Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui

Masa pertumbuhan anak berlangsung secara alami seiring perubahan pada tulang dan jaringan tubuhnya. Salah satu indikator yang kerap diperhatikan adalah tinggi badan anak, karena dapat memberi gambaran awal tentang proses tumbuh kembang secara umum.

 

Banyak orang tua mengira tinggi badan sepenuhnya ditentukan oleh faktor keturunan. Padahal, lingkungan tempat anak tumbuh juga berperan penting. Asupan gizi, kondisi kesehatan, serta kebiasaan sehari-hari menjadi bagian yang turut mempengaruhi hasil pertumbuhan yang dicapai anak.

 

7 Faktor Penting yang Mempengaruhi Tinggi Badan Anak

 

National Library of Medicine menyebutkan, pertumbuhan anak berlangsung dalam tiga fase penting, yaitu dua tahun pertama kehidupan, masa pra-pubertas, dan pubertas. Pada setiap fase tersebut, tinggi badan dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan lingkungan yang saling berkaitan, antara lain:

 

1. Genetik

 

Faktor genetik menjadi dasar kemampuan tumbuh seorang anak. Berdasarkan penelitian, genetik berkontribusi sekitar 60–80 persen terhadap tinggi badan seseorang.

 

Artinya, anak yang lahir dari orang tua dengan postur tertentu cenderung memiliki pola pertumbuhan serupa. Meski demikian, potensi genetik ini tetap membutuhkan dukungan faktor lain agar dapat berkembang optimal.

 

2. Hormon

 

Pertumbuhan tulang terjadi karena kerja hormon yang memberi sinyal pada lempeng pertumbuhan. Hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh kelenjar pituitari memegang peran utama dalam proses ini.

 

Selain itu, hormon tiroid mendukung metabolisme dan perkembangan jaringan tubuh, sedangkan hormon seks seperti estrogen dan testosteron memengaruhi percepatan pertumbuhan saat pubertas. Ini berpengaruh langsung pada tinggi badan anak.

 

3. Jenis Kelamin

 

Pola tumbuh anak akan berbeda berdasarkan jenis kelaminnya, yang berpengaruh pada waktu dan kecepatan pertumbuhan. Anak perempuan umumnya mengalami pubertas lebih awal, sehingga lonjakan pertumbuhan terjadi lebih cepat.

 

Anak laki-laki memiliki masa pertumbuhan yang lebih panjang dan biasanya mencapai tinggi akhir yang lebih besar. Secara rata-rata, pria dewasa memiliki tinggi sekitar 14 sentimeter lebih tinggi dibandingkan wanita dewasa.

 

4. Pola Tidur

 

Saat anak tidur, tubuh menjalankan proses perbaikan dan pembentukan jaringan. Sejumlah referensi medis menyebutkan bahwa hormon pertumbuhan dilepaskan secara optimal ketika anak berada dalam fase tidur nyenyak. Kurangnya waktu tidur dapat mengganggu proses ini dan berdampak pada tinggi badan jangka panjang.

 

5. Aktivitas Fisik

 

Gerak aktif memberi rangsangan alami pada tulang dan otot. Bermain, berolahraga, dan aktivitas fisik teratur membantu meningkatkan kekuatan otot serta kepadatan tulang. Anak yang aktif bergerak cenderung memiliki perkembangan fisik yang lebih seimbang dan kondisi tubuh yang lebih sehat.

 

6. Asupan Gizi

 

Tubuh anak membutuhkan nutrisi lengkap untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan karena energi yang tersedia diprioritaskan untuk fungsi dasar metabolisme. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan tinggi badan anak.

 

7. Kesehatan dan Lingkungan yang Mendukung

 

Penyakit dan nutrisi memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Infeksi dapat menurunkan asupan dan penyerapan zat gizi, sekaligus meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Di sisi lain, lingkungan yang mendukung, akses gizi berkualitas, dan layanan kesehatan yang baik terbukti berperan dalam pertumbuhan optimal.

 

Contohnya, peningkatan kesejahteraan di negara seperti Jepang dan Korea berkaitan dengan kenaikan rata-rata tinggi badan dalam beberapa dekade terakhir.

 

Cara Mengoptimalkan Tinggi Badan Anak secara Alami dan Sehat

 

Cara Mengoptimalkan Tinggi Badan Anak

 

Ada berbagai langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan anak secara sehat dan berkelanjutan. Upaya ini perlu dilakukan secara konsisten sejak dini, karena tinggi badan anak dipengaruhi oleh kebiasaan jangka panjang yang dimulai bahkan sebelum anak dilahirkan.

 

1. Perhatikan Asupan Gizi Sejak Masa Kehamilan

 

Pemenuhan nutrisi sejak kehamilan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pertumbuhan anak. Periode 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga usia sekitar dua tahun, merupakan fase krusial bagi pertumbuhan fisik.

 

Ibu hamil memerlukan tambahan energi dan protein sesuai trimester kehamilan untuk mendukung perkembangan janin. Gangguan asupan nutrisi pada masa ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan di kemudian hari.

 

2. Optimalkan ASI dan MPASI pada Usia 6–24 Bulan

 

Memasuki usia enam bulan, kebutuhan gizi anak tidak lagi dapat dipenuhi oleh ASI saja. Pemberian ASI yang dilanjutkan dengan makanan pendamping yang tepat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.

 

MPASI perlu diberikan dengan frekuensi, jumlah, dan konsistensi yang sesuai usia, serta memperhatikan kebersihan dan variasi bahan makanan. Kekurangan variasi, terutama sumber protein, dapat menghambat pertumbuhan dan meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan.

 

3. Terapkan Pola Makan Seimbang di Masa Anak-Anak

 

Pada usia anak-anak, pola makan seimbang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan optimal. Mengutip Medical News Today, konsumsi makanan yang beragam membantu anak memperoleh vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

 

Pastikan menu harian mencakup buah, sayur, sumber protein, produk susu, serta zat gizi penting seperti kalsium, vitamin D, dan seng untuk menunjang kesehatan tulang dan perkembangan tinggi badan anak.

 

3. Pastikan Waktu Tidur yang Cukup dan Berkualitas

 

Tidur memiliki kaitan erat dengan proses pertumbuhan karena hormon pertumbuhan dilepaskan secara optimal saat anak berada dalam fase tidur nyenyak. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan, menurunkan kemampuan anak untuk belajar serta berdampak pada kesehatan secara umum.

 

Kebutuhan tidur berbeda pada setiap tahap usia. Bayi biasanya butuh tidur 14-17 jam per hari, balita 11-14 jam, anak sekolah 9-11 jam, dan remaja butuh tidur 8-10 jam ser hari.

 

4. Dorong Anak Tetap Aktif Bergerak

 

Olahraga membantu menjaga kekuatan tulang dan mendukung pelepasan hormon pertumbuhan. Aktivitas fisik memang tidak secara langsung menambah tinggi badan, namun berperan penting dalam menciptakan kondisi tubuh yang sehat untuk tumbuh optimal.

 

Anda dapat mendorong anak melakukan aktivitas seperti berenang, bersepeda, bermain bola basket, atau latihan yang melibatkan lompatan dan beban tubuh.

 

5. Bangun Postur Tubuh dan Pola Hidup Sehat

 

Postur tubuh yang baik membantu menjaga keselarasan tulang dan sendi selama masa pertumbuhan. Ajarkan anak untuk duduk dan berdiri dengan posisi tegak serta menghindari kebiasaan membungkuk.

 

Selain itu, penting untuk menjauhkan anak dari paparan asap rokok, konsumsi kafein berlebihan, dan pola makan yang tidak seimbang. Kebiasaan hidup sehat mendukung kerja hormon dan kesehatan tulang, sehingga pertumbuhan tinggi badan dapat berlangsung secara optimal.

 

Pantau Tinggi Badan Anak dengan Dukungan Layanan Kesehatan Tepercaya

 

Memantau pertumbuhan anak secara berkala membantu Anda memahami apakah proses tumbuh kembangnya berjalan sesuai tahap usia. Dengan pemantauan yang tepat, potensi gangguan pertumbuhan dapat dikenali lebih awal, termasuk perubahan pola tinggi badan anak.

 

Pemeriksaan rutin dapat memastikan anak mendapatkan dukungan yang sesuai kebutuhannya. Di Medicastore, Anda dapat mencari lokasi praktek dokter untuk berdiskusi langsung dengan dokter anak mengenai pola pertumbuhan, kebutuhan nutrisi, hingga langkah yang perlu dilakukan bila terdapat keterlambatan pertumbuhan.

Selain itu, terdapat juga informasi mengenai penyakit, tips kesehatan hingga lokasi fasilitas kesehatan yang dekat dengan tempat tinggal Anda dan keluarga.

 

Mari jadwalkan pemeriksaan rutin dan manfaatkan layanan pencarian dokter anak dari Medicastore. Anda juga dapat mencari informasi kesehatan terpercaya seputar tumbuh kembang anak. Kunjungi situs web Medicastore atau unduh aplikasi Medicastore dan dapatkan pendampingan kesehatan terpercaya.

 

Referensi:

  1. https://www.radjakhospital.com/artikel/detail/gen-atau-gizi-mana-yang-lebih-berpengaruh-pada-tinggi-badan
  2. https://www.halodoc.com/artikel/kata-dokter-faktor-yang-pengaruhi-tinggi-badan-anak
  3. https://sentramedikahospitals.com/artikel/detail/apakah-postur-orang-tua-menentukan-anak-tumbuh-pendek-atau-tinggi/344
  4. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6177663/
  5. https://magicfoundationafrica.org/info-factors-affecting-child-growth-development.html
  6. https://medmatch.co.uk/6-tips-to-support-kids-in-reaching-their-desired-height/