Sindroma Cushing
Penyakit
14-07-2021

Sindroma Cushing

Sindroma Cushing (Cushing's syndrome) merupakan suatu kelainan yang timbul ketika tubuh medapat paparan hormon kortisol yang terlalu tinggi selama jangka panjang.  

Penyebab Sindroma Cushing

Sindroma Cushing bisa disebabkan oleh:

  • Penyebab dari luar tubuh, yaitu akibat pemakaian kortikosteroid dosis tinggi untuk waktu lama, misalnya prednison. Obat ini memiliki efek yang sama seperti kortisol pada tubuh.
  • Penyebab dari dalam tubuh yaitu akibat produksi kortisol di dalam tubuh yang berlebihan, misalnya karena :
    • Tumor kelenjar hipofisis
    • Tumor ektopik 
    • Gangguan primer kelenjar adrenal

Gejala Sindroma Cushing

Kebanyakan penderita sindroma Cushing memiliki gejala:

  • Peningkatan berat badan (obesitas), penimbunan lemak pada jaringan tubuh, terutama pada tubuh bagian tengah, punggung bagian atas, diantara bahu (buffalo hump), dan pada muka menyebabkan terjadinya bentuk muka yang membulat (moon face).
  • Striae atau stretch mark berwarna pink atau ungu pada kulit perut, paha, payudara, dan tangan.
  • Penipisan kulit sehingga rapuh dan mudah memar
  • Penyembuhan luka dan infeksi yang lama
  • Jerawat
  • Penebalan atau lebih banyaknya rambut wajah atau tubuh. 
  • Ketidakteraturan atau tidak terjadinya periode menstruasi
  • Penurunan libido
  • Penurunan kesuburan
  • Disfungsi ereksi

gejala sindroma cushing

Tanda dan gejala lain yang dapat timbul antara lain: kelelahan, lemas pada otot, depresi, kecemasan, hilangnya kontrol emosi, gangguan kognitif, peningkatan tekanan darah, gangguan toleransi glukosa yang dapat mengarah pada diabetes, sakit kepala, dan hilangnya massa tulang (osteoporosis) yang dapat menyebabkan mudah terjadi patah tulang.

Selain itu, penderita sindroma Cushing juga memiliki pertahanan tubuh yang menurun untuk melawan infeksi. Risiko terbentuknya batu ginjal dan diabetes meningkat. Anak dengan sindrom Cushing lambat tumbuh dan tetap pendek.

Diagnosis Sindroma Cushing

Dugaan adanya sindrom Cushing dapat dipastikan dengan mengukur kadar kortisol di dalam darah dan air kemih. 

Pemeriksaan radiologi, seperti CT scan atau MRI, dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya abnormalitas pada kelenjar hipofisis atau kelenjar adrenal, misalnya tumor.

Penanganan Sindroma Cushing

Penanganan sindroma Cushing diberikan untuk menurunkan kadar kortisol di dalam tubuh. Penanganan terbaik tergantung dari penyebab terjadinya sindroma Cushing.

Penanganan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menurunkan penggunaan kortikosteroid.
  • Pembedahan. Jika sindroma Cushing terjadi akibat adanya tumor, maka dapat dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor, misalnya tumor kelenjar hipofisis, tumor kelenjar adrenal, tumor pada paru-paru atau pada pankreas.
  • Terapi radiasi. Jika pembedahan tidak dapat dilakukan, maka dapat dilakukan terapi radiasi.

Orang yang kedua kelenjar adrenalnya telah diangkat sebagai pengobatan penyakit Cushing bisa mengalami sindroma Nelson.

Pada kondisi ini, terjadi tumor kelenjar hipofisis, sehingga dihasilkan kortikotropin dan juga hormon lainnya dalam jumlah besar, yang merangsang melanosit sehingga menyebabkan kulit menjadi lebih gelap (hiperpigmentasi).

Tumor hipofisis juga bisa menekan struktur otak di sekitarnya, sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala dan gangguan penglihatan. Pada sebagian penderita, sindroma ini dapat dicegah dengan pemberian terapi radiasi pada kelenjar hipofisis.

Referensi:

  • C, John P. Cushing's Syndrome. Medicine Net. 2014.
  • Mayo Clinic. Cushing's Syndrome. 2010.