Rabies merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebabkan melalui gigitan hewan. Terinfeksi virus rabies ini cukup berbahaya, dan terkadang seringkali mengancam jiwa.
Semakan berkembangnya ilmu pengetahuan mengalami infeksi virus rabies ini dapat dicegah, agar penyakit tersebut tidak berkembang lebih lanjut.
Infeksi rabies ini dapat dialami siapa saja tanpa mengenal waktu dan sering terjadi secara tiba-tiba. Tanda rabies ini dapat timbul setelah seseorang tersebut terkena gigitan hewan terutama hewan yang berisiko menularkan infeksi rabies.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda rabies yang dapat dialami dan juga manfaat vaksinasi rabies, bacalah artikel berikut ini lebih lanjut.
Apa itu Rabies ?
Rabies adalah suatu kondisi infeksi yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui kontak langsung (seperti melalui kulit yang rusak atau selaput lendir di mata, hidung, atau mulut) dengan air liur atau jaringan otak/sistem saraf dari hewan yang terinfeksi.
Infeksi ini dapat berakibat fatal namun dapat dicegah. Rabies dapat menyebar ke manusia dan hewan peliharaan jika mereka digigit atau dicakar oleh hewan rabies.
Bagaimana Cara Penularan dan Timbulnya Tanda Rabies ini ?
Terinfeksi virus rabies dapat menimbulakn tanda rabies pada manusia maupun hewan. Virus ini lebih banyak bergerak di dalam tubuh melalui saraf, sehingga menyebabkan kerusakan saraf.
Virus ini bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh Anda hingga mencapai otak Anda, di mana virus ini menyebabkan kerusakan otak dan pada akhirnya menyebabkan kematian.
Cara Penularan Virus Rabies
sumber: ayosehat.kemkes.go.id
Penularan rabies ini dapat dibawa oleh hewan mamalia dan biasanya virus ini terkumpul di dalam air liur (ludah) mereka, dan berpindah ke manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus tersebut.
Virus Rabies paling sering ditemukan pada hewan seperti, kelelawar, sigung, rakun, dan rubah, tetapi hewan lain - termasuk anjing atau kucing peliharaan dapat menularkan.
Jika Anda tergigit dan terkontaminasi dengan ludah hewan yang terinfeksi, virus ini dapat menular ke diri Anda.
Jarang sekali, orang tertular rabies karena menerima organ yang didonorkan.
Bagaimana Tanda Rabies ini dapat memberikan Efek pada Tubuh ?
sumber: www.happiesthealth.com
Infeksi virus rabies ini dapat berpindah melalui luka yang terinfeksi, lalu masuk ke otak seiring berjalannya waktu.
Ada beberapa fase perjalanan yang dilalui pada penyakit rabies ini, yaitu :
- Fase Inkubasi
Virus rabies ini dapat bertahan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu di dalam tubuh sebelum masuk ke dalam saraf Anda. Biasanya pada tahap ini penderita tidak mengalami keluhan sama sekali. Jika Anda telah menerima perawatan di awal masa inkubasi, biasanya tanda rabies ini tidak berkembang lebih lanjut.
- Fase prodromal
Infeksi ini telah berjalan ke sel-sel saraf, otak dan sum-sum tulang belakang, sehingga pada tahap ini kerusakan saraf sudah mulai terjadi.
Fase prodromal dimulai ketika virus rabies memasuki sistem saraf. Lalu, sistem kekebalan tubuh Anda mencoba untuk melawannya, sehingga awalnya akan menimbulkan gejala seperti flu. Adanya kerusakan saraf dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, atau mati rasa di bagian tubuh yang digigit. Hal ini berlangsung selama 2 hingga 10 hari.
Jika sudah mencapai fase ini, pengobatan cukup sulit untuk dilakukan.
- Fase Neurologis Akut
Pada fase ini, virus rabies sudah mulai menyebabkan kerusakan pada otak dan sumsum tulang belakang Anda.
Sekitar dua pertiga orang mengalami rabies pada tahap ini, akan menimbulkan gejala, seperti agresi, kejang, dan mengigau. Sebagian lainnya biasanya menderita rabies paralitik, dengan kelemahan dan kelumpuhan yang menjalar dari luka gigitan ke seluruh tubuh.
Keluhan tanda rabies yang sangat berat dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
Tanda rabies yang menimbulkan kelumpuhan dapat berlangsung hingga satu bulan.
-
Koma
Merupakan tahap akhir dari perjalanan penyakit rabies ini. Banyak orang yang mengalami rabies ini berakhir dalam keadaan koma karena perjalanan penyakit dan juga penanganan yang lama setelah mendapatkan gigitan hewan.
Apa yang dirasakan pada tubuh saat Tanda Rabies ini Timbul ?
Pada awalnya seringkali tanda rabies ini tidak timbul selama beberapa minggu setelah gigitan hewan terjadi.
Ketika virus rabies masuk ke dalam sistem saraf pusat (fase prodromal), biasanya barulah tanda rabies akan dialami Anda akan mengalami gejala-gejala seperti flu.
Berikut gejala dan tanda rabies yang dialami berdasarkan tahap perjalanan penyakit rabies, meliputi :
Gejala Tahap Prodromal
- Demam
- Kelelahan
- Luka gigitan terasa panas, gatal, kesemutan, nyeri atau mati rasa
- Batuk
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Mual dan muntah
- Diare
Gejala Neurologis Akut Rabies
Gejala tahap neurologis akut dapat berupa timbulnya gangguan perubahan kesadaran atau kelumpuhan. Pada tahap ini juga biasanya gejala yang dialami bersifat hilang timbul. Berikut tanda rabies yang dialami pada tahap ini, meliputi :
- Agitasi dan agresi.
- Kegelisahan
- Kejang
- Halusinasi
- Otot berkedut
- Demam
- Jantung berdebar-debar
- Pernapasan cepat
- Air liur yang berlebihan
- Dua pupil mata yang berukuran berbeda
- Kelumpuhan wajah
- Takut air/minum (hidrofobia).
- Takut akan udara yang tertiup ke wajah/angin (aerofobia).
- Mengigau
Gejala-gejala rabies paralitik
- Demam
- Sakit kepala
- Leher terasa kaku
- Kelemahan, terutama dimulai dari bagian tubuh yang digigit dan berlanjut ke bagian tubuh lainnya.
- Kesemutan, seperti “ditusuk-tusuk jarum” atau sensasi aneh lainnya.
- Kelumpuhan
- Koma
Apa yang terjadi jika Tanda Rabies ini Timbul pada Anda ?
Virus rabies masuk ke dalam tubuh melalui air liur (ludah) hewan yang terinfeksi masuk ke dalam luka terbuka (biasanya akibat gigitan). Virus ini bergerak sangat lambat di sepanjang saraf menuju sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
Ketika mencapai otak, virus ini dapat menyebabkan kerusakan sehingga akan menimbulkan gejala-gejala neurologis, hingga menyebabkan koma atau kematian.
Apa Tanda Rabies Setelah Tergigit Hewan dapat Dicegah ?
Pencegahan rabies pada manusia adalah dengan memberikan tatalaksana luka gigitan hewan penular rabies, sebagai berikut:
- Pencucian luka
Pencucian luka dengan menggunakan sabun merupakan hal yang sangat penting dan harus segera dilakukan setelah terjadi pajanan (jilatan, cakaran atau gigitan) terhadap HPR untuk membunuh virus rabies yang berada di sekitar luka gigitan. Seperti telah dipaparkan dalam sifat virus rabies dimana virus dapat diinaktivasi dengan sabun karena selubung luar yang terdiri dari lipid akan larut oleh sabun.
Pencucian luka dilakukan sesegera mungkin dengan sabun di bawah air mengalir selama kurang lebih 15 menit. Pencucian luka tidak menggunakan peralatan karena dikhawatirkan dapat menimbulkan luka baru dimana virus akan semakin masuk ke dalam.
Pencucian luka dapat dilakukan oleh penderita atau keluarga penderita kemudian diberikan antiseptik. Setelah itu penderita luka gigitan HPR segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit yang menjadi Rabies Center untuk mendapatkan tatalaksana selanjutnya.
- Pemberian Antiseptik
Setelah dilakukan pencucian luka sebaiknya diberikan antiseptik untuk
membunuh virus rabies yang masih tersisa di sekitar luka gigitan.
Antiseptik yang dapat diberikan diantaranya povidon iodine, alkohol 70%, dan zat antiseptik lainnya.
- Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) Dan Serum Anti Rabies (SAR)
Kapan harus ke Dokter ?
Sampai saat ini penyakit rabies hanya dapat dicegah melalui Vaksinasi Rabies dan juga melakukan perawatan luka yang tepat.
Untuk itu, segeralah ke fasilitas kesehatan terdekat, setelah Anda mengalami gigitan pada hewan walaupun mungkin binatang tersebut masih rendah untuk menularkan virus rabies.
Mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah berkembang tanda rabies lebih lanjut.
Referensi :
- https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/19120-rabies-vaccine-suspension-for-injection
- https://www.cdc.gov/rabies/hcp/suspected-human-rabies/index.html
- Buku Saku Rabies Indonesia 2019