Repaglinide : Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Penyakit diabetes melitus (DM) atau sering disebut dengan diabet merupakan gangguan pada metabolisme kronis dengan multi etiologi. Adanya penyakit ini ditandai dengan kadar gula yang tinggi dalam darah. Ada beberapa tipe diabetes, salah satunya tipe 2 yang dapat dikontrol gula darahnya dengan repaglinide.

 

Sudah tahukan Anda dengan salah satu obat diabetes untuk penderita tipe 2 ini? Yakni adalah obat oral yang dapat membantu kadar gula dalam darah dapat terkontrol, dengan cara menstimulasi hormon di pankreas agar memproduksi insulin. Penasaran dengan penjelasan lebih lanjut terkait penyakit dan obat ini?

 

Sebelum membahas lebih lanjut terkait obat repaglinide, kami akan menguraikan tentang penyakit diabetes terlebih dahulu. Berikut adalah uraiannya:

 

Mengenal Apa Itu Penyakit Diabetes Melitus dan Tipe-Tipenya

Mengenal Diabetes Mellitus

Penyakit diabetes atau gula merupakan kondisi medis jangka panjang yang perlu diwaspadai. Salah satu gejala utamanya adalah peningkatan kadar gula darah di atas batas normal.

 

Diabetes terjadi saat tubuh seseorang tidak dapat mengambil glukosa ke dalam sel dan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Hal ini menyebabkan akumulasi gula yang berlebihan dalam aliran darah tubuh.

 

Apabila penyakit ini tidak terkontrol dengan baik, dapat menimbulkan dampak serius pada organ dan jaringan tubuh lainnya. Organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf berpotensi mengalami kerusakan akibat kondisi ini.

 

Diabetes memiliki dua jenis utama, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan jenis penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang organ tubuhnya sendiri, mengakibatkan tubuh tidak mampu memproduksi insulin sama sekali.

 

Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan cara yang normal pada penderita diabetes tipe 2.

 

Gejala-Gejala Kadar Gula Darah Tinggi

 

Setiap penderita menunjukkan gejala-gejala yang bervariasi, tergantung dengan tipe dan tingkat keparahannya. Namun secara umum, gejalanya meliputi penurunan berat badan yang drastis (dan tidak diketahui dengan jelas penyebabnya, mudah lelah secara terus-menerus.

 

Selain itu juga ditandai dengan adanya peningkatan rasa haus dan frekuensi buang air kecil meningkat. Gangguan penglihatan seperti pandangan kabur, urine yang mengandung keton, dan terjadinya infeksi pada tubuh secara terus menerus juga menjadi gejala masalah kesehatan kadar gula darah.

 

Untuk mengetahui secara pasti apakah Anda mengidap penyakit ini atau tidak, bisa melakukan pengecekan gula darah atau melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu obat pengontrol gula darah untuk tipe 2 adalah repaglinide.

 

Manfaat dan Efek Samping Repaglinide

 

Repaglinide merupakan obat DM oral yang membantu pengontrolan kadar gula darah. Adapun mekanisme kerjanya adalah dengan merangsang organ pankreas untuk mengeluarkan insulin. Tahukah Anda apa itu insulin? Yakni hormon yang memiliki peran penting dalam metabolisme dan penyerapan gula di darah.

 

Konsumsi obat ini dapat meningkatkan kadar insulin, sehingga kadar gula darah penderita DM tipe 2 dapat terkontrol. Secara umum, peran dari obat ini adalah membantu mengendalikan kadar gula darah, bukan menyembuhkan penyakit DM.

 

Manfaat secara umum dari repaglinide sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan tiazolidindion dan metformin adalah untuk pengobatan diabetes melitus tipe 2. Dengan kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol baik dengan olahraga maupun diet karbohidrat dan gula.

 

Obat Repaglinide memiliki efek samping seperti berat badan naik, hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri punggung, mual, muntah, nyeri perut, konstipasi atau diare. Reaksi hipersensitivitas juga mungkin terjadi. Beberapa diantaranya adalah kemerahan, pruritus, urtikaria, serta terjadi gangguan penglihatan.

 

Salah satu efek samping yang umum terjadi adalah hipoglikemia. Namun, tidak semua pengguna mengalami efek samping ini. Apabila selama konsumsi Anda merasakan efek sampingnya, segera lakukan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan dengan tepat.

 

Repaglinide tergolong sebagai obat keras, sehingga Anda harus benar-benar memperhatikan penggunaannya. Adapun dosisnya adalah 500 mcg diberikan sebelum makan, diawal. Apabila menggunakan obat hipoglikemik oral lainnya, dosis konsumsi sebesar 1 mg.

 

Pemberian ini disesuaikan dengan respons dalam interval 1 hingga 2 minggu, sampai 4 mg diberikan dosis tunggal. Sedangkan untuk dosis maksimal dalam sehari adalah 16 mg. Obat ini tidak dianjurkan untuk usia lanjut diatas 75 tahun, anak-anak, dan remaja dibawah 18 tahun.

 

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Konsumsi Repaglinide

 

Sebelum menggunakan repaglinide, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, apa saja itu?

 

1. Perhatikan Riwayat Alergi

 

Sampaikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Repaglinide tidak dianjurkan untuk pasien yang alergi terhadap obat ini.

 

2. Sebelum Konsumsi Repaglinide, Pastika Jenis Diabetes yang Diderita

 

Yang kedua adalah obat ini tidak digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 1 atau kondisi ketoasidosis diabetik. Jadi, pastikan Anda mengetahui dengan jelas tipe diabet yang diderita agar tidak salah pemberian obat.

 

3. Hindari Penggunaan dengan Obat Luar Lainnya

 

Berikutnya adalah hindari penggunaan repaglinide bersamaan dengan gemfibrozil. Informasikan kepada dokter jika sedang mengkonsumsi suplemen, obat, atau produk herbal tertentu.

 

Jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, infeksi, atau gangguan hati, beritahu ke dokter agar mendapatkan resep yang tepat. Batasi konsumsi alkohol selama menggunakan repaglinide karena dapat meningkatkan risiko penurunan kadar gula darah.

 

4. Setelah Konsumsi Repaglinide Hindari Berkendara

 

Sebelum konsumsi obat ini, pastikan Anda tidak sedang berkendara maupun menggunakan mesin. Hal tersebut dikarenakan repaglinide bisa menyebabkan kantuk, pusing, atau gangguan penglihatan. Sehingga sangat berbahaya dan beresiko jika mengemudi atau menggunakan mesin setelah mengkonsumsinya.

 

Segera konsultasikan kepada dokter jika mengalami reaksi alergi, overdosis, atau efek samping serius setelah menggunakan obat ini.

 

Itulah ulasan terkait penyakit diabetes dan obat pengontrol gula darah penderita tipe 2. Jika Anda membutuhkan obat ini, bisa memesannya secara langsung di Apotik Medicastore.

 

Apotik Medicastore Pilihan Terbaik untuk Mendapatkan Repaglinide

 

Penyakit diabetes yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah penyakit kardiovaskular, retinopati (kerusakan mata), neuropati (kerusakan saraf), hingga memicu kerusakan ginjal dan disfungsi seksual.

 

Untuk itu, segera tangani dengan mengontrol gula darah salah satunya dengan konsumsi Repaglinide, tentunya sesuai petunjuk dari dokter. Dapatkan obat ini melalui apotik Medicastore, produk lengkap berkualitas, mudah, dan cepat.

 

Di apotik ini Anda juga bisa mendapatkan obat dan produk kesehatan lainnya. Salah satu apotik online ini juga menyediakan informasi terkait penyakit dengan penjelasan yang lengkap dan jelas.

 

Informasi terkait produk kesehatan, dokter dan spesialis, serta fasilitas kesehatan tersedia di platform ini. Selain mendapatkan obat pilihan, pengetahuan terkait penyakit, obat, dan kesehatan juga bisa didapatkan di Medicastore.

 

Satu lagi yang menarik dari pemesanan obat di Medicastore, yakni Anda dapat melakukan pengajuan produk jika tidak tersedia. Cara pengajuannya juga sangat mudah, Anda bisa mengklik ikon yang tersedia di website Medicastore dan ajukan produk kesehatan yang diinginkan.

 

Dengan demikian, kebutuhan Anda akan obat-obatan, suplemen, dan produk lainnya dapat dipesan di Medicastore. Melalui apotik online ini, kebutuhan perlengkapan kesehatan Anda menjadi aman.