Kesehatan vidya-medicastore
29-01-2020

Gatal-gatal saat Hamil

(Sumber gambar: http://www.suisenceinte.com)

Gatal-gatal sering dialami oleh ibu hamil, yang biasanya akan hilang setelah bayi lahir. Biasanya gatal dirasakan di bagian perut karena kulit sangat meregang, selain itu gatal juga bisa dirasakan di tungkai bawah.

Penyebab Gatal-gatal saat Hamil

Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami gatal-gatal selain karena kulit yang meregang. Salah satunya karena perubahan hormon. Gatal juga bisa disebabkan karena kondisi kulit yang umum, termasuk eksim. Bila ibu hamil sebelumnya memang sudah pernah mengalami eksim, gejala gatal akan memberat ketika hamil. Area yang terkena biasanya daerah wajah, leher, dan dada. Gatal juga bisa dirasakan di daerah lipatan kulit, misalnya sisi dalam lutut atau siku. Gatal-gatal saat hamil sebagian besar tidak berbahaya, akan tetapi pada beberapa kasus, dapat menandakan sebuah kondisi yang disebut kolestasis intrahepatik pada kehamilan.  

Kolestasis Kehamilan

Kolestasis intrahepatik pada kehamilan (intrahepatic cholestasis of pregnancy, ICP), atau sering disebut dengan kolestasis kehamilan, adalah gangguan pada hati (liver) yang terjadi pada kehamilan lanjut. Normalnya, cairan empedu mengalir dari hati menuju usus untuk membantu mencerna makanan. Pada kolestasis kehamilan, cairan empedu tidak mengalir dengan baik dan menumpuk dalam tubuh.  

Penyebab Kolestasis Kehamilan

Penyebab kondisi ini masih belum jelas. Genetika mungkin berperan. Kondisi ini tampaknya menurun dalam keluarga. Hormon kehamilan juga mungkin terlibat. Kemungkinan kenaikan hormon kehamilan menyebabkan lambatnya aliran cairan empedu, sehingga menumpuk dan pada akhirnya akan masuk ke peredaran darah dan menyebabkan penderitanya merasa gatal.

Faktor Risiko Kolestasis Kehamilan

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko ibu hamil mengalami kolestasis kehamilan, misalnya:

  1. Riwayat keluarga atau riwayat kolestasis kehamilan sebelumnya
  2. Riwayat kerusakan atau penyakit hati
  3. Hamil kembar

Bila pada kehamilan sebelumnya ibu pernah mengalami kolestasis kehamilan, risiko mengalaminya lagi di kehamilan berikutnya menjadi tinggi. Sekitar 60 hingga 75% ibu hamil mengalami kondisi berulang.

Gejala Kolestasis Kehamilan

Kondisi ini menyebabkan timbulnya rasa gatal yang intens, tanpa adanya ruam. Gatal biasanya dirasakan di telapak tangan dan telapak kaki, akan tetapi bagian tubuh lainnya juga dapat terasa gatal. Gatal biasanya memburuk dimalam hari.

Gejala lainnya dapat berupa:

  1. Urin berwarna gelap
  2. Feses pucat
  3. Kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan – gejala ini lebih jarang

Gejala ICP seringkali muncul sejak kehamilan berusia 30 minggu, akan tetapi juga dapat berkembang sejak kehamilan 8 minggu.

Bagaimana Mendiagnosis Kolestasis Kehamilan?

Kondisi ini diketahui dengan menyingkirkan penyebab gatal lainnya dan diagnosis dipastikan dengan pemeriksaan fungsi hati dan kadar empedu.

Bagaimana Penanganannya?

Tujuan dari penanganan kolestasis pada kehamilan adalah untuk menghilangkan rasa gatal dan mencegah komplikasi pada bayi. Dokter akan meresepkan obat untuk menurunkan kadar empedu dalam darah. Ibu hamil juga dapat merendam area yang gatal di air dingin atau hangat. Dokter juga akan memantau fungsi hati dengan pemeriksaan yang teratur.

Apa Bahaya dari Kondisi ini?

Komplikasi dari kolestasis kehamilan dapat dialami oleh ibu dan bayi dalam kandungan. Pada ibu, kondisi ini dapat mempengaruhi cara tubuh menyerap lemak. Penyerapan lemak yang buruk dapat mengakibatkan penurunan kadar faktor-faktor yang bergantung pada vitamin K yang terlibat dalam proses pembekuan darah. Akan tetapi komplikasi ini jarang terjadi.

Pada bayi, komplikasi kolestasis kehamilan dapat berakibat buruk, misalnya:

  1. Lahir premature
  2. Masalah paru akibat aspirasi meconium
  3. Kematian bayi dalam kandungan

Karena komplikasi yang berbahaya bagi bayi, dokter mungkin akan mempertimbangkan bayi dilahirkan sebelum waktunya.  

Dapatkah Kondisi ini Dicegah?

Sayangnya, belum diketahui cara mencegah kondisi ini. Oleh karena itu, apabila ibu mengalami gatal yang berlebihan, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Salam sehat!

 

 

 

Referensi:

  • https://www.babycentre.co.uk/a536367/itchy-skin-during-pregnancy
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cholestasis-of-pregnancy/symptoms-causes/syc-20363257
  • https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/itching-obstetric-cholestasis-pregnant/