Atasi Infeksi Bakteri pada Tubuh dengan Cefadroxil!

Dalam mengatasi masalah infeksi pada tubuh, diperlukan penanganan yang tepat. Anda bisa mengatasinya dengan jenis obat antibiotik. Namun dalam penggunaan antibiotik ini, jangan sampai Anda memilihnya secara sembarangan karena, beda bakteri penyebab infeksi beda pula obat yang digunakan.

Obat ini termasuk jenis antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri secara efektif. Harap diingat bahwa penggunaan obat antibiotik tidak bisa seenaknya saja, melainkan harus dikonsumsi sesuai saran dan petunjuk dari dokter supaya infeksi dapat sembuh dengan tuntas.

Agar tidak salah dalam mengkonsumsi obat ini, maka Anda perlu menyimak informasi seputar obat Cefadroxil ini yang disajikan pada informasi di bawah ini.

Mengenal Obat Cefadroxil dan Manfaatnya bagi Tubuh

Mengenal Cefadroxil, obat antibiotika untuk membunuh bakteri

Cefadroxil adalah obat antibiotik jenis golongan sefalosporin. Cara kerja obat adalah dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Obat Cefadroxil berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri di saluran pernapasan atas dan bawah, tonsil, kulit dan jaringan lunak, saluran kemih, osteomielitis, serta artritis septik.

Selain itu, jika Anda ingin mencegah terjadinya infeksi katup jantung sebelum operasi gigi atau tindakan medis tertentu di saluran pernapasan, mengkonsumsi obat ini dapat menjadi solusinya. Namun sayangnya, obat Cefadroxil tidak dapat dikonsumsi untuk mengatasi masalah infeksi seperti flu dan pilek.

Obat ini jenis ini adalah termasuk golongan obat keras. Oleh karena itu untuk bisa mendapatkannya, Anda perlu resep dokter. Anda bisa membeli obat ini dengan pilihan 2 jenis bentuk, yaitu kapsul dan tablet.

Peringatan Penggunaan Obat Sebelum Mengkonsumsi Cefadroxil

Perlu diperhatikan, jangan sampai Anda mengkonsumsi Cefadroxil secara sembarangan. Terdapat beberapa peringatan penggunaan obat yang perlu Anda perhatikan sebelum mengkonsumsinya agar tidak membahayakan tubuh.

  1. Memiliki Riwayat Alergi Kandungan Obat

Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi kandungan obat golongan Cefadroxil yaitu sefalosporin. Selain itu, beritahu dokter jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap obat golongan sefalosporin lain seperti cefazolin.

  1. Menderita Masalah Kesehatan Tertentu

Perhatikan jika Anda memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu seperti ginjal, diare berat, kolitis ulseratif, diabetes, saraf, aneurisma aorta, depresi, epilepsi, penyakit G6PD, myasthenia gravis, dan masalah persendian. Maka, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.

  1. Menjalani Pemeriksaan Kesehatan Khusus

Anda sedang dalam menjalani pemeriksaan kesehatan khusus seperti tes Coombs? Maka disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu agar tidak memberikan efek samping pada tubuh.

  1. Ibu Hamil dan Menyusui

Belum terdapat penelitian yang menunjukan mengkonsumsi obat dapat membahayakan ibu hamil atau sedang dalam program hamil. Meskipun begitu sebelum mengkonsumsi obat, Anda perlu mengkonsultasikannya kepada dokter terlebih dahulu.

Sedangkan untuk ibu hamil, obat Cefadroxil ini terindikasi dapat menyerap ke dalam ASI. Oleh karena itu, disarankan Anda untuk konsultasi kepada dokter sebelum mengkonsumsi obat. 

Dosis dan Aturan Pakai

Dalam mengkonsumsi Cefadroxil, dokter akan memberikan dosis dan aturan pakai penggunaan obat berdasarkan usia, berat badan, atau kondisi tubuh tertentu. Dosis dan aturan pakai ini terdapat di kemasan obat atau konsumsilah obat sesuai dengan anjuran resep dokter. Berikut merupakan petunjuk umum dosisnya.

  1. Kondisi Kesehatan Faringitis atau Tonsilitis

Faringitis adalah masalah kesehatan akibat infeksi streptococcus. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, maka dosis dan aturan pakainya untuk dewasa yaitu 1.000 mg sehari sekali, atau bisa juga dengan dosis 500 mg sehari 2 kali selama 10 hari.

Sedangkan untuk anak-anak yang memiliki berat badan kurang dari 40 kg, dapat mengkonsumsi obat Cefadroxil dengan dosis 30 mg/kgBB sehari sekali. Penggunaan obat ini dibagi menjadi 1 sampai 2 kali konsumsi selama 10 hari. 

  1. Kondisi Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak

Untuk kondisi kesehatan infeksi kulit dan jaringan lunak, pada dewasa mengkonsumsi obat dengan dosis 1.000 sampai 2.000 mg per hari. Obat dikonsumsi dengan pembagian pemberian obat dalam 1 sampai 2 kali.

Pada anak-anak usia lebih dari 6 tahun yang memiliki berat badan kurang dari 40 kg, menggunakan dosis 30 mg/kgBB sehari sekali. Pemberian obat juga dibagi dalam 1 sampai 2 kali.

  1. Mencegah Endokarditis

Setelah dilakukan tindakan operasi pada gigi atau tindakan medis tertentu pada saluran pernapasan, untuk mencegah terjadi endokarditis pada dewasa Anda bisa menggunakan dosis 2.000 mg per hari. Obat dikonsumsi 1 jam sebelum Anda menjalani operasi atau tindakan medis tertentu.

Sedangkan untuk anak-anak, menggunakan dosis 50 mg/kgBB per hari dan dikonsumsi 1 jam sebelum operasi atau tindakan medis tertentu dilakukan. Perlu diingat, penggunaan dosis tidak boleh melebihi 2.000 mg.

Cara Mengkonsumsi Obat

Obat dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Namun lebih efektif jika Anda mengkonsumsi obat Cefadroxil setelah makan. Agar tidak timbul penyakit maag, disarankan Anda mengkonsumsi obat bersamaan dengan makanan.

Untuk bentuk obat Cefadroxil kapsul, telanlah obat dalam kondisi utuh. Sedangkan untuk bentuk sirup, disarankan untuk menggunakan sendok takar yang telah tersedia di dalam kemasan. Hal tersebut dimaksudkan agar dosis dapat terpenuhi dengan tepat daripada menggunakan sendok makan biasa. 

Agar mendapatkan manfaat yang maksimal, disarankan untuk mengkonsumsi obat Cefadroxil sesuai petunjuk dokter. Namun, jika Anda lupa mengkonsumsi obat, disarankan untuk segera mengkonsumsi obat jika jarak jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika dekat, maka abaikan mengkonsumsi obat. 

Jika setelah mengkonsumsi obat Cefadroxil Anda merasa gejala masalah kesehatan yang dialami sudah membaik, Anda tetap disarankan untuk tetap menghabiskan obat. Hal tersebut agar infeksi dapat sembuh sepenuhnya dan mencegah memperparah infeksi  akibat bakteri yang belum tuntas terbunuh.

Namun perlu diperhatikan, penggunaan obat dalam jangka panjang, dapat menyebabkan timbulnya infeksi jamur. Infeksi ditandai dengan munculnya ruam putih di lidah atau keputihan yang tidak normal. Jadi dalam mengkonsumsi obat ini perhatikanlah dengan baik.

Overdosis Cefadroxil

Jika Anda berlebihan dalam mengkonsumsi obat atau tidak sesuai dengan anjuran dokter, akan menyebabkan overdosis. Jika tidak dilakukan penanganan medis yang serius, dapat membahayakan tubuh.

  1. Merasa kebingungan.
  2. Mengalami gangguan kesadaran.
  3. Mengalami gangguan gerak.
  4. Kejang.

Efek Samping Mengkonsumsi Cefadroxil

Anda bisa saja mengalami efek samping ketika mengkonsumsi Cefadroxil ini. Namun efek samping yang Anda rasakan bisa saja berbeda dengan yang dialami orang lain. Efek samping yang bisa terjadi yaitu:

  1. Mual.
  2. Muntah.
  3. Sakit kepala.
  4. Sakit perut.
  5. Diare.
  6. Radang usus.
  7. Urtikaria.
  8. Ruam.
  9. Angioedema.

Jika Anda mengalami salah satu efek samping tersebut dan tidak kunjung membaik malah semakin memburuk, maka segera periksakan kepada dokter. Selain itu, segera lakukan pemeriksaan kepada dokter juga jika Anda mengalami efek samping serius atau reaksi alergi obat seperti:

  1. Penyakit liver yang ditandai dengan gejala hilang nafsu makan, penyakit kuning, dan urine berwarna gelap.
  2. Infeksi yang ditandai dengan sakit tenggorokan atau demam yang tidak kunjung membaik.
  3. Infeksi C. difficile di saluran pencernaan dengan munculnya gejala diare berat, sakit perut atau kram perut, dan tinja berdarah.

Interaksi Obat Lain

Penggunaan Cefadroxil dengan obat lain, dapat menimbulkan interaksi antar obat yang bisa membahayakan tubuh. Jika dikonsumsi secara bersamaan, akan muncul interaksi seperti:

  1. Meningkatkan resiko kerusakan ginjal dari antibiotik aminoglikosida, seperti neomycin atau gentamicin.
  2. Meningkatkan resiko perdarahan jika dikonsumsi bersamaan dengan jenis obat pengencer darah, seperti warfarin, aspirin, atau clopidogrel.
  3. Meningkatkan resiko efek berlawanan yang menyebabkan menurunnya efektivitas kedua obat, seperti erythromycin, chloramphenicol, sulfonamida, atau tetracycline.
  4. Meningkatkan kadar obat jika dikonsumsi bersamaan dengan obat probenecid.
  5. Menurunkan efektivitas obat jika dikonsumsi bersamaan dengan obat cholestyramine.
  6. Menurunkan efektivitas vaksin BCG atau vaksin tifoid.

Nah itulah ulasan penting tentang Cefadroxil. Anda perlu memahaminya dengan baik sebelum mengkonsumsi obat agar infeksi bakteri pada tubuh dapat sembuh dengan maksimal.

Anda bisa mendapatkan obat Cefadroxil di kami, apotek online terpercaya Medicastore. Kami menyediakan beragam produk kesehatan dengan jaminan keasliannya dan harganya yang bersaing. Untuk obat dengan resep dokter, anda bisa mengirimkan resepnya disini.

Tunggu apa lagi? Segera dapatkan obat Cefadroxil di Medicastore sekarang juga.