Sakit Maag dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Vidya - medicastore
08-10-2020

Sakit Maag dan Cara Mengatasinya

Perut terasa kembung, atau nyeri? Mungkin Anda mengalami sakit maag.

Sakit maag adalah salah satu penyakit yang sering dikeluhkan.

Selain kembung dan nyeri, gejala-gejala lainnya antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Banyak bersendawa
  • Perut terasa terbakar
  • Kerongkongan terasa terbakar
  • Perut bergemuruh

Gejala-gejala tersebut akan meningkat bila seseorang mengalami stress.

Penyebab Sakit Maag

Seringkali penyebabnya tidak diketahui, akan tetapi ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit maag, antara lain:

  1. Terlambat atau menunda makan.
  2. Mengkonsumsi makanan yang sulit dicerna, misalnya makanan yang banyak mengandung bumbu, lemak, asam, dan/atau serat.
  3. Makan terlalu banyak, makan terlalu cepat, atau makan saat stress.
  4. Minum alkohol.
  5. Terlalu banyak kafein.
  6. Kurang tidur, kelelahan dan stress.
  7. Merokok.

Masalah pada saluran pencernaan atau masalah kesehatan lainnya juga dapat menimbulkan sakit maag:

  • Penyakit refluks (gastroesophageal reflux disease, GERD). Pada kondisi ini terjadi reaksi di mana makanan dan minuman yang dikonsumsi akan kembali ke kerongkongan bersama asam lambung. Refluks asam lambung dapat menyebabkan kerongkongan terasa terbakar.
  • Sindrom iritasi usus. Gejalanya dapat berupa sakit perut, kembung, konstipasi dan diare.
  • Gastroparesis. Pada kondisi ini otot-otot di saluran pencernaan tidak bekerja dengan baik, sehingga proses pencernaan tidak lancar dan dapat muncul gejala mual, muntah, kembung dan refluks asam lambung.
  • Ulkus atau luka pada lapisan dalam lambung, usus halus, atau kerongkongan.
  • Peradangan lapisan dalam lambung (gastritis).
  • Kanker lambung. Kondisi ini jarang terjadi, akan tetapi gangguan pencernaan dapat menjadi salah satu gejalanya.
  • Infeksi.
  • Pankreatitis kronis.
  • Penyakit tiroid
  • Kehamilan.

Selain karena penyakit atau kondisi di atas, beberapa obat dapat menyebabkan munculnya gejala penyakit maag. Misalnya obat-obatan sebagai berikut:

  • Aspirin dan anitnyeri lainnya seperti OAINS (ibuprofen, naproxen)
  • Estrogen dan kontrasepsi oral
  • Obat-obat steroid
  • Beberapa obat antibiotik
  • Obat tiroid

Menelan udara berlebihan ketika makan dapat meningkatkan gejala bersendawa dan kembung.

Beberapa orang mengalami sakit maag yang menetap yang tidak berkaitan dengan faktor-faktor di atas.

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Maag?

Biasanya dapat teratasi dengan obat-obatan.

Karena sakit maag lebih kepada gejala dibandingkan sebuah penyakit, biasanya pengobatan ditujukan kepada penyakit yang mendasarinya.

Misalnya bila Anda mengalami ulkus (luka) lambung, Anda perlu mengkonsumsi obat pemblokir asam lambung.

Bila Anda menderita infeksi akibat kuman H. pylori, Anda perlu mengkonsumsi antibiotik.

Bila sakit maag terjadi akibat obat-obatan yang Anda konsumsi, Anda harus berhenti menggunakan obat tersebut.

Obat-obatan untuk Sakit Maag

Pada kasus maag berat atau sering berulang, diperlukan obat-obatan untuk mengatasinya.

  1. Antasida. Obat-obatan golongan ini bekerja dengan melawan efek asam lambung. Contoh obat-obatan ini misalnya Mylanta, Promag.
  2. Antagonis reseptor H-2. Obat golongan ini dapat mengurangi kadar asam lambung dan bekerja lebih lama dibandingkan obat golongan antasida, akan tetapi antasida bekerja lebih cepat dibandingkan obat golongan ini.
  3. Inhibitor pompa proton. Obat golongan ini sangat efektif untuk orang yang juga mengalami GERD (gastroesophageal reflux disease). Obat ini mengurangi asam lambung dan lebih kuat dibandingkan antagonis reseptor H-2.
  4. Prokinetik. Obat-obatan golongan ini membantu mengosongkan lambung. Akan tetapi obat golongan ini memiliki efek samping seperti kelelahan, depresi, mengantuk, kecemasan dan spasme otot.
  5. Antibiotik. Bila sakit maag disebabkan oleh infeksi, maka diperlukan antibiotik untuk mengobatinya.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan endoskopi (selang dengan kamera) yang dimasukkan melalui mulut ke dalam lambung apabila:

  • Setelah mengkonsumsi obat-obatan selama delapan minggu, Anda masih merasakan nyeri perut
  • Dokter mencurigai adanya penyakit lain yang lebih serius.

Selain obat-obatan di atas, apabila dokter tidak dapat menemukan penyebab yang mendasari setelah pemeriksaan, dokter mungkin akan menggunakan terapi berikut:

  1. Antidepresan. Dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan dosis rendah apabila pada pemeriksaan tidak ditemukan penyebabnya dan pasien tidak merespons terhadap pengobatan.
  2. Terapi psikologis. Untuk orang dengan sakit maag fungsional (tidak ditemukan kelainan/penyebab), terapi psikologis dapat membantu mengatur aspek kognitif dari masalah pencernaan. Terapi yang direkomendasikan misalnya terapi perilaku kognitif, biofeedback, hipnoterapi dan terapi relaksasi.

Dokter mungkin juga akan merekomendasikan obat yang berbeda apabila ada obat-obatan yang dikonsumsi yang menyebabkan timbulnya sakit maag.

Penggantian obat harus selalu di bawah pengawasan dokter.

Mengkonsumsi diet seimbang, tidak makan makanan yang pedas atau berminyak menjadi kunci dalam penyembuhan dan pencegahan penyakit maag.

Pastikan Anda cukup minum saat makan untuk membantu menggerakkan makanan di saluran pencernaan.

Bisakah Sakit Maag Dicegah?

Cara terbaik untuk mencegah penyakit maag adalah dengan menghindari makanan dan situasi yang dapat menimbulkan penyakit ini.

Cara-cara berikut ini dapat dilakukan untuk pencegahan:

sakit maag

Sumber gambar: www.verywellhealth.com

  • Makan sedikit tetapi sering dan makan dengan perlahan
  • Menghindari makanan yang mengandung asam tinggi seperti buah-buahan golongan sitrus dan tomat
  • Kurangi atau hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein sepeti kopi, teh, dan cokelat.
  • Bila pencetus gejala adalah stress, cobalah untuk mempelajari teknik untuk menangani stress.
  • Hindari merokok dan alkohol karena dapat mengiritasi lapisan dalam lambung
  • Jangan berolahraga dengan perut penuh. Sebaiknya berolahraga sebelum makan atau setidaknya satu jam setelah makan
  • Jangan segera berbaring setelah makan. Tunggu setidaknya tiga jam setelah makan sebelum pergi tidur.
  • Tidur dengan kepala lebih tinggi untuk membantu makanan yang tercerna bergerak menuju usus (menghindari isi makanan kembali ke kerongkongan).
  • Jangan mengkonsumsi obat-obat sembarangan tanpa rekomendasi dokter, terutama obat-obat anti peradangan seperti ibuprofen, aspirin, dan ketoprofen.

Apakah Sakit Maag berbahaya?

Biasanya tidak berbahaya, akan tetapi dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Bila Anda berusia di atas 50 tahun atau mengalami gejala berikut ini, segera periksakan diri Anda ke dokter:

  1. Muntah-muntah hebat
  2. Muntah darah atau terdapat darah di muntahan
  3. Penurunan berat badan tanpa diet khusus
  4. Sulit menelan
  5. Tidak nafsu makan
  6. Tinja berwarna kehitaman, seperti aspal, atau terdapat darah segar
  7. Sakit perut berat
  8. Rasa tidak nyaman yang tidak berkaitan dengan makan

Terkadang gejala-gejala yang tampaknya seperti sakit maag dapat disebabkan oleh serangan jantung.

Bila gejala yang dirasakan tidak seperti biasanya, misalnya juga disertai dengan sesak napas, berkeringat, nyeri dada, atau nyeri yang menjalar ke rahang, leher atau lengan, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Masalah serius lainnya misalnya karena ulkus (luka) lambung, atau yang lebih jarang adalah karena kanker lambung.

 

 

 

 

 

Referensi:

  • https://factdr.com/health-conditions/dyspepsia/ (Gambar Cover)
  • https://familydoctor.org/condition/indigestion-dyspepsia/
  • https://www.aafp.org/afp/2010/1215/p1459.html
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484#common-symptoms
  • https://www.webmd.com/heartburn-gerd/indigestion-overview#1