Kesehatan dr.zaky hasan-medicastore.com
30-10-2015

Penyakit Autoimun

Pada keadaan normal sistem kekebalan tubuh atau disebut sistem imun berfungsi untuk melindungi tubuh dari ‘ancaman’ yang dapat membahayakan tubuh seperti bakteri, parasit, virus, benda asing, kanker dan lain-lain yang masuk kedalam tubuh kita.

Sedangkan sistem imun pada penderita autoimun tidak bisa membedakan antara jaringan yang sehat dan ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar, sehingga sistem imunnya diaktifkan untuk melawan jaringan sehat penderitanya sendiri.

Sel darah putih yang bertugas sebagai barier/melindungi tubuh dari zat berbahaya, yang disebut antigen. Contoh antigen termasuk bakteri, virus, racun, kanker sel, dan darah atau jaringan dari orang lain atau spesies. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menghancurkan zat-zat berbahaya tersebut.

Pada pasien dengan gangguan autoimun, sistem kekebalan yang diperantarai sel darah putih tidak bisa membedakan antara jaringan tubuh yang sehat dan antigen. Hasilnya adalah respon imun merusak jaringan tubuh normal.

Gangguan autoimun

Sumber : http://www.necturajuice.com

Beberapa ganguan autoimun yang sering terjadi diantaranya seperti radang sendi rheumatoid, lupus erythematosus sistemik (lupus), dan vasculitis. Penyakit tambahan yang diyakini berhubungan dengan autoimun seperti glomerulonephritis, penyakit Addison, penyakit campuran jaringan ikat, sindroma Sjogren, sclerosis sistemik progresif, diabetes tipe 1 dan beberapa kasus infertilitas/ketidaksuburan.

Reaksi autoimun dapat dicetuskan oleh beberapa hal :

  • Senyawa yang ada di badan yang normalnya dibatasi di area tertentu dilepaskan ke dalam aliran darah. Misalnya, pukulan ke mata bisa membuat cairan di bola mata dilepaskan ke dalam aliran darah, cairan tersebut merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mata sebagai benda asing dan menyerangnya.
  • Senyawa normal di tubuh berubah, misalnya, oleh virus, obat, sinar matahari, atau radiasi. Bahan senyawa yang berubah mungkin kelihatannya asing bagi sistem kekebalan tubuh. Misalnya, virus bisa menulari dan demikian mengubah sel di badan. Sel yang ditulari oleh virus merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerangnya.
  • Senyawa asing yang menyerupai senyawa badan alami mungkin memasuki badan. Sistem kekebalan tubuh dengan kurang hati-hati dapat menjadikan senyawa badan mirip seperti bahan/benda asing sebagai sasaran. Misalnya, bakteri penyebab sakit kerongkongan mempunyai beberapa antigen yang mirip dengan sel jantung manusia. Jarang terjadi, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang jantung orang sesudah sakit kerongkongan (reaksi ini bagian dari deman rumatik).
  • Sel yang mengontrol produksi antibodi misalnya, limfosit B (salah satu sel darah putih) mungkin rusak dan menghasilkan antibodi abnormal yang menyerang beberapa sel badan.
  • Keturunan mungkin terlibat pada beberapa kekacauan autoimun. Kerentanan kekacauan, daripada kekacauan itu sendiri, mungkin diwarisi.
  • Ras, suku tertentu atau latar belakang etnis. Beberapa penyakit autoimun lebih sering atau lebih parah mempengaruhi kelompok orang tertentu lebih dari yang lain. Misalnya, diabetes tipe 1 lebih sering terjadi pada orang kulit putih. Lupus adalah yang paling berat bagi orang Afrika-Amerika dan Hispanik.
  • Pada orang yang rentan/daya tahan menurun, satu pemicu, seperti infeks virus atau kerusakan jaringan, dapat membuat kekacauan berkembang.
  • Faktor Hormonal juga mungkin dilibatkan, karena banyak kekacauan autoimun lebih sering terjadi pada wanita.

GEJALA

Gejala bervariasi bergantung pada gangguan dan bagian badan yang terkena. Beberapa gangguan autoimun mempengaruhi jenis tertentu jaringan di seluruh badan misalnya, pembuluh darah, tulang rawan, atau kulit.

Gejala gangguan autoimun

Gambaran Gejala-Gejala Penyakit Autoimun

Sumber : https://www.farmmedica.blogspot.com

Gangguan autoimun lainnya mempengaruhi organ khusus. Sebenarnya organ yang mana pun, termasuk ginjal, paru-paru, jantung, dan otak, bisa dipengaruhi. Hasil dari peradangan dan kerusakan jaringan bisa menyebabkan rasa sakit, merusak bentuk sendi, kelemahan, penyakit kuning, gatal, ruam, bengkak, kesukaran pernafasan, penumpukan cairan (edema), demam, lumpuh bahkan kematian.

bagian tubuh yang terserang gangguan autoimun

Bagian Tubuh Yang Dapat Terkena Penyakit Autoimun

Sumber : https://4lifehealthylife.files.wordpress.com

Tes Diagnostik Autoimun

Selain anamnesa dan pemeriksaan fisik, tes-tes berikut juga perlu dilakukan untuk mendiagnosis gangguan autoimun:
  • Antinuclear antibodi tes
  • Autoantibody tes
  • CBC
  • C-reactive protein (CRP)
  • Tingkat sedimentasi eritrosit (ESR)

Tujuan Penggobatan

Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi gejala, mengontrol proses autoimun, menjaga kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Perawatan yang digunakan tergantung pada penyakit tertentu dan gejala.

Tiga penanganan utama penyakit autoimun diantaranya adalah :
  1. Mengatasi gejala atau disebut simtomatik,

  2. Mengganti zat vital yang sudah tidak bisa lagi cukup diproduksi tubuh atau mempertahankan fungsi sistem organ,

  3. Menekan sistem imun penderitanya. Obat-obatan untuk mengontrol atau mengurangi respon sistem kekebalan tubuh disebut obat imunosupresif, salah satunya golongan obat kortikosteroid.

Beberapa pasien mungkin perlu suplemen untuk mengganti hormon atau vitamin yang hilang/berkurang akibat penyakit autoimun. Jika gangguan autoimun mempengaruhi darah, maka diperlukan Plasmapheresis, yaitu darah dialirkan dan disaring untuk menyingkirkan antibodi abnormal. Lalu darah yang disaring dikembalikan kepada pasien. Orang dengan gangguan autoimun yang mempengaruhi tulang, sendi, atau otot mungkin perlu bantuan latihan serta fisioterapi untuk mengembalikan fungsi gerak kembali normal.

Pencegahan selama Pengobatan

Penderita autoimun umumnya mendapatkan terapi penekan sistem imun yang bisa menyebabkan penderita lebih mudah terkena infeksi karena lebih rentan. Maka penting bagi tiap penderita untuk memperhatikan hal ini dan berusaha menjaga agar :

  • Tidak sering terkena infeksi seperti dengan menyiapkan masker jika ke tempat umum,
  • Rajin mencuci tangan setelah menggunakan fasilitas umum,
  • Selain itu memperkuat dari dalam dengan asupan vitamin dari buah-buahan segar.