Pemeriksaan Kesehatan untuk Wanita
Kenapa wanita perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ?
woman's medical check upAda pepatah yang mengatakan bahwa di setiap keluarga yang bahagia pasti terdapat wanita yang sehat. Wanita bisa diibaratkan sebagai penopang keluarga, wanita yang sehat akan mampu untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga yang lainnya. Oleh sebab itu, bahkan penyakit ringan yang dirasakan oleh wanita juga dapat mempengaruhi seluruh anggota keluarga yang lain.

Pemeriksaan kesehatan penting untuk dilakukan oleh setiap orang, demikian juga pemeriksaan kesehatan untuk wanita. Karena pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu untuk menemukan adanya masalah kesehatan bahkan sebelum gejala tersebut muncul. Pemeriksaan kesehatan juga dapat menemukan masalah kesehatan secara dini, sehingga kemungkinan keberhasilan terapi yang dilakukan juga akan lebih besar.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan untuk wanita
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk wanita, meliputi pemeriksaan kesehatan secara umum yang juga biasa dilakukan oleh pria & pemeriksaan kesehatan khusus pada organ tubuh yang hanya terdapat pada wanita.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan untuk wanita, seperti yang medicastore ambil dari women.webmd.com berikut ini :
  • Coba untuk melakukan pemeriksaan kesehatan saat tidak sedang menstruasi, karena pada beberapa tes kesehatan seperti pemeriksaan pap smear, darah menstruasi dapat mempengaruhi hasil dari tes tersebut.
  • Bila ingin melakukan pemeriksaan pap smear, maka dalam waktu 24 jam sebelumnya, sebaiknya jangan menggunakan cairan pembersih vagina (vaginal douche), tampon serta obat-obatan di vagina karena dapat menghilangkan sel abnormal yang mungkin ada.
  • Jangan melakukan hubungan seksual setidaknya 24 jam sebelum melakukan pemeriksaan pap smear karena air mani dapat bercampur dengan lendir pada vagina & mempengaruhi hasil tes yang dilakukan.
  • Beritahukan kepada dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan bila menggunakan metode kontrasepsi tertentu, adanya kemungkinan terjadinya kehamilan atau mengalami gejala tertentu seperti rasa gatal, kemerahan, sakit ataupun perubahan lendir di vagina ataupun mendapat terapi pengobatan tertentu.
Tambahan lain dari situs www.cancer.gov, disarankan bila ingin melakukan pap smear sebaiknya dilakukan pada hari ke-10 atau ke-20 dihitung mulai dari hari pertama menstruasi.

Jenis pemeriksaan kesehatan yang disarankan untuk dilakukan oleh wanita
tensi darahSeperti telah disebutkan sebelumnya, pemeriksaan kesehatan dimaksudkan untuk menemukan adanya masalah kesehatan sebelum menimbulkan gejala. Berikut adalah daftar beberapa pemeriksaan kesehatan yang disarankan untuk dilakukan oleh wanita, yang medicastore ambil dari www.ahrq.gov :
  • Pemeriksaan payudara
    Pemeriksaan payudara dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyakit pada payudara seperti kanker atau tumor payudara. Pemeriksaan kesehatan ini sebenarnya dapat dilakukan sendiri di rumah, tetapi bila diperlukan dapat juga dilakukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui ada tidaknya benjolan atau perubahan bentuk pada payudara yang abnormal. Sebaiknya juga konsultasikan ke dokter apakah diperlukan pemeriksaan penunjang lainnya seperti misalnya mammogram, berdasarkan usia, riwayat kesehatan keluarga dll.

  • Pemeriksaan pap smear
    Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya sel yang abnormal di leher rahim sebagai tanda adanya kanker leher rahim (serviks). Jika berusia diantara 21-65 tahun & telah aktif secara seksual, maka pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan setiap 1-3 tahun sekali. Tetapi jika telah berusia > 65 tahun & pemeriksaan pap smear terakhir menunjukkan hasil yang normal, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan pap smear lagi.

  • Pemeriksaan ada tidaknya penyakit menular seksual
    Adanya penyakit menular seksual dapat membuat wanita menjadi sulit untuk hamil, mempengaruhi bayi yang sedang dikandung ataupun masalah kesehatan lainnya. Jika berusia < 24 tahun & telah aktif secara seksual, dapat dilakukan tes terhadap Chlamydia. Jika berusia > 24 tahun, dapat konsultasi ke dokter untuk dilakukan tes terhadap Chlamydia atau penyakit menular seksual lainnya.

  • Pemeriksaan dubur
    Berawal dari usia 50 tahun, mulai dapat dilakukan pemeriksaan dubur untuk mengetahui ada tidaknya kanker pada daerah anus/dubur. Tetapi jika mempunyai riwayat keluarga dengan kanker anus, maka dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan ini pada usia yang lebih awal lagi.

  • Pemeriksaan tekanan darah
    Sejak usia 18 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah setidaknya setiap 2 tahun sekali. Tekanan darah disebut tinggi bila > dari 140/90. Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya stroke, serangan jantung, masalah pada ginjal & mata serta kegagalan fungsi jantung.

  • Pemeriksaan gula darah
    Lakukan pemeriksaan gula darah jika mempunyai tekanan darah > 135/80 atau jika mengkonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi. Diabetes (tingginya kadar gula dalam darah) dapat menyebabkan masalah kesehatan pada jantung, otak, mata, kaki, ginjal, system syaraf & organ tubuh lainnya.

  • Pemeriksaan kadar kolesterol
    Mulai usia 20 tahun, sebaiknya mulai dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara teratur jika :
    • Merokok.
    • Mengalami kegemukan/obesitas.
    • Mempunyai tekanan darah tinggi atau diabetes.
    • Mempunyai riwayat kesehatan pernah mengalami penyakit jantung atau pembuluh darah yang tersumbat.
    • Mempunyai anggota keluarga laki-laki yang mengalami serangan jantung sebelum usia 50 tahun atau pada wanita, sebelum usia 60 tahun.

  • Pemeriksaan pengeroposan tulang (osteoporosis)
    Pada usia 65 tahun, sebaiknya minta untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan tersebut untuk memastikan mempunyai tulang yang kuat. Jika berusia < 65 tahun, dapat konsultasi ke dokter mengenai perlu tidaknya dilakukan pemeriksaan pengeroposan tulang (osteoporosis) tersebut.
Selain yang telah disebutkan diatas masih ada pemeriksaan kesehatan lain yang juga dapat dilakukan, misalnya pemeriksaan kondisi mental, apakah mengalami depresi atau tidak serta pemeriksaan body mass index (BMI) untuk mengetahui apakah mengalami obesitas atau kegemukan. Obesitas & kegemukan dapat menjurus pada terjadinya penyakit diabetes & kardiovaskular.

Yang terutama adalah kenali tubuh kita sendiri, sehingga bila terjadi perubahan yang tidak biasa, dapat segera dikenali & dilakukan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal deteksi dini terhadap penyakit.

Sumber :
  1. women.webmd.com
  2. www.cancer.gov
  3. www.ahrq.gov