Informasi Penyakit

Artritis Rematoid Juvenil

dr. VIDYA HARTIANSYAH
21 Juli 2026
Artritis Rematoid Juvenil

Artritis Rematoid Juvenil

dr. VIDYA HARTIANSYAH
21 Juli 2026

Artritis Rematoid Juvenil (ARJ), atau dikenal juga sebagai artritis juvenil idiopatik (JIA), adalah suatu peradangan pada sendi (artritis) menahun (kronis), yang terjadi sebelum usia 16 tahun (mirip dengan artritis rematoid pada dewasa). Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak perempuan.

 


Penyebab Artritis rematoid juvenil

Artritis Rematoid Juvenil

Artritis reumatoid juvenil terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dan jaringan tubuhnya sendiri (gangguan autoimun). Penyebabnya tidak diketahui, tetapi tampaknya dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Mutasi gen tertentu membuat seseorang lebih rentan terhadap paparan faktor-faktor lingkungan (misalnya infeksi virus), yang dapat memicu terjadinya penyakit.


Gejala Artritis rematoid juvenil

Gejala Artritis Rematoid Juvenil

Tanda dan gejala artritis reumatoid junvenil yang paling sering terjadi adalah :

  • Rasa nyeri pada sendi, terutama pada pagi hari atau setelah bangun tidur siang. Rasa nyeri bisa bertambah hebat ketika sendi digerakkan. Anak mungkin tidak dapat mengatakan bahwa sendinya terasa nyeri, tetapi hal ini dapat dilihat dari cara berjalan anak yang menjadi pincang.
  • Pembengkakan pada sendi. Keadaan ini sering terjadi, tetapi biasanya pertama kali terlihat pada sendi-sendi besar (misalnya lutut).
  • Kekakuan. Tanda artirits reumatoid juvenil yang khas adalah adanya kekakuan pada pagi hari yang membaik pada siang hari atau setelah sendi lebih banyak digerakkan.

Artritis reumatoid juvenil bisa mengenai satu sendi atau banyak, dan pada beberapa kasus, penyakit ini bisa mengenai seluruh tubuh. Berdasarkan gejala-gejala yang muncul selama 6 bulan pertama penyakit dan seberapa banyak sendi yang terkena, artritis reumatoid juvenil bisa dibekan menjadi :

- Pausiartikuler. Artritis reumatoid mengenai empat sendi atau kurang. Peradangan biasanya mengenai tungkai (paling sering pada lutut) dan juga rahang bawah dimana sendi terasa nyeri dan membengkak. Selain itu, adakalanya terjadi kekakuan dan pembengkakan pada jari kaki, jari tangan, atau pergelangan tangan.

Jenis pausiartikuler adalah yang paling sering terjadi, yaitu sekitar setengah dari seluruh anak-anak dengan artritis reumatoid juvenil. Jenis ini paling sering terjadi pada anak perempuan yang berusia kurang dari 8 tahun.

- Poliartritis. Artritis reumatoid mengenai lima sendi atau lebih (terkadang bisa sampai mengenai 20-40 sendi). Jenis ini terjadi pada sekitar 30% anak dengan artritis reumatoid juvenil.

Peradangan biasanya bersifat simetris (mengenai sendi yang sama di kedua sisi), misalnya kedua sendi lutut atau kedua sendi panggul. Sendi-sendi kecil, misalnya pada tangan dan kaki, paling sering terkena, tetapi penyakit juga bisa mengenai sendi-sendi besar. Sendi leher, rahang bawah, dan pergelangan tangan juga bisa terkena.

Gejala-gejala bisa muncul secara perlahan dan menyebabkan timbulnya rasa nyeri, pembengkakan, dan rasa hangat pada daerah yang terkena.

- Sistemik (Penyakit Still). Peradangan juga terjadi pada tempat-tempat diluar sendi. Sebelum terjadi nyeri dan pembengkakan pada sendi, seringkali anak mengalami demam tinggi dan muncul ruam pada kulit yang berupa bercak-bercak datar berwarna merah muda, terutama pada badan serta lengan dan kaki bagian atas. Demam dirasakan hilang timbul, biasanya paling tidak selama 2 minggu.

Hati, limpa, dan kelenjar getah bening bisa membesar. Terkadang peradangan bisa terjadi pada selaput jantung atau paru, dan menyebabkan timbulnya nyeri dada. Peradangan ini bisa menyebabkan cairan tertimbun di sekitar jantung atau paru-paru.


Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila anak memiliki gejala sendi bengkak atau kaku, karena bila penanganan terlambat diberikan, sendi akan mengalami kerusakan, pengobatan menjadi kurang efektif dan dapat timbul masalah kesehatan lainnya.

Dengan terapi, sebagian besar anak akan memiliki periode tanpa gejala dan penyakit tidak aktif. Pada sebagian anak lainnya, JIA sepenuhnya sembuh dan tidak diperlukan pengobatan lanjutan. Akan tetapi pada sebagian anak lainnya, diperlukan pengobatan hingga dewasa.

 

 


Diagnosis Artritis rematoid juvenil

Diagnosis Artritis Rematoid Juvenil

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Diagnosis artritis reumatoid juvenil bisa sulit untuk ditegakkan karena nyeri sendi bisa disebabkan oleh berbagai gangguan. Tidak ada satu pun pemeriksaan yang bisa digunakan untuk memastikan diagnosa, tetapi berbagai pemeriksaan bisa dilakukan untuk menyingkirkan berbagai kondisi yang bisa menghasilkan tanda dan gejala yang serupa.

Berbagai pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Hitung darah lengkap
  • Laju endap darah
  • C-reactive protein (CRP)
  • Antibodi anti-nuklear
  • Faktor Rh
  • Analisa cairan sendi
  • Rontgen persendian
  • Rontgen dada
  • EKG
  • Pemeriksaan mata dengan slit-lamp

Penanganan Artritis rematoid juvenil

Pengobatan Artritis Rematoid Juvenil

Terapi untuk artritis reumatoid juvenil difokuskan untuk membantu anak tetap bisa melakukan aktivitas fisik dan sosial. Kombinasi pengobatan diberikan untuk meredakan nyeri dan pembengkakan, sehingga anak bisa menggerakkan sendinya dan mencegah terjadinya komplikasi.

Gejala-gejala artritis reumatoid juvenil bisa menghilang dalam waktu beberapa tahun. Sedikitnya setengah anak dengan penyakit tipe pausiartikuler dan kurang dari setengah anak dengan penyakit tipe poliartikuler atau sistemik mengalami pemulihan yang sempurna. Dengan pemberian terapi sejak dini, sebagian besar anak dapat beraktivitas kembali dengan normal.

Biasanya dokter bisa memberikan obat-obat anti-peradangan non-steroid (NSAID), tetapi untuk anak-anak dengan penyakit sistemik yang berat mungkin membutuhkan pemberian kortikosteroid. Pemberian kortikosteroid harus sesuai dengan petunjuk dokter, karena berisiko untuk mengalami komplikasi jangka panjang, seperti pertumbuhan yang lambat, osteoporosis, dan osteonekrosis. Selain itu, terkadang bisa digunakan obat imunosupresan yang lebih kuat. Namun, obat ini bisa memiliki efek samping seperti depresi sumsum tulang dan toksisitas pada hati.

Selain obat-obatan, terapi fisik dan fleksibilitas juga dilakukan untuk membantu menjaga fungsi dan kekuatan sendi. Jika terjadi artritis reumatoid juvenil yang berat, maka bisa dilakukan pembedahan untuk memperbaiki posisi sendi.


Komplikasi Artritis Rematoid Juvenil

Komplikasi paling sering dari JIA adalah perbedaan panjang tungkai dan kontraktur sendi.  Selain itu JIA dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti:

  • Masalah mata. Beberap ajenis JIA dapat menyebabkan peradangan mata (uveitis), yang bila tidak diobati akan menyebabkan katarak, glaukoma, bahkan kebutaan. Karena peradangan mata seringkali tidak memiliki tanda, anak-anak dengan JIA perlu mendapatkan pemeriksaan teratur dari dokter mata.
  • Masalah pertumbuhan. JIA dapat memperlambat pertumbuhan anak dan mempengaruhi perkembangan tulang. Beberapa pengobatan, terutama kortikosteroid, juga dapat memperlambat pertumbuhan.

Prognosis Artritis Rematoid Juvenil

Prognosis penyakit ini semakin membaik dengan adanya obat-obatan terbaru. Akan tetapi diagnosis dan pemberian terapi yang cepat dan akurat, tetap sangat penting untuk mencegah kerusakan sendi dan mempertahankan fungsi sendi.

 

 


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Artritis Rematoid Juvenil

Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang sel-sel dan jaringan tubuh yang sehat. Hal ini tidak diketahui penyebabnya, sehingga cara mencegahnya tidak diketahui dengan pasti, tetapi faktor keturunan dan lingkungan dapat ikut berperan.

 

 


Referensi

Referensi:

  • Mayo Clinic. Juvenile Idiopathic Arthritis. 2026.
  • P, Frank. S, David D. Juvenile Idiopathic Arthritis. Merck Manual Handbook. 2007.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554605/#. 2023.
  • Z, David. Juvenile Rheumatoid Arthritis. Web MD. 2013.
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa