Salah satu masalah kesehatan yang harus terus diwaspadai adalah diare akut. WHO mendefinisikan diare sebagai kondisi buang air besar dengan feses encer atau berair sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Di balik gejala tersebut, infeksi bakteri penyebab diare kerap menjadi faktor utama permasalahan ini.
Memahami gejala yang mengarah pada infeksi bakteri membantu Anda mendapatkan penanganan yang sesuai. Penilaian medis yang baik akan memudahkan penentuan pemeriksaan lanjutan, pemberian antibiotik, serta terapi cairan guna mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jenis Bakteri Penyebab Diare dan Ragam Gejala yang Ditimbulkan

Kasus diare di Indonesia masih sering berkaitan dengan konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi. Setiap bakteri memiliki sumber penularan serta dampak yang berbeda bagi tubuh. Berikut adalah beberapa jenis bakteri yang paling sering ditemukan sebagai penyebab diare:
1. Clostridioides Difficile
Pada kondisi tertentu, keseimbangan bakteri normal di usus dapat terganggu, terutama setelah penggunaan antibiotik dalam waktu lama. Situasi ini membuka peluang bagi Clostridiosis difficile untuk berkembang dan memicu infeksi. Pasien rawat inap atau memiliki riwayat penyakit usus punya risiko lebih tinggi.
Keluhan yang sering muncul berupa diare berulang dengan intensitas tinggi. Nyeri perut dan demam kerap menyertai akibat peradangan pada usus besar. Bila tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memperpanjang masa pemulihan.
2. Escherichia Coli
Paparan Escherichia coli (E.coli) sering berkaitan dengan kebersihan makanan dan minuman. National Library of Medicine menyebutkan, bakteri penyebab diare ini dapat masuk ke tubuh melalui daging yang kurang matang, susu mentah, atau air minum yang tercemar.
Penularan lebih sering terjadi di lingkungan dengan sanitasi yang belum optimal. Gejala yang ditimbulkan meliputi diare, kram perut, dan muntah. Sebagian orang juga mengalami sakit kepala serta demam ringan. Kehilangan cairan dapat berlangsung cepat bila diare tidak segera tertangani.
3. Listeria Monocytogenes
Bakteri Listeria monocytogenes umumnya berasal dari bahan pangan tertentu yang dikonsumsi tanpa pengolahan sempurna. Produk susu yang tidak dipasteurisasi, daging setengah matang, dan sayuran mentah menjadi sumber penularan yang sering ditemukan.
Infeksi dapat terjadi secara perlahan dan awalnya tampak ringan. Namun, resikonya tidak boleh diremehkan. Keluhan yang muncul biasanya berupa diare, mual, dan demam. Pada ibu hamil, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi serius.
4. Salmonella
Konsumsi produk hewani yang kurang matang menjadi jalur utama masuknya Salmonella ke dalam tubuh. Unggas, telur, daging, serta susu mentah termasuk sumber yang sering dikaitkan. Selain itu, kontak dengan hewan yang terinfeksi juga meningkatkan risiko penularan.
Infeksi Salmonella umumnya menimbulkan diare, demam, mual, dan kram perut. Pada sebagian besar kasus, keluhan dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, kondisi tertentu dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih berat.
5. Campylobacter
Bakteri penyebab diare ini banyak ditemukan pada unggas dan dapat berpindah ke daging selama proses penyembelihan. Risiko infeksi meningkat bila daging tidak dimasak hingga matang sempurna. Paparan ini cukup sering terjadi dalam keseharian. Kesadaran terhadap cara memasak menjadi faktor penting.
Keluhan yang muncul meliputi diare, nyeri perut, mual, dan demam. Pada sebagian kecil kasus, infeksi dapat memicu komplikasi lanjutan. Gangguan pada sistem saraf termasuk risiko yang jarang tetapi serius. Penanganan dini membantu mencegah dampak tersebut.
6. Shigella
Lingkungan dengan sanitasi kurang baik memudahkan penyebaran Shigella. Penularan dapat terjadi melalui makanan, minuman, atau kontak langsung dengan penderita. Konsumsi sayuran mentah dan kondisi tempat tinggal yang padat meningkatkan risikonya.
Infeksi biasanya ditandai dengan diare yang dapat bercampur darah. Nyeri perut dan demam sering menyertai keluhan tersebut. Anak-anak dan lansia lebih rentan mengalami dehidrasi berat.
7. Vibrio Cholerae
Di wilayah dengan akses air bersih terbatas, Vibrio cholerae atau kolera masih menjadi ancaman kesehatan. Bakteri ini menyebar melalui air minum atau makanan yang terkontaminasi. Dalam kondisi tertentu, penyebaran dapat terjadi secara cepat.
Gejala khasnya berupa diare berair dalam jumlah besar. Muntah dan kram perut sering muncul bersamaan. Kehilangan cairan yang cepat dapat membahayakan nyawa bila tidak segera ditangani.
Cara Mencegah Infeksi Bakteri Penyebab Diare
Sebagian besar kasus diare berkaitan erat dengan kebersihan. Maka dari itu, aspek ini perlu diperhatikan. Meski tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, Anda dapat menekan paparan bakteri penyebab diare dalam aktivitas sehari-hari dengan beberapa langkah berikut:
1. Biasakan Mencuci Tangan dengan Benar
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan langkah dasar yang sangat efektif. Kebiasaan ini perlu dilakukan setelah menggunakan toilet, sebelum dan sesudah makan, serta saat selesai mengolah bahan makanan mentah.
Tangan juga sebaiknya dibersihkan setelah batuk, bersin, atau mengganti popok. Jika tidak tersedia air, pembersih tangan (hand sanitizer) berbasis alkohol dapat digunakan sebagai alternatif sementara
2. Olah dan Simpan Makanan dengan Aman
Pengolahan makanan yang tepat berperan besar dalam mencegah infeksi. Makanan, terutama daging dan produk hewani, perlu dimasak hingga matang sempurna karena panas dapat membunuh bakteri berbahaya.
Selain itu, simpan makanan pada suhu yang sesuai dan hindari mengkonsumsi makanan yang sudah melewati tanggal kadaluarsa. Langkah ini membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab diare dalam makanan.
3. Perhatikan Kualitas Minuman yang Dikonsumsi
Air minum yang tidak diolah berisiko menjadi sumber penularan diare. Sebaiknya hindari air keran, es batu, atau minuman yang tidak jelas proses pengolahannya. Susu dan jus yang tidak dipasteurisasi juga perlu dihindari. Jika ragu, pilih air kemasan atau minuman yang telah direbus.
4. Cermat Memilih Makanan Saat Bepergian
Saat berada di luar daerah asal, risiko paparan kuman bisa meningkat. Hindari konsumsi daging, hasil laut, serta telur yang disajikan mentah atau setengah matang.
Buah dan sayuran mentah sebaiknya dikonsumsi setelah dikupas sendiri atau dipastikan kebersihannya. Langkah ini membantu mengurangi risiko infeksi dari makanan yang terkontaminasi.
5. Pertimbangkan Vaksinasi dan Konsultasi Medis
Upaya pencegahan juga dapat diperkuat melalui vaksinasi, terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksin rotavirus dapat membantu melindungi dari diare akibat infeksi virus yang umum terjadi.
Bagi Anda yang akan bepergian dalam jangka waktu lama ke daerah dengan risiko kesehatan tertentu, konsultasi dengan tenaga medis mengenai penggunaan antibiotik pencegahan dapat menjadi pertimbangan.
Cegah Diare Bersama Medicastore
Infeksi diare memerlukan perhatian yang tepat sejak awal agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Pemahaman jenis bakteri, gejala, serta pilihan penanganan yang sesuai membantu mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Medicastore menghadirkan kemudahan untuk mendapatkan informasi kesehatan untuk membantu Anda mengambil keputusan tepat. Di Medicastore, Anda bisa mendapatkan informasi tentang obat, penyakit, tempat praktek dokter, fasilitas kesehatan hingga beragam artikel dan tips-tips kesehatan lainnya. Tersedia juga konsultasi dengan dokter umum untuk pelayanan kesehatan.
Kunjungi website Medicastore atau unduh aplikasinya untuk berkonsultasi dan mengecek katalog produk kesehatan yang tersedia. Pilih solusi yang sesuai kebutuhan Anda, dan lakukan penanganan diare dengan lebih terkontrol dan aman.
Referensi:
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551643/
- https://www.medicelle.co.id/kenali-8-jenis-bakteri-penyebab-diare-wajib-waspada/
- https://hellosehat.com/pencernaan/diare/bakteri-penyebab-diare/
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4108-diarrhea
- https://www.biocodexmicrobiotainstitute.com/en/bacterial-diarrhea-only-case-where-antibiotics-can-be-used
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241
- https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/infeksi-enterik/diare#