alergi Makanan pada Orang Dewasa Bisa Terjadi Tiba-Tiba?

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa tidak cocok dengan makanan yang sebelumnya aman? Alergi makanan pada orang dewasa memang bisa muncul tanpa tanda sebelumnya, dan hal ini sering membuat bingung. Dalam kasus tertentu, gejalanya dapat berkembang menjadi kondisi serius.

 

Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menganggap zat tertentu dalam makanan sebagai ancaman, lalu memicu reaksi perlindungan yang sebenarnya tidak diperlukan. Reaksi yang muncul bisa beragam. Yuk, cari tahu penyebab, gejala, hingga cara menanganinya dalam artikel ini.

 

Penyebab Alergi Makanan pada Orang Dewasa

 

Penyebab Alergi Makanan pada Orang Dewasa

 

Tubuh Anda terus berubah seiring waktu, termasuk cara sistem kekebalan merespons zat dari luar. Karena itu, alergi makanan bisa muncul tanpa disadari sebelumnya. Berikut beberapa faktor yang diduga berperan:

 

1. Perubahan Sistem Kekebalan Tubuh

 

Seiring waktu, sistem imun tidak selalu bekerja dengan cara yang sama. Allergy Insider menyebutkan, proses penuaan dapat memengaruhi cara tubuh mengenali zat asing. Dalam kondisi tertentu, protein dari makanan yang sebelumnya dianggap aman justru dipersepsikan sebagai ancaman.

 

Misalnya, Anda dulu sering mengonsumsi makanan berbahan kacang, tetapi kini kacang dianggap sebagai bahaya. Akibatnya, tubuh memproduksi antibodi tertentu yang memicu reaksi alergi. Inilah alasan mengapa seseorang bisa tiba-tiba sensitif terhadap makanan yang dulu sering dikonsumsi tanpa masalah.

 

2. Paparan Lingkungan Baru

 

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap respons alergi. Ketika Anda pindah ke daerah dengan jenis tanaman, polusi, atau kualitas udara yang berbeda, tubuh akan beradaptasi dengan paparan baru. Dalam beberapa kasus, terjadi reaksi silang antara alergen lingkungan (seperti serbuk sari) dengan protein dalam makanan.

 

Kondisi ini dikenal sebagai sindrom alergi oral, di mana tubuh “keliru” mengenali struktur protein yang mirip. Akibatnya, konsumsi buah atau sayuran tertentu bisa memicu rasa gatal di mulut, pembengkakan, atau gejala lain.

 

3. Alergi yang Baru Terdeteksi di Usia Dewasa

 

Tidak semua alergi langsung terlihat sejak kecil. Ada kalanya seseorang baru menyadari alerginya setelah mencoba makanan tertentu di kemudian hari.

 

Misalnya, jika sejak kecil Anda jarang mengonsumsi makanan laut, reaksi alergi baru akan muncul saat pertama kali atau setelah beberapa kali mengkonsumsinya di usia dewasa. Dalam situasi ini, alergi sebenarnya sudah ada, tetapi belum terpicu karena paparan sebelumnya sangat terbatas.

 

4. Perubahan Mikrobioma Usus

 

Usus memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sistem kekebalan. Di dalamnya terdapat berbagai mikroorganisme baik yang membantu tubuh mengenali mana zat yang aman dan mana yang perlu diwaspadai.

 

Perubahan pola makan, penggunaan antibiotik, hingga gaya hidup modern yang cenderung lebih steril dapat memengaruhi keseimbangan ini. Ketika mikrobioma terganggu, kemampuan tubuh untuk mentoleransi protein makanan bisa menurun, sehingga risiko alergi meningkat.

 

Faktor Risiko yang Meningkatkan Alergi Makanan

 

Kemunculan alergi sering dipengaruhi oleh berbagai kondisi yang saling berkaitan. Inilah yang turut menjelaskan mengapa alergi makanan pada orang dewasa bisa muncul atau terasa lebih berat dibanding sebelumnya. Berikut beberapa faktor yang perlu Anda ketahui:

  • Eksim: Saat lapisan pelindung kulit terganggu, zat dari luar lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan kemudian bisa salah mengenali zat tersebut sebagai ancaman, dan menyebabkan reaksi alergi.
  • Riwayat Keluarga (Genetik): Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki alergi, kemungkinan Anda mengalami kondisi serupa akan lebih tinggi. Meski begitu, jenis alerginya tidak selalu sama.
  • Kualitas Tidur yang Buruk: Saat tubuh tidak beristirahat dengan baik, respons imun bisa menjadi lebih sensitif. Selain itu, kondisi ini juga dapat mengganggu kesehatan usus, yang berperan penting dalam toleransi terhadap makanan.
  • Infeksi Tertentu: Saat tubuh sedang melawan infeksi, seperti flu atau pilek, sistem kekebalan berada dalam kondisi aktif. Pada fase ini, reaksi terhadap alergen bisa menjadi lebih mudah terjadi, bahkan dengan paparan dalam jumlah kecil.
  • Stres Berkepanjangan: Tekanan emosional yang berlangsung lama dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Perubahan ini berdampak pada cara sistem kekebalan bekerja, sehingga tubuh menjadi lebih rentan bereaksi terhadap makanan tertentu.

 

Gejala Alergi Makanan yang Perlu Diwaspadai

 

Tanda alergi biasanya muncul dalam beberapa menit hingga sekitar dua jam setelah mengonsumsi makanan pemicu, meski pada beberapa kasus bisa datang lebih lambat. Melansir Food Allergy Awareness, gejala alergi makanan yang paling umum meliputi:

  • Rasa gatal di area mulut
  • Pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Mual, muntah, diare, atau nyeri perut
  • Ruam merah atau bentol pada kulit (biduran)
  • Eksim yang menetap atau memburuk
  • Tenggorokan terasa menyempit, sesak nafas, mengi, atau batuk
  • Bersin, suara serak, atau hidung tersumbat
  • Penurunan tekanan darah, pusing, hingga pingsan
  • Reaksi berat yang dikenal sebagai anafilaksis, yang membutuhkan penanganan segera

 

Langkah Tepat Menangani Alergi Makanan Saat Kambuh

 

Reaksi alergi terhadap makanan dapat berkembang dengan cepat, bahkan dalam hitungan menit. Karena itu, penting untuk memahami langkah penanganan yang tepat, terutama saat alergi makanan pada orang dewasa muncul tiba-tiba. Ikuti penanganan berikut yang dikutip dari American CPR Care Association:

 

1. Segera Hentikan Konsumsi Makanan Pemicu

Begitu Anda menyadari adanya gejala, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah berhenti mengkonsumsi makanan tersebut. Hindari mencoba kembali makanan yang dicurigai sebagai penyebab, meskipun gejalanya terasa ringan. Paparan lanjutan justru dapat memperparah reaksi yang sedang terjadi.

 

2. Gunakan Antihistamin untuk Gejala Ringan

Jika gejala masih tergolong ringan, seperti gatal atau ruam, obat antihistamin yang tersedia bebas dapat membantu meredakannya. Namun, penting untuk diingat bahwa obat ini tidak dapat mengatasi reaksi berat. Bila gejala berkembang cepat atau terasa tidak biasa, jangan menunda untuk mencari bantuan medis.

 

3. Oleskan Hydrocortisone

Saat Anda merasakan gatal akibat alergi, krim hydrocortisone dapat membantu meredakan gejalanya. Krim ini menghentikan zat kimia penyebab gatal pada sel kulit. Namun, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu karena resep dokter diperlukan.

 

4. Segera Hubungi Tenaga Medis

Jika Anda ragu dengan kondisi yang terjadi atau gejala tampak memburuk, segera cari pertolongan medis. Sambil menunggu bantuan datang, usahakan tetap tenang. Posisikan tubuh dalam keadaan nyaman, biasanya berbaring dengan pakaian yang longgar agar pernapasan lebih lega.

 

5. Penanganan Darurat dengan Epinefrin

Pada reaksi berat seperti anafilaksis, epinefrin menjadi penanganan utama yang dapat bekerja dengan cepat untuk meredakan gejala. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk alat suntik otomatis yang diresepkan oleh dokter.

Penting untuk memastikan ketersediaannya, terutama jika Anda memiliki riwayat alergi. Dalam kondisi darurat, pemberian epinefrin dapat menjadi langkah krusial sebelum bantuan medis lanjutan diberikan.

 

Perlu Tes Alergi? Ini Waktu yang Tepat untuk Konsultasi!

 

Jika Anda mulai sering mengalami reaksi setelah mengkonsumsi makanan tertentu, atau gejalanya terasa semakin mengganggu, ini bisa menjadi sinyal bahwa alergi makanan pada orang dewasa perlu ditangani dengan lebih serius. Kondisi ini tidak selalu bisa dikenali tanpa pemeriksaan, apalagi jika pemicunya belum jelas.

 

Melakukan tes alergi dapat membantu Anda mengetahui penyebab pasti sekaligus mencegah reaksi yang berulang. Melalui Medicastore, Anda bisa menemukan informasi dokter, rekomendasi fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit yang menyediakan layanan tes alergi sesuai kebutuhan Anda.

 

Kunjungi website atau aplikasi Medicastore sekarang untuk mendapatkan informasi lengkap dan mulai langkah tepat dalam menjaga kesehatan Anda. Tangani alergi dengan baik bersama Medicastore.

 

Referensi:

  1. https://www.thermofisher.com/allergy/wo/en/living-with-allergies/understanding-allergies/adult-onset-food-allergies-causes-symptoms-and-management.html
  2. https://sites.manchester.ac.uk/foodallergens/allergy-facts/risk-factors-for-severe-allergic-reactions/
  3. https://www.foodallergy.org/fare-blog/adult-onset-food-allergies-silent-epidemic
  4. https://www.foodallergyawareness.org/adults-with-food-allergies/adults-with-food-allergies/
  5. https://www.niaid.nih.gov/diseases-conditions/risk-factors-food-allergy
  6. https://prosperityhealthmi.com/gut-health/food-allergy-intolerance-doctor-royal-oak/
  7. https://cprcare.com/blog/tips-to-handle-food-allergy-situations-at-home/
  8. https://www.alodokter.com/gatal-alergi-makanan-redakan-dengan-berbagai-cara-berikut-ini