Fungsi, Penggunaan, dan Efek Samping Salbutamol  | Medicastore
Kesehatan Bekti-Medicastore
20-01-2023

Fungsi, Penggunaan, dan Efek Samping Salbutamol | Medicastore

Asma merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, dan menyebabkan napas menjadi sesak. Untuk mengatasi penyakit ini, Salbutamol  adalah obat yang sangat dianjurkan, namun harus sesuai anjuran dokter.

Supaya Anda tidak mengalami dosis berlebih ketika mengonsumsinya. Beberapa gejala asma yang dapat diatasi dengan obat Albuterol salah satunya adalah bronkitis. Dengan obat ini, keluhan seperti sesak napas, batuk, sesak, dada, dan mengi bisa terasa lebih ringan.

Obat golongan bronkodilator ini bisa berbentuk tablet, serbuk, sirup, dan yang paling sering adalah berupa inhaler.

Fungsi Salbutamol

Fungsi salbutamol untuk meredakan asma

Sebelum mengonsumsi obat Anda wajib tahu terlebih dahulu apa manfaat obat tersebut. Salbutamol  sendiri berfungsi untuk meredakan serta mencegah gejala asma yang disebabkan oleh alergi atau karena berolahraga. Untuk mengurangi gejala asma, setidaknya obat ini membutuhkan waktu sekitar 3-5 menit.

Cara kerja Albuterol adalah melemaskan otot-otot pada saluran pernapasan ketika menyempit. Setelah otot saluran pernapasan lemas, maka oksigen bisa mengalir dengan lancar menuju paru-paru. Hal ini akan menyebabkan nafas Anda menjadi longgar, dan tidak lagi merasakan sesak pada area dada.

Obat untuk saluran pernapasan wajib dimiliki bagi mereka yang memang memiliki riwayat penyakit asma. Selain berfungsi untuk mengobati gejala asma, obat ini juga sering digunakan mencegah sesak nafas yang disebabkan oleh olahraga.

4 Jenis Salbutamol Beserta Penggunaannya

Seperti yang disampaikan sebelumnya, Salbutamol memiliki jenis yang sangat beragam sesuai dengan kebutuhan. Aturan penggunaan obat ini harus sesuai dengan jenisnya, jadi pastikan Anda menggunakan obat ini sesuai anjuran dokter. Berikut 4 jenisnya beserta aturan penggunan yang wajib Anda ketahui.

1.      Salbutamol Inhaler

Inhaler adalah jenis obat saluran pernapasan yang paling banyak digunakan dan mudah ditemukan di apotek. Inhaler sendiri merupakan obat yang penggunaannya langsung disalurkan ke dalam saluran napas dengan cara penghisapan.

Perlu Anda ketahui, kandungan Salbutamol yang ada dalam inhaler biasanya memiliki dosis cukup kecil. Untuk mengurangi gejala asma dengan inhaler, Anda bisa menggunakan 1-2 hisapan dalam sekali pemakaian. Anda hanya boleh menghirup inhaler maksimal 2 kali dalam jangka waktu 4 jam.

Di Indonesia sendiri inhaler juga sangat mudah ditemukan. Beberapa merk inhaler yang bisa Anda temukan di berbagai apotek di antaranya Ventolin Nebules, Respiron, Fartolin, dan Lasal Nebu.

Mengenai dosis Salbutamol inhaler, untuk anak dosis awalnya adalah 2,5 miligram. Kemudian dapat ditingkatkan menjadi 5 miligram dengan penggunaan 4 kali sehari. Sedangkan dosis orang dewasa adalah sekitar 40 miligram per hari, ini bisa digunakan untuk obstruksi jalan napas berat.

2.      Salbutamol  Tablet

Jenis Salbutamol berikutnya adalah bentuk tablet, dan bisa Anda minum seperti obat pada umumnya. Dengan meminum obat ini, Anda bisa langsung merasakan saluran pernafasan lebih lega karena otot-otot bronkus Anda yang menjadi rileks.

Tapi tidak seperti inhaler, obat tablet hanya boleh digunakan untuk kalangan medis. Sehingga jika Anda ingin mengonsumsi obat ini, Anda harus mendapat resep dokter terlebih dahulu.

Obat saluran pernapasan jenis tablet biasanya dijual dalam bentuk strip, dan dalam 1 strip terdiri dari 10 tablet. Beberapa merk obat saluran pernapasan jenis tablet yang bisa Anda temui di apotek di antaranya Grafalin, Salbuven, Tagasal, Pritasma, dan Dilatamol.

Perlu Anda ketahui, Salbutamol  jenis tablet sebisa mungkin tidak digunakan untuk anak-anak. Dosis obat tablet ini untuk orang dewasa adalah 2-4 miligram dan bisa ditingkatkan hingga 8 miligram sesuai dengan toleransi tubuh. Sedangkan dosis tablet untuk lansia sekitar 2 miligram.

3.      Salbutamol  Sirup

Berikutnya jenis obat saluran pernapasan yang bisa Anda konsumsi seperti obat umumnya adalah yang berbentuk sirup. Untuk bisa menggunakan jenis sirup, Anda harus mendapatkan resep dokter baru bisa membelinya di apotek terdekat.

Sebelum mengonsumsi obat saluran pernapasan berbentuk sirup, pastikan Anda mengocoknya terlebih dahulu. Obat ini harus dikonsumsi setidaknya 3 kali sehari, dan pastikan Anda menggunakan penakar yang tepat sesuai anjuran dokter.

Obat berbentuk sirup ini biasanya diperuntukkan bagi anak-anak dan mereka yang tidak bisa mengonsumsi obat tablet. Beberapa merk obat jenis Albuterol berbentuk sirup yang bisa Anda temukan di apotek di antaranya Respiron, Salbron, Proast, Ventolin, dan Salbugen.

Dosis obat saluran pernapasan jenis sirup untuk anak-anak dibagi menjadi 3. Untuk anak usia 2-6 tahun, gunakan setengah sendok takar, sekitar 2,5-5 mL. Anak usia >6-12 tahun, gunakan satu sendok takar penuh, sekitar 5 mL. Dan anak usia diatas 12 tahun, menggunakan dosis dewasa.

4.      Larutan Salbutamol

Jenis yang terakhir adalah berbentuk larutan dan harus digunakan bersama dengan nebulizer. Nantinya nebulizer ini berfungsi untuk mengubah larutan yang semula berbentuk air menjadi uap supaya bisa dihirup. Jadi Anda akan menghirup obat ini menggunakan masker khusus.

Untuk menggunakan larutan Salbutamol, Anda harus menyiapkan mangkuk nebulizer sebagai wadah larutan. Kemudian tambahkan larutan garam garam steril dengan jumlah yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter.

Jika larutan Albuterol dan garam steril sudah menjadi satu dalam mangkuk, nyalakan mesin nebulizer. Setelah mesin menyala, Anda bisa menghirup uap yang keluar. Jika sudah selesai bersihkan mangkuk dan mesin kemudian keringkan.

Penggunaan larutan Salbutamol dengan nebulizer harus berdasarkan petunjuk dokter. Mengenai dosisnya, untuk seorang dewasa dan anak-anak usia diatas 4 tahun adalah 2,5 hingga 5 miligram. Penggunaan larutan ini bisa dilakukan 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan.

Untuk mencegah terjadinya kesalahan dosis, Anda wajib menggunakan Salbutamol  sesuai dengan jenisnya dan aturan dari dokter. Karena terdapat beberapa jenisnya yang tidak bisa dikonsumsi oleh setiap kalangan umur. Salah satunya adalah yang tablet, tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Efek Samping Penggunaan Salbutamol

Sama seperti dengan obat-obatan lain, Salbutamol juga memiliki efek samping tertentu jika tidak digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Tapi terkadang meskipun sudah sesuai dengan aturan atau resep dokter, terdapat beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul.

Dampak ringan yang mungkin muncul setelah menggunakan obat ini, di antaranya sakit kepala, tangan dan kaki gemetar, dan gelisah. Terkadang nyeri otot juga bisa timbul setelah Anda menggunakan obat ini. Tapi Anda jangan khawatir, karena ini efek samping ringan yang bisa hilang dengan sendirinya.

Namun jika Anda merasakan detak jantung tidak teratur, nyeri dada semakin terasa, penglihatan terganggu, dan demam, segera kunjungi dokter. Karena ini merupakan pertanda bahwa gangguan pernapasan Anda belum membaik, dan justru timbul gejala lain yang mengganggu.

Selain efek samping yang mungkin muncul, Anda juga harus tahu tentang gejala overdosis obat ini. Beberapa gejala yang mungkin muncul ketika Anda mengalami overdosis, di antaranya:

  • Jantung berdebar.
  • Gangguan irama jantung.
  • Mual dan muntah serta hiperglikemia.
  • Sakit kepala.
  • Mulut kering.
  • Tremor.
  • Nyeri angina.
  • Kejang.

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas segera kunjungi dokter, karena kemungkinan Anda mengalami overdosis obat ini.

Setelah mengetahui tentang fungsi, jenis-jenis dan penggunaan Salbutamol , Anda tidak perlu bingung ketika mengalami gangguan pernafasan. Namun pastikan bahwa Anda menggunakannya berdasarkan petunjuk dokter, supaya Anda tidak mengalami efek samping yang tidak diinginkan apalagi overdosis.

Untuk kebutuhan obat Salbutamol, Anda bisa membelinya di apotek online Medicastore ya.  Anda bisa kirimkan resep obat tersebut disini. Untuk melihat penawaran produk kesehatan lainnya, Anda bisa kunjungi website resminya.