Menghadapi picky eater pada anak kadang membuat waktu makan jadi penuh drama. Anda mungkin sudah menyiapkan menu beragam, tetapi Si Kecil tetap menolak atau hanya mau makanan tertentu saja. Mengalami hal ini sebenarnya wajar, namun, kebutuhan nutrisi anak perlu diperhatikan agar tidak terabaikan.
Pada kondisi tertentu, anak bukan sekadar “pilih-pilih biasa”. Mereka akan menolak makanan karena memiliki suatu alasan. Jika dibiarkan, hal ini bisa membuat waktu makan jadi penuh tantangan. Memahami penyebab di balik kebiasaan picky eater menjadi langkah awal agar Anda bisa menentukan pendekatan yang tepat.
Apa Itu Picky Eater pada Anak?
IDAI menjelaskan, picky eater adalah kondisi ketika anak mau mencoba berbagai jenis makanan tetapi menolak mengkonsumsinya dalam jumlah yang cukup. Bukan sekadar variasi makanan, melainkan juga seberapa banyak anak mau makan. Selain itu, anak juga bisa sangat sensitif terhadap rasa, aroma, hingga tekstur makanan.
Anak dengan kebiasaan ini biasanya sangat selektif. Mereka bisa menolak sayur dan buah, merasa mual saat mencoba tekstur baru, atau hanya ingin makanan yang diolah dengan cara tertentu. Jika sudah cukup parah, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan, terutama ketika pilihan makanan anak sangat terbatas.
Faktor dan Penyebab Anak Menjadi Picky Eater
Anak yang punya kecenderungan memilih-milih makanan sebenarnya dipicu oleh banyak hal, bukan sekadar soal keinginannya. Dalam praktiknya, kondisi picky eater pada anak dipengaruhi kombinasi faktor fisik, emosi, hingga pola asuh di rumah. Hal-hal berikut ini yang bisa menjadi penyebabnya:
- Sensitivitas indera yang tinggi: Beberapa anak lebih peka terhadap rasa, terutama pahit.
- Perbedaan dalam merasakan makanan: Anak memiliki reseptor rasa lebih banyak, sehingga rasa makanan terasa lebih kuat. Akibatnya, sayuran bisa terasa sangat pahit.
- Faktor genetik: Sifat hati-hati terhadap makanan baru bisa diturunkan. Jika orang tua cenderung selektif, anak berpotensi menunjukkan pola serupa.
- Karakter dan temperamen anak: Anak yang cenderung sensitif, mudah cemas, atau butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi biasanya lebih sulit menerima makanan baru.
- Keinginan untuk mandiri: Pada usia tertentu, anak mulai ingin menentukan pilihan sendiri, termasuk soal makan. Menolak makanan bisa jadi salah satu cara mereka menunjukkan kontrol.
- Pengalaman tidak nyaman saat makan: Kondisi seperti refluks, alergi, atau gangguan pencernaan dapat membuat anak mengasosiasikan makan dengan rasa tidak nyaman, sehingga mereka cenderung menghindar.
- Perkembangan saraf dan sensorik: Anak dengan kondisi seperti ADHD, spektrum autisme, atau gangguan pemrosesan sensorik sering memiliki respons berbeda terhadap tekstur dan rasa makanan.
- Pola makan di awal kehidupan: Pengenalan MPASI yang terlalu terlambat bisa membuat anak lebih sulit menerima variasi makanan di kemudian hari.
- Cara orang tua saat memberi makan: Memaksa, menyuap dengan imbalan, atau memberi tekanan justru bisa membuat anak semakin menolak makanan.
- Lingkungan dan contoh di rumah: Apa yang anak lihat, biasanya itu yang akan ia tiru. Jika orang tua terbiasa pilih-pilih makanan, anak cenderung meniru kebiasaan tersebut.
Cara Efektif Mengatasi Picky Eater pada Anak di Rumah

Menghadapi picky eater pada anak butuh kesabaran dan pendekatan yang tepat. Anda tetap memegang kendali atas jenis makanan, waktu, dan tempat makan. Anak juga berhak menentukan apakah ia ingin makan atau tidak. Agar anak tidak menjadi picky eater, berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan di rumah:
1. Kurangi Tekanan saat Anak Makan
Memaksa anak untuk menghabiskan makanannya kadang bisa berdampak sebaliknya. Alih-alih mau makan, ia justru bisa semakin menolak karena merasa tertekan saat waktu makan berlangsung, sehingga pengalaman tersebut menjadi tidak menyenangkan baginya.
Anda bisa menyajikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu agar tidak terasa membebani. Berikan ruang bagi anak untuk mengenal rasa dan teksturnya secara bertahap. Dalam banyak kasus, anak memerlukan sekitar 10–15 kali percobaan sebelum akhirnya bisa menerima satu jenis makanan.
2. Batasi Konsumsi Minuman Berkalori Tinggi
Terlalu banyak minum, terutama yang tinggi kalori seperti jus atau susu, bisa membuat anak cepat kenyang. Kondisi ini sering membuat anak melewatkan waktu makan utama karena sudah merasa cukup.
Anda bisa mulai dengan membatasi asupan minuman manis dan memberi jeda sebelum waktu makan. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik agar anak tetap terhidrasi tanpa mengganggu nafsu makannya.
3. Buat Jadwal Makan yang Konsisten
UCSF Benioff Children’s Hospitals menjelaskan bahwa jadwal makan yang konsisten membantu anak memahami ritme harian, termasuk kapan harus makan dan kapan perlu menunggu. Seiring waktu, tubuh anak akan membentuk pola lapar yang lebih teratur sesuai jam makan.
Saat anak tidak menghabiskan atau melewatkan satu waktu makan, Anda tidak perlu langsung menggantinya dengan camilan. Cukup arahkan untuk menunggu hingga jadwal makan berikutnya. Cara ini membantu anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyang dengan lebih alami dari tubuhnya sendiri.
4. Ciptakan Suasana Makan yang Nyaman
Keadaan sekitar turut membantu membuat anak lebih terbuka terhadap proses makan. Buatlah percakapan yang menyenangkan, sediakan tempat makan yang bersih dan terang, dan batasi gangguan seperti televisi dan gadget. Usahakan suasana tetap santai, tanpa distraksi.
Anda juga bisa menjadi contoh dengan menikmati makanan yang sama. Anak cenderung tertarik mencoba jika melihat orang di sekitarnya makan dengan lahap. Biarkan ia memegang kendali seperti menyuap sendiri. Pendekatan ini sering lebih efektif untuk mengatasi picky eater pada anak.
5. Hargai Preferensi Makan Anak
Setiap anak punya cara unik dalam menikmati makanan. Ada yang tertarik dengan bentuk khusus, ada juga yang sensitif jika diberi bagian makanan tertentu. Misalnya, anak enggan makan roti jika bagian pinggirnya masih ada atau hanya mau menyuap nasi yang dibentuk menjadi karakter tertentu.
Selama pilihannya masih aman, Anda tidak perlu buru-buru mengubah kebiasaan makan anak. Biarkan ia nyaman dulu, sambil tetap mengenalkan ragam makanan secara perlahan.
Dapatkan Solusi Picky Eater untuk Anak yang Tepat!
Menghadapi anak yang susah makan memang butuh pendekatan yang sabar dan konsisten. Setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, termasuk dalam hal nutrisi. Dengan memahami penyebab dan menerapkan strategi yang tepat, kebiasaan makan anak bisa perlahan membaik tanpa harus memaksanya.
Untuk membantu Anda, Medicastore menyediakan beragam pilihan suplemen anak dan vitamin penambah nafsu makan anak. Tidak hanya itu, bila Anda ingin berkonsultasi ke dokter, Anda juga bisa menemukan dokter spesialis anak (DSA) di fitur pencarian dokter yang dapat membantu menghadapi picky eater pada anak.
Seluruh pilihan produk disajikan dengan informasi yang jelas agar Anda lebih mudah menentukan sesuai kebutuhan. Kunjungi aplikasi atau website resmi Medicastore untuk mencari solusi yang paling tepat bagi nutrisi anak. Dukung kebutuhan gizi Si Kecil agar dapat terpenuhi sehingga tumbuh kembangnya tetap optimal!
Referensi:
- https://littleetoile.com.sg/why-are-children-picky-eaters/?srsltid=AfmBOor2G1nXQg3qIU7CM8jo3Hk1F7Hrcij9cZh93iJGS0hBt7TnAcik
- https://www.ucsfbenioffchildrens.org/education/picky-eaters
- https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
- https://centrednutritioncollective.com/what-causes-picky-eating/
- https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/gizi-balita/mengatasi-anak-picky-eater/
- https://www.alodokter.com/bunda-ini-penyebab-dan-tips-menghadapi-anak-picky-eater