Asma merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan konsisten. Dalam penanganannya, inhaler menjadi terapi yang sering diresepkan dokter, meskipun masih banyak pasien yang belum memahami perbedaan jenis inhaler asma secara tepat.
Kurangnya pemahaman tersebut dapat membuat penggunaan inhaler menjadi tidak optimal dan berisiko meningkatkan serangan asma yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis inhaler, fungsi masing-masing, serta cara pemakaian yang sesuai anjuran medis.
Daftar Jenis Inhaler Asma

Secara umum, jenis dari inhaler asma dibedakan berdasarkan bentuk alat dan mekanisme penghantaran obat ke paru-paru.
Setiap jenis memiliki cara penggunaan yang berbeda dan biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien, tingkat keparahan asma, serta kemampuan koordinasi pernapasan. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Metered Dose Inhaler
Metered Dose Inhaler merupakan jenis inhaler yang paling banyak diresepkan dalam terapi asma karena praktis dan memiliki dosis obat yang terukur secara konsisten. MDI bekerja dengan cara menyemprotkan obat dalam bentuk aerosol langsung ke saluran pernapasan, sehingga efeknya dapat dirasakan relatif cepat.
Obat yang digunakan pada MDI bisa berupa bronkodilator untuk meredakan gejala maupun kortikosteroid inhalasi untuk mengontrol peradangan saluran napas.
Namun, efektivitas MDI sangat bergantung pada teknik penggunaan yang benar. Pasien perlu melakukan koordinasi antara menekan tabung inhaler dan menarik napas secara perlahan dan dalam. Jika koordinasi tidak tepat, sebagian besar obat justru akan tertahan di mulut atau tenggorokan dan tidak mencapai paru-paru.
Secara medis, cara penggunaan MDI yang dianjurkan meliputi mengocok inhaler sebelum dipakai, menghembuskan napas secara perlahan, lalu menarik napas dalam sambil menekan inhaler.
Setelah obat terhirup, pasien disarankan menahan napas selama sekitar 10 detik agar partikel obat dapat mengendap dan bekerja optimal di saluran napas. Teknik ini direkomendasikan oleh berbagai panduan asma internasional karena terbukti meningkatkan efektivitas terapi.
2. Dry Powder Inhaler (DPI)
Dry Powder Inhaler adalah jenis inhaler yang menghantarkan obat dalam bentuk serbuk kering tanpa menggunakan gas pendorong. Berbeda dengan MDI, DPI tidak memerlukan koordinasi menekan alat, melainkan mengandalkan kekuatan tarikan napas pasien untuk membawa obat masuk ke paru-paru.
Karena mekanismenya tersebut, DPI umumnya diresepkan untuk pasien yang kesulitan menggunakan MDI atau tidak mampu melakukan koordinasi tangan dan napas dengan baik.
Namun, penggunaan DPI menuntut pasien untuk menarik napas dengan cepat dan cukup kuat. Jika tarikan napas terlalu lemah, obat tidak akan terdispersi dengan baik dan efektivitas terapi menjadi berkurang.
Dalam kondisi serangan asma berat, DPI sering kali kurang direkomendasikan karena pasien biasanya mengalami sesak napas hebat dan tidak mampu menarik napas secara optimal. Oleh karena itu, pemilihan jenis inhaler ini harus disesuaikan dengan kondisi klinis dan selalu berdasarkan evaluasi dokter.
3. Soft Mist Inhaler (SMI)
Soft Mist Inhaler (SMI) merupakan jenis inhaler yang menghasilkan kabut obat yang sangat halus dengan kecepatan rendah. Teknologi ini memungkinkan partikel obat bertahan lebih lama di udara, sehingga lebih mudah terhirup dan mencapai saluran napas bagian bawah.
Keunggulan SMI terletak pada kemampuannya meningkatkan deposisi obat di paru-paru dengan kebutuhan koordinasi yang lebih minimal dibandingkan MDI. Hal ini membuat SMI sering direkomendasikan untuk pasien lanjut usia atau pasien dengan keterbatasan fisik dan koordinasi.
Meskipun relatif lebih mudah digunakan, SMI tetap memerlukan teknik pemakaian yang benar dan kepatuhan terhadap dosis yang ditetapkan dokter. Penggunaan yang tidak sesuai tetap berisiko menurunkan efektivitas pengobatan, sehingga edukasi dan evaluasi berkala tetap diperlukan.
4. Inhaler dengan Spacer
Spacer bukan merupakan jenis inhaler tersendiri, melainkan alat tambahan yang digunakan bersama MDI. Dalam praktik klinis, kombinasi MDI dengan spacer sangat dianjurkan karena dapat membantu mengurangi kesalahan penggunaan inhaler semprot.
Spacer berfungsi sebagai ruang penampung sementara, sehingga obat tidak langsung masuk ke mulut saat disemprotkan. Dengan demikian, pasien memiliki waktu lebih baik untuk menghirup obat secara perlahan dan dalam.
Penggunaan spacer terbukti dapat meningkatkan jumlah obat yang mencapai paru-paru sekaligus mengurangi efek samping lokal seperti iritasi tenggorokan atau suara serak.
Alat ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, lansia, serta pasien yang mengalami kesulitan koordinasi. Oleh karena itu, dokter sering merekomendasikan spacer sebagai bagian dari strategi untuk mengoptimalkan efektivitas jenis inhaler MDI dalam pengelolaan asma jangka panjang.
Kesalahan Saat Menggunakan Inhaler dan Cara Menghindarinya
Meskipun terlihat sederhana, penggunaan jenis inhaler yang tidak tepat masih sering terjadi. Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak mengocok inhaler sebelum digunakan, sehingga dosis obat yang masuk menjadi tidak optimal.
Selain itu, banyak pasien yang tidak menahan napas setelah menghirup obat, padahal langkah ini penting agar obat dapat bekerja maksimal.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penggunaan inhaler tanpa jeda waktu yang cukup jika diperlukan lebih dari satu semprotan. Hal ini dapat menyebabkan obat tidak terserap dengan baik. Pada DPI, tarikan napas yang terlalu lemah juga membuat obat tidak sampai ke paru-paru.
Untuk menghindari kesalahan tersebut, Anda disarankan untuk secara berkala meminta evaluasi teknik penggunaan inhaler kepada dokter atau tenaga kesehatan. Edukasi ulang sangat penting, terutama jika Anda menggunakan lebih dari satu jenis inhaler dalam terapi asma harian.
Langkah Aman Memilih Inhaler yang Sesuai Kondisi Asma
Pemilihan jenis inhaler tidak dapat disamaratakan untuk setiap pasien asma. Dokter biasanya mempertimbangkan beberapa faktor penting, seperti tingkat keparahan asma, frekuensi serangan, usia pasien, serta kemampuan koordinasi dan kekuatan napas.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami bahwa inhaler yang cocok untuk satu orang belum tentu efektif bagi orang lain.
- Sesuaikan dengan tingkat keparahan asma
Dokter akan menentukan jenis inhaler berdasarkan frekuensi dan tingkat keparahan gejala asma, baik sebagai pereda cepat maupun pengontrol jangka panjang.
- Perhatikan kemampuan koordinasi dan kekuatan napas
Pasien yang kesulitan koordinasi biasanya lebih cocok menggunakan inhaler dengan spacer atau Soft Mist Inhaler, sementara Dry Powder Inhaler membutuhkan tarikan napas yang kuat.
- Pertimbangkan usia dan kondisi fisik
Anak-anak dan lansia umumnya disarankan menggunakan jenis inhaler yang lebih mudah digunakan untuk meminimalkan kesalahan pemakaian.
- Utamakan kenyamanan dan kepatuhan penggunaan
Jenis inhaler yang nyaman dan mudah digunakan akan membantu Anda lebih konsisten menjalani terapi asma sesuai anjuran dokter.
- Gunakan hanya berdasarkan resep dan evaluasi dokter
Seluruh obat inhaler termasuk obat keras, sehingga pemilihan dan penggunaannya harus dilakukan dengan resep serta pengawasan tenaga medis.
Gunakan Inhaler Secara Tepat untuk Kontrol Asma yang Lebih Baik
Pemilihan jenis inhaler dan cara penggunaannya yang benar merupakan bagian penting dalam pengelolaan asma jangka panjang. Dengan memahami perbedaan setiap jenis, Anda dapat membantu memastikan obat bekerja sesuai tujuan terapi dan mengurangi risiko serangan asma yang tidak terkontrol.
Melalui Medicastore, Anda dapat memperoleh informasi kesehatan yang akurat mengenai jenis inhaler asma, termasuk panduan penggunaan yang sesuai rekomendasi medis.
Medicastore juga hanya menyediakan obat inhaler yang berkualitas dan berdasarkan resep dokter, sehingga keamanan dan ketepatan terapi tetap terjaga. Selain itu, tersedia pula produk pendukung seperti spacer dan alat kebersihan saluran napas untuk membantu pengelolaan asma sehari-hari.
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/8694-inhalers
- https://www.alodokter.com/ketahui-jenis-alat-inhaler-asma-dan-cara-menggunakannya
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/pernapasan/mengenal-jenis-jenis-inhaler-untuk-penderita-asma?srsltid=AfmBOopZIx9LGy_tewbf8auD_Fh2EB2o-XIAokVQL66ePk-9afUvscm6
- https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/inhaler
- https://kidshealth.org/en/teens/inhaler.html