Mengasuh anak bukanlah hal yang bisa dianggap mudah. Mengasuh anak bisa digambarkan sebagai pengalaman hidup orang tua paling menakjubkan, tetapi juga salah satu yang paling penuh tantangan. Salah satu jenis pola asuh yang bisa diterapkan oleh orang tua yaitu pola asuh lembut atau gentle parenting.
Lalu mengapa pola asuh lembut ini perlu diterapkan oleh orang tua masa kini? Pola asuh lembut memiliki dampak yang sangat signifikan pada perkembangan sosial emosional anak dengan cara menekankan empati, pengertian, dan rasa hormat. Melalui artikel ini kenali lebih jauh terkait pola asuh lembut.
Seperti Apa Pola Asuh Gentle Parenting?

Pola asuh lembut berfokus pada hubungan antara orang tua dan anak. Dr Nur Ainy Fardana N, M.Si Psikolog Universitas Airlangga menegaskan bahwa pola asuh ini tidak hanya sekedar lembut, melainkan pendekatan yang menuntut adanya keseimbangan antara empati, komunikasi, dan ketegasan batasan.
Dengan menerapkan pola asuh lembut ini anak akan belajar mempertimbangkan bagaimana perilaku yang bisa mempengaruhi perilakunya dan orang lain. Dalam mengembangkan pola asuh lembut, terdapat lima komponen utama yang wajib dipahami oleh orang tua, yaitu:
- Empati: membantu orang tua memahami penyebab atau alasan dibalik perilaku anak dan meresponnya dengan kasih sayang.
- Komunikasi yang penuh hormat: komunikasi menjadi sarana orang tua untuk membimbing dan mengarahkan anak.
- Disiplin tanpa kekerasan: menghindari hukuman fisik dan verbal dalam mendisiplinkan anak, menggantinya dengan konsekuensi logis.
- Kesadaran emosi: belajar mengatur emosi yang sehat dan melampiaskannya dengan cara yang tepat.
- Konsistensi dengan batasan yang jelas: menetapkan batasan yang jelas secara konsisten dengan penuh kasih sayang dan pengertian.
Pro (Dukungan) Pola Asuh Gentle Parenting
Gentle parenting menjadi ruang bagi anak yang memungkinkannya untuk mengakses melihat bagaimana perilaku anak yang berdampak pada orang lain, bagaimana anak bereaksi, hingga bagaimana anak dapat merespon. Karena hal itulah pola asuh yang satu ini memiliki beberapa dukungan meliputi:
1. Pengendalian Emosi Anak Lebih Baik
Pertama pola asuh lembut membantu anak mengendalikan emosinya menjadi lebih baik. Pasalnya pola asuh yang satu ini memungkinkan anak untuk mengembangkan bagaimana cara mengendalikan emosi seperti kemarahan dan kebencian dengan cara yang tepat.
Selain itu melalui pola asuh lembut, orang tua menghormati emosi anak dan memahami dari mana emosi tersebut muncul. Hal ini tentunya akan berdampak pada anak dalam mengurangi masalah yang timbul akibat meluapkan emosi melalui cara yang kurang tepat.
2. Meningkatkan Ikatan Antara Orang Tua dan Anak Lebih Kuat
Selanjutnya gentle parenting membantu terciptanya ikatan antara orang tua dan anak yang lebih kuat, sehat, dan positif. Melalui pola asuh ini, anak memahami bahwa orang tua adalah sistem pendukung yang kuat dan membantu anak membedakan mana hal yang negatif.
Selain itu melalui pola asuh lembut juga akan tercipta komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Kondisi ini memungkinkan kedua belah pihak untuk didengar dan dihormati. Pada akhirnya akan mengembangkan hubungan kekeluargaan yang lebih kuat dan sehat.
3. Keterampilan Sosial Emosional yang Positif
Anak mempelajari keterampilan sosial emosional positif, seperti rasa hormat, empati, dan batasan yang jelas melalui pola asuh lembut. Ketika keterampilan ini dikembangkan maka akan membantu orang tua menciptakan gaya pengasuhan yang membantu anak mengatur diri sendiri dalam situasi yang menantang.
Penerapan pola asuh juga mendorong tercipta interaksi yang hangat, komunikasi terbuka, dan pengalaman bermain bersama anak yang menyenangkan. Anak menjadi belajar untuk bekerja sama, berbagi, menyelesaikan masalah secara konstruktif, dan memperkuat kepercayaan diri sang buah hati.
4. Berlandaskan Empati
Gentle parenting dilandasi dengan empati. Orang tua didorong untuk melihat situasi dari sudut pandang anak, dan menanggapi kebutuhannya dengan cara mengakui emosinya. Ketika anak mengalami masalah, orang tua akan memvalidasi perasaannya sebelum membimbingnya melalui solusi alternatif.
Dengan kebiasaan tersebut, maka akan membuat anak dapat memahami perasaan orang lain. Alhasil anak bisa mendapatkan tanggapan positif untuk dirinya sendirinya. Karena hal itulah dalam pola asuh lembut empati menjadi faktor kunci dalam perkembangan emosional anak yang sehat.
5. Melatih Anak Menjadi Lebih Mandiri dan Bertanggung Jawab
Dr Nur Ainy Fardana N, M.Si Psikolog Universitas Airlangga menegaskan bahwa pola asuh lembut dapat membantu anak menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab. Pasalnya pola asuh lembut membimbing anak untuk memahami diri, emosi, konsekuensi secara konsisten, dan tidak dibiarkan tanpa aturan.
Dampaknya adalah akan terbangun kepercayaan diri anak yang baik, mengajarkan bagaimana memahami emosi dengan benar, dan bertanggung jawab atas perilakunya sendiri. Akhirnya terbentuk pribadi anak yang lebih berani.
Kontra (Tantangan) Pola Asuh Gentle Parenting
Meskipun dapat dibilang sebagai media yang sangat baik dalam pengasuhan anak, sayangnya pola asuh yang satu ini memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh orang tua dalam menerapkannya. Pasalnya pendekatan ini menekankan pada aspek perasaan untuk membangun komunikasi dengan anak.
1. Membutuhkan Banyak Waktu dan Energi
Tantangan gentle parenting adalah membutuhkan banyak waktu dan energi dalam penerapannya. Orang tua diharuskan untuk memiliki kesabaran ekstra untuk berkomunikasi guna memahami emosi sang buah hati. Selain itu untuk mendorong anak mengekspresikan empati dan pemecahan masalah yang tepat.
2. Banyak Tuntutan untuk Orang Tua
Orang tua bisa merasa lebih sulit untuk menyesuaikan diri dalam menghadapi ketidaknyamanan atau kesulitan dalam menerapkan pola asuh lembut ini. Belum lagi orang tua yang mengalami kelelahan emosional dan dibutuhkan kesabaran ekstra dalam menerapkan pola asuh lembut ini.
3. Perlu Membuat Batasan-batasan yang Kuat
Tantangan gentle parenting lainnya adalah orang tua perlu membuat batasan-batasan yang kuat dan sehat. Hal ini bisa sulit dilakukan apabila terdapat campur tangan dari keluarga atau pihak lain, dan pengaruh gaya pengasuhan anak orang lain.
4. Sikap Orang Tua Sering Disalahpahami
Sayangnya, pola asuh lembut ini sikap orang tua seringkali disalah pahami. Anak bisa saja memandang orang tua sebagai teman, bukanlah sebagai sosok orang tua yang berwibawa.
Anak juga bisa salah paham atas tindakan orang tua ketika memberikan sikap lembut. Anak berpikir sikap tersebut merupakan bentuk kebebasan bagi anak untuk dapat melakukan apa saja yang diinginkannya.
5. Dibutuhkan Kesabaran dan Konsistensi
Terakhir tantangan menerapkan gentle parenting adalah dibutuhkan kesabaran dan konsistensi tinggi bagi orang tua dan anak. Pasalnya pola asuh yang satu ini berfokus pada emosional anak dalam jangka panjang, bukanlah berupa mendapatkan kepatuhan anak secara instan.
Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan Produk Kesehatan Keluarga di Medicastore
Gentle parenting menumbuhkan lingkungan yang membuat anak merasa lebih aman, dipahami, dan dihormati melalui menghargai empati dan komunikasi. Dengan lingkungan yang sehat tersebut maka anak cenderung lebih mungkin untuk mengembangkan kecerdasan sosial, dan mengelola emosi lebih baik.
Bersama Medicastore, mari dukung tumbuh kembang sang buah hati dengan produk kesehatan keluarga. Medicastore menyediakan berbagai pilihan suplemen kesehatan yang bisa dikonsumsi oleh Anda dan keluarga agar tercipta tubuh yang sehat. Dengan tubuh yang sehat, penerapan pola asuh ini menjadi lebih mudah.
Pemesanan produk kesehatan tersebut menjadi lebih mudah melalui aplikasi Medicastore yang bisa didapatkan melalui Play Store. Download aplikasinya sekarang untuk melakukan pemesanan produk kesehatan keluarga sebagai bentuk dukungan gentle parenting untuk tumbuh kembang anak yang lebih baik.
Referensi:
- https://health.clevelandclinic.org/what-is-gentle-parenting
- https://www.ebsco.com/research-starters/social-sciences-and-humanities/gentle-parenting
- https://www.parents.com/parenting/better-parenting/style/what-is-gentle-parenting/
- https://unair.ac.id/gentle-parenting-perlu-batasan-ini-pandangan-pakar-unair/
- https://hellosehat.com/parenting/gentle-parenting/
- https://paud.fip.unesa.ac.id/post/the-benefits-of-gentle-parenting-for-childrens-social-and-emotional-development