Screen Time pada Anak: Batas Aman Sesuai Usia

Di era digital saat ini, penggunaan perangkat elektronik seperti gadget hingga televisi seolah dianggap sangat lumrah dalam aktivitas sehari-hari termasuk oleh anak-anak. Namun screen time pada anak yang berlebihan bisa menimbulkan dampak negatif yang mempengaruhi kesehatan fisik, mental, dan sosialnya. 

 

Karena dapat memberikan dampak negatif pada anak, maka penting bagi orang tua untuk memahami batas aman screen time yang sesuai dengan usianya. Pasalnya anak usia di bawah 1 tahun hingga 6 tahun ke atas memiliki pengelolaan waktu yang berbeda agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak.

 

Batas Screen Time pada Anak Sesuai Usia

 

Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics, batas screen time perlu disesuaikan dengan usianya. Batasan ini bertujuan agar anak tetap mendapatkan manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan dan tumbuh kembangnya. Batas screen time yang direkomendasikan sesuai usianya adalah:

  • Usia di bawah 1 tahun: disarankan tidak ada screen time sama sekali, kecuali untuk video call dengan keluarga masih diperbolehkan.
  • Usia 1-2 tahun: boleh dikenalkan screen time secara terbatas tetapi dengan konten edukasi dan harus tetap didampingi oleh orang tua.
  • Usia 2-5 tahun: waktu screen time maksimal 1 jam per hari dengan konten edukatif dan bermanfaat sesuai usianya.
  • Usia 6 tahun ke atas (usia sekolah): waktu screen time lebih fleksibel, tetapi disarankan tidak lebih dari 2 jam per hari di luar kegiatan belajar.

 

Dampak Screen Time pada Anak jika Berlebihan

 

Meskipun teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi terpapar layar gadget berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada anak. Melansir dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, penggunaan gadget yang tidak sesuai dengan usia anak dapat menimbulkan dampak negatif seperti:

 

1. Mengalami Gangguan Tidur

 

Dampak negatif pertama screen time anak secara berlebihan adalah mengalami gangguan tidur. Cahaya atau sinar yang muncul dari perangkat elektronik memicu terhambatnya produksi hormon melatonin yang berperan penting dalam siklus tidur anak.

 

Nah, anak yang terbiasa terpapar perangkat elektronik berlebihan seperti bermain gadget sebelum tidur, cenderung mengalami kesulitan tidur, mengurangi kualitas tidur, jadwal tidur berantakan. Bahkan membuatnya mudah merasa lelah di siang hari, dan meningkatkan keinginan untuk makan berlebihan. 

 

2. Meningkatkan Risiko Obesitas

 

Waktu yang dihabiskan di depan layar elektronik seringkali menggantikan aktivitas fisik yang seharusnya dilakukan oleh anak. Anak yang terlalu lama berada di depan layar elektronik memiliki kecenderungan malas bergerak dan beraktivitas fisik.

 

Selain itu kebiasaan ini menyebabkan anak cenderung sering mengkonsumsi makanan yang kurang sehat seperti junk food. Tontonan di perangkat elektronik juga memicu keinginan makan camilan manis dan berlemak tinggi secara berlebihan. Kebiasaan inilah yang meningkatkan risiko anak mengalami obesitas.

 

3. Mengalami Gangguan Sosial dan Emosional

 

Tanpa disadari, anak yang berinteraksi secara berlebihan di depan layar gadget dapat menghambat kemampuan sosial dan emosionalnya. Seperti anak mengalami gangguan komunikasi, emosi yang meledak-ledak, mudah marah, mengalami masalah kecemasan, stres, bahkan depresi.

 

Tidak hanya itu saja, penggunaan gadget secara berlebihan otak anak menjadi jauh lebih sensitif yang menyebabkan sensory overload pada anak. Kondisi ini mengakibatkan anak mengalami kesulitan dalam mengelola suasana hatinya sendiri. Akhirnya berdampak pada terkuras banyak energi mental anak.  

 

4. Mengganggu Perkembangan Kognitif Anak

 

Screen time berlebihan sangat beresiko mengganggu perkembangan kognitif anak, seperti mempengaruhi konsentrasi dan perilaku anak. Jika perkembangan kognitif bermasalah, maka anak menjadi lebih mudah marah, susah fokus, serta kurang sabar dan susah memahami materi pembelajaran saat belajar.

 

Visual cepat yang terpampang di layar elektronik menyebabkan anak sulit fokus pada kegiatan di dunia nyata yang cenderung lebih lambat. Otak anak terbiasa terpapar hiburan instan yang menyebabkan daya ingatnya menurun. Selain itu kemampuan belajarnya melemah berdampak pada kemampuan berpikir kritis.

 

5. Mengalami Gangguan Fungsi Penglihatan

 

Terakhir, anak yang terpapar layar elektronik secara berlebihan meningkatkan risiko mengalami gangguan fungsi penglihatan yang dikenal dengan Computer Vision Syndrome (CVS). Keluhan yang sering dirasakan anak seperti mata lelah, mata kering, iritasi mata, penglihatan kabur, hingga sakit kepala.

 

Saat menatap layar elektronik, otot mata terus menerus dipaksa untuk bekerja keras lebih fokus dalam jarak dekat. Jika dibiarkan terus menerus tanpa penganan yang tepat, kebiasaan buruk ini memicu anak mengalami gangguan penglihatan serius hingga meningkatkan risiko rabun jauh permanen.

 

Cara Mengurangi Screen Time Anak yang Tepat

 

Cara Mengurangi Screen Time Anak yang Tepat

 

Agar anak tetap bisa mendapatkan manfaat teknologi yang bernilai positif, orang tua perlu melakukan beberapa langkah efektif untuk mengurangi dampak negatif. Beberapa cara efektif yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengurangi screen time pada sang buah hati yaitu:

 

1. Menetapkan Batasan Screen Time yang Jelas

 

Sebagai orang tua, Anda perlu menetapkan batasan screen time yang jelas pada anak saat di rumah. Anda dapat menetapkan jam berapa dan lamanya anak boleh menggunakan perangkat elektronik.

 

Hal yang penting diterapkan adalah jangan sampai anak bermain perangkat elektronik 60 menit sebelum tidur. Pasalnya kebiasaan tersebut bisa memicu gangguan tidur pada anak.

 

2. Memilih Konten Edukatif dan Bermutu

 

Saat ini mulai banyak konten edukatif dan bermutu yang ditayangkan di YouTube maupun televisi. Konten-konten tersebut dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak termasuk kesehatan fisik, mental, dan sosialnya sesuai dengan usianya.

 

3. Mendorong Anak Terlibat Aktivitas Lain

 

Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengurangi screen time anak adalah dengan mendorong anak terlibat aktivitas lainnya yang lebih bermanfaat dan menarik. Contoh, membaca buku, olahraga bersama orang tua, atau bisa juga rekreasi edukatif seperti membuat kerajinan tangan. 

 

Orang tua bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk menjelajahi minat dan bakat anak yang kemudian dapat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan dan berpikir anak. 

 

4. Orang Tua Menjadi Contoh yang Baik

 

Tidak hanya membatasi screen time saja, tetapi orang tua juga perlu menjadi contoh yang baik untuk anak dalam mendukung penerapan batasan screen time. Pasalnya anak cenderung meniru perilaku orang tua yang dilihatnya.

 

Caranya adalah Anda juga perlu membatasi waktu penggunaan gadget untuk diri sendiri dan menunjukkan bagaimana cara mengelola waktu dengan bijak. Tunjukkan pada anak bahwa Anda juga terlibat dalam aktivitas membatasi screen time.

 

5. Menciptakan Zona Bebas Layar

 

Cara terakhir Anda sebagai orang tua juga perlu menciptakan zona bebas layar saat di rumah, seperti di ruang makan, ruang tidur, ruang keluarga. Cara ini membantu mendorong timbulnya interaksi langsung antara anak dengan orang tua, sekaligus meningkatkan kualitas tidur anak yang lebih baik.

 

Ciptakan Kebiasaan Sehat untuk Anak bersama Medicastore

 

Perlu diingat, screen time dapat dikatakan telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan anak di era digital saat ini. Karena dapat memberikan dampak negatif, disinilah pentingnya orang tua untuk menerapkan batasan screen time yang tepat agar tidak mempengaruhi tumbuh kembang anak.

 

Sebagai bentuk dukungan perawatan terbaik untuk mengurangi dampak buruk screen time, apotek Medicastore menyediakan vitamin mata dan suplemen anak, serta kebutuhan kesehatan keluarga lainnya. Tenang saja, produk yang disediakan oleh Medicastore tersebut terjamin kualitas dan keasliannya. 

 

Anda bisa mencari produk vitamin dan suplemen yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak di website atau download aplikasi Medicastore. Download aplikasinya sekarang dan belanja produk vitamin dan suplemen berkualitas untuk mendukung upaya membatasi screen time pada anak secara tepat.

 

Referensi:

  1. Pedoman Waktu Layar yang Disetujui Dokter Anak untuk Anak-anak di Setiap Usia | Rumah Sakit Anak Los Angeles
  2. Rata-rata waktu layar untuk anak-anak dan remaja dewasa
  3. Ancaman Tersembunyi : Bahaya Screen Time Berlebihan pada Anak
  4. Screen Time pada Anak: Dampak Baik dan Buruknya
  5. Anak-anak dan terlalu banyak waktu layar - Mayo Clinic Health System
  6. Panduan Sehat Screen Time pada Anak, Berapa Lama Batasnya?
  7. Screen Time pada Anak, Pahami Dampak dan Panduannya!
  8. Batas Aman Screen Time untuk Anak - EMC Healthcare - SAME