Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboreik adalah suatu peradangan pada kulit bagian atas, yang menyebabkan timbulnya sisik pada kulit kepala, wajah dan kadang pada bagian tubuh lainnya.
Istilah dermatitis seboroik (DS) dipakai untuk sejumlah kelainan kulit yang didasari oleh faktor konstitusi dan bertempat di tempat-tempat seboroik, yaitu bagian badan yang banyak kelenjar sebasea (kelenjar lemak) antara lain:
- kepala (“Scalp”, telinga, saluran telinga, belakang telinga, leher),
- muka (alis mata, kelopak mata, glabella/dahi, lipatan nasolabial, bibir, kumis, pipi, hidung, janggut/ dagu),
- badan atas (daerah presternum, daerah interskapula, areolae mammae/puting) dan
- lipatan-lipatan (ketiak, pelipatan bawah mammae/payudara, umbilicus/pusar, lipat paha, daerah anogenital/kelamin dan lipatan bokong).
Gambar Lokasi/Predileksi Dermatitis Seboroik
Penyebab Dermatitis seboroik
Penyebab Dermatitis Seboroik
Penyebabnya tidak diketahui. Dermatitis seboreik sering ditemukan sebagai penyakit keturunan dalam suatu keluarga.
Beberapa faktor risiko terjadinya dermatitis seboreik:
- Stres
- Kelelahan
- Cuaca dingin
- Kulit berminyak
- Jarang mencuci rambut
- Pemakaian lotion yang mengandung alkohol
- Penyakit kulit (misalnya jerawat)
- Obesitas (kegemukan)
- Minum alkohol
Gejala Dermatitis seboroik
Gejala Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboreik biasanya timbul secara bertahap, menyebabkan sisik kering atau berminyak di kulit kepala (ketombe), kadang disertai gatal-gatal tetapi tanpa kerontokan rambut.
Pada kasus yang lebih berat, timbul beruntusan/jerawat bersisik kekuningan sampai kemerahan di sepanjang garis rambut, di belakang telinga, di dalam saluran telinga, alis mata dan dada.
Pada bayi baru lahir yang berumur kurang dari 1 bulan, dermatitis seboroik menyebabkan ruam tebal berkeropeng berwarna kuning di kulit kepala (cradle cap) dan kadang tampak sebagai sisik berwarna kuning di belakang telinga atau beruntusan merah di wajah. Ruam di kulit kepala ini sering disertai dengan ruam popok.
Pada anak-anak, dermatitis seboreik bisa menyebabkan timbulnya ruam yang tebal di kulit kepala yang sukar disembuhkan.
Kapan harus ke Dokter ?
Apapun keluhan yang timbul pada diri Anda segeralah untuk konsultasikan diri ke dokter. Terutama jika Anda merasakan keluhan, seperti :
- Keluhan dermatitis seboroik ini telah menganggu rutinitas dan isitirahat Anda
- Keluhan dermatitis seboroik ini menyebabkan Anda menjadi kurang percaya diri dan juga cemas
- Sudah melakukan berbagai perawatan mandiri, tetapi keluhan tersebut tidak membaik secara signifikan
Diagnosis Dermatitis seboroik
Diagnosis Dermatitis Seboroik
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
- Gejala klinis yang khas.
- Pemeriksaan histopatologi: gambaran dermatitis kronis, spongiosis lebih jelas. Pada epidermis dapat ditemukan parakeratosis fokal dengan abses Munro. Pada dermis terdapat pelebaran ujung pembuluh darah di puncak stratum papilaris disertai sebukan sel-sel neutrofil dan monosit.
- Pemeriksaan KOH 10-20 %: negatif, tidak ada hifa atau blastokonidia.
- Pemeriksaan lampu Wood: fluoresen negatif (warna violet).
Penanganan Dermatitis seboroik
Pengobatan Dermatitis Seboroik
Pengobatan dermatitis seboreik:
a) Sistemik
- Antihistamin H1 sebagai penenang dan anti gatal.
- Vitamin B kompleks.
- Kortikosteroid oral dapat menurunkan insiden dermatitis seboroik. Misalnya Prednison 20-30 mg sehari untuk bentuk berat. Jika telah ada perbaikan, dosis diturunkan perlahan-lahan.
- Antibiotik seperti penisilin, eritromisin pada infeksi sekunder (dermatitis seboroik).
- Isotretinoin dapat digunakan. Efeknya mengurangi aktivitas kelenjar sebasea. Ukuran kelenjar tersebut dapat dikurangi sampai 90%, akibatnya terjadi pengurangan produksi sebum. Dosisnya 0,1-0,3 mg per kg berat badan per hari, perbaikan tampak setelah 4 minggu. Sesudah itu diberikan dosis pemeliharaan 5-10 mg per hari selama beberapa tahun yang ternyata efektif untuk mengontrol penyakitnya.
b) Topikal
- Cuci rambut dengan Selenium sulfida (selsun) seminggu 2-3 kali scalp dikeramasi selama 5-15 menit atau dengan larutan Salisil 1% atau larutan belerang 2-4% atau dalam bentuk krim.
- Kortikosteroid topikal atau krim dapat memberi kesembuhan sementara.
Kortikosteroid topikal (dioleskan di kulit) seperti Hydrocortisone bisa mempercepat kambuhan, menimbulkan ketergantungan karena efek rebound, sehingga tidak dianjurkan kecuali untuk penggunaan jangka pendek.
Komplikasi Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik ini jarang menimbulkan komplikasi. Dalam beberapa kasus, dermatitis seborik ini dapat menimbulkan infeksi sekunder di area tubuh yang terkena dermatitis, seperti pada area kelopak mata pada orang dewasa dan area popok pada bayi.
Anda mungkin juga dapat mengalami kerontokan rambut, tetapi hal ini biasanya disebabkan oleh rasa gatal dan menggosok kulit kepala dan area lain yang terkena dermatitis seboroik, bukan oleh kondisi itu sendiri
Rasa gatal yang terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada folikel rambut Anda, sehingga dapat menganggu pertumbuhan rambut alami Anda dan menyebabkan rambut rontok.
Prognosis Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik umumnya memiliki prognosis yang baik dan dapat sembuh jika dilakukan perawatan yang tepat, tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Kondisi cradle cap pada bayi biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan untuk menghilang.
Pada orang dewasa, kondisi ini sering kali bersifat kronis dan seringkali membutuhkan perawatan jangka panjang.
Informasi Produk Terkait Dermatitis Seboroik
Dokter Spesialis
Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Pencegahan Dermatitis Seboroik
Hindari semua faktor yang memperberat, makanan berlemak, dan stress emosi. Perawatan rambut, dicuci dan dibersihkan dengan shampo.
Referensi
- Djuanda Adhi, Budimulja Unandar, “Dermatitis Seboroik” dan “Tinea Kapitis”, dalam Djuanda Adhi, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Edisi Ketiga, Hal 93-95, 183-185, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2002
- Siregar, R., S., “Dermatitis Seboroika”, dalam Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit, Edisi Kedua, Hal 104-106, Balai Penerbit EGC, Jakarta, 2002
- Schwartz, Robert, et all, “Seborrheic Dermatitis: An Overview”, dalam http://www.aafp.org/afp., American Family Physician, 2006