Mitos dan Fakta Rabun Jauh pada Anak
Kesehatan dr. Vidya Hartiansyah
30-03-2021

Mitos dan Fakta Rabun Jauh pada Anak

“Jangan menonton televisi terlalu dekat. Jangan membaca sambil tidur, nanti mata rusak”.

Anda mungkin sering mendengar kalimat tersebut ketika masih anak-anak, atau bahkan saat ini sering mengucapkan kalimat tersebut kepada anak-anak Anda. Benarkah anjuran tersebut? Atau hanya mitos?

Rabun jauh (atau myopia, mata minus) adalah masalah mata yang paling sering dialami anak-anak. Rabun jauh terjadi akibat memanjangnya bola mata, yang mengakibatkan kesalahan refraksi, sehingga benda-benda yang jauh terlihat kabur.

Mitos dan Fakta Rabun Jauh pada Anak

Berikut ini beberapa mitos mengenai rabun jauh pada anak:

  1. Rabun jauh bukan kondisi yang berbahaya.

Faktanya: rabun jauh dapat menyebabkan penyakit mata serius lainnya.

Rabun jauh pada anak dapat memburuk dan menyebabkan komplikasi di masa dewasa.

Anak dengan mata minus tinggi berisiko mengalami galukoma, katarak, retinopati, lepasnya retina, dan hilangnya ketajaman penglihatan.

  1. Rabun jauh diturunkan dari orang tua sehingga tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah rabun jauh pada anak.

Faktanya: meskipun dapat diturunkan, tidak berarti setiap anak dari orang tua dengan rabun jauh akan mengalami rabun jauh.

Anak memiliki kemungkinan sebesar 25% bila salah satu orang tuanya mengalami rabun jauh, dan 50% bila kedua orang tuanya rabun jauh.

Faktor lain yang berperan pada terjadinya rabun jauh pada anak adalah lingkungan, durasi atau lamanya waktu yang dihabiskan untuk menatap layar komputer, atau gawai, membaca terlalu dekat, dan terbatasnya paparan sinar matahari.

Menurut American Academy of Ophthalmology, menghabiskan waktu di luar ruangan terutama pada masa kanak-kanak dapat memperlambat perburukan rabun jauh.

  1. Anak-anak tidak bisa mendapatkan pemeriksaan mata bila belum bisa bicara atau membaca.

Faktanya: ada alat khusus yang dapat digunakan untuk memeriksa penglihatan anak.

Selain kemampuan penglihatan, evaluasi dan pemantauan kesehatan mata anak juga penting dilakukan. Skrining penglihatan anak harus dilakukan saat lahir, ketika bayi, sebelum usia sekolah dan saat sudah bersekolah.

  1. Rabun jauh bisa disembuhkan.

Faktanya: rabun jauh tidak dapat disembuhkan.

Rabun jauh terjadi ketika bola mata tumbuh terlalu cepat dan terlalu panjang di masa kanak-kanak, dan terus memburuk di masa remaja dan dewasa muda.

Ketika anak sudah mengalami rabun jauh, yang dapat dilakukan adalah mengoreksi penglihatannya dan memperlambat perkembangannya.

  1. Senam mata bisa menyembuhkan rabun jauh.

Faktanya: senam mata (melihat jauh, kemudian melihat dekat) tidak terbukti secara ilmiah dapat mengurangi rabun jauh.

Akan tetapi pada kondisi mata tertentu, terdapat latihan atau senam mata yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.  

  1. Minum suplemen dapat menyembuhkan rabun jauh.

Faktanya: tidak ada vitamin yang dapat mencegah ataupun menyembuhkan rabun jauh.  

Akan tetapi pada kondisi seperti degenerasi macula (age-related macular degeneration, AMD), yang dapat menyebabkan kebutaan terutama pada lansia, vitamin digunakan untuk memperlambat kondisi penyakit ini.  

  1. Pakai kacamata atau lensa kontak dapat melemahkan penglihatan anak dan lensa kontak berbahaya untuk anak-anak

Faktanya: menggunakan kacamata ataupun lensa kontak tidak akan membuat penglihatan anak memburuk.

Pada beberapa kasus, tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak dapat memperburuk rabun jauh karena akomodasi mata meningkat saat tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Tidak ada risiko infeksi yang lebih tinggi pada penggunaan lensa kontak pada anak-anak (usia 8–12 tahun) dan remaja, terutama dengan pengawasan orang tua yang ketat, dan penggunaan lensa kontak yang disposable yang setiap hari diganti.

  1. Rabun jauh pada anak akan terus memburuk (tidak dapat diperlambat perburukannya).

Faktanya: ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperlambat perburukan rabun jauh.

Cara termudah adalah dengan lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan dan membatasi waktu menatap layar (komputer, televisi, gawai).

Penelitian menyebutkan, cahaya matahari dan sinar ultraviolet dapat membantu pertumbuhan mata yang sehat dan menurunkan kemungkinan rabun jauh pada anak-anak.

Ketika melihat terlalu dekat, misalnya saat menatap layar komputer, telepon genggam, mata dapat teregang dan menimbulkan masalah pada perkembangan penglihatan anak.

Anak harus dibiasakan untuk mengistirahatkan mata dengan melihat obyek yang jauh, menurut America Optometric Association, setiap 20 menit, mata diistirahatkan dengan melihat sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengoreksi kondisi rabun jauh:

  • Orthokeratology. Orthokeratology adalah sejenis lensa kontak yang keras, yang digunakan ketika tidur di malam hari untuk membentuk ulang permukaan mata. Tindakan ini tidak memperbaiki rabun jauh, hanya mengoreksinya. Ketika lensa ini tidak lagi digunakan, akan terjadi penurunan penglihatan, sehingga kacamata atau lensa kontak perlu digunakan kembali.
  • Penggunaan lensa kontak multifocal. Lensa ini dirancang untuk memperbaiki penglihatan jauh dan penglihatan dekat.

Pembedahan mata dengan laser (LASIK, laser-assisted in situ keratomileusis) tidak boleh dilakukan pada anak-anak karena bola mata anak masih akan berkembang dan mengalami perubahan setelah prosedur LASIK.  

  1. Menonton televisi terlalu dekat dapat merusak penglihatan anak.

Faktanya: hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa menonton tv terlalu dekat dapat merusak mata anak.

Menonton tv dari dekat juga bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami rabun jauh, bukan sebagai penyebabnya.

Anak-anak duduk menonton tv dari dekat karena mereka memiliki kemampuan untuk fokus pada obyek dekat yang lebih baik dibandingkan orang dewasa.

 

 

 

 

Referensi:

  • https://mymyopia.com/myopia-myths-vs-facts-what-you-need-to-know-about-your-childs-nearsightedness/
  • https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/common-eye-vision-myths-facts
  • https://www.gleneagles.com.sg/healthplus/article/childhood-eye-myths
  • https://www.mykidsvision.org/blog/myopia-myths-what-has-evidence/
  • https://www.vspdirect.com/vision-hub/childrens-eyeglasses-7-things-to-know (Gambar Cover)