Bintitan di mata merupakan masalah kesehatan yang dipicu oleh infeksi bakteri pada kelenjar minyak. Benjolan kecil menyerupai jerawat tersebut menimbulkan rasa nyeri dan gatal. Oleh sebab itu, siapapun yang mengalami kondisi ini pasti segera mencari cara instan untuk menghilangkannya.
Sebagian besar kasus bintitan bersifat jinak dan memiliki kecenderungan untuk sembuh secara alami tanpa intervensi obat-obatan berat. Namun, memahami kapan saatnya memberikan perawatan sangat penting untuk menghindari infeksi yang lebih luas.
Apa Itu Bintitan di Mata?
Bintitan atau dalam istilah medis disebut hordeolum disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil mirip jerawat yang berisi nanah di tepi kelopak mata. Umumnya, disertai rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan di area sklera.
Satu hal yang sangat penting adalah jangan pernah mencoba memencet atau mengeluarkan nanah di dalam benjolan tanpa anjuran dokter. Tindakan tersebut justru bisa memperparah infeksi dan menyebarkannya ke area lain. Jika dirasa sakit cukup parah, segera periksa ke poli mata.
Mencegah bintitan sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan selalu menjaga kebersihan area mata. Pastikan Anda rajin mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, selalu membersihkan sisa makeup sebelum tidur. Paling penting rutin mengganti produk riasan mata setiap tiga bulan sekali.
Penyebab dan Faktor Risiko Bintitan

Untuk memahami bintitan, kita perlu mengetahui penyebab dan faktornya agar bisa mencegah sejak awal dan menjaga kesehatan mata. Berikut beberapa penyebab dan faktor risiko yang perlu diperhatikan.
- Penyebab utama sebagian besar bintitan adalah bakteri bernama Staphylococcus aureus. Namun, jenis bakteri lain seperti S. epidermidis atau bakteri golongan Streptococcus bisa menjadi pemicunya.
- Bintitan luar terjadi akibat infeksi pada kelenjar minyak di pangkal bulu mata atau kelenjar keringat di kelopak mata.
- Bintitan dalam terjadi karena infeksi yang lebih dalam pada kelenjar Meibom yang terletak di dalam lempeng kelopak mata.
- Jarang membersihkan area tepi kelopak mata dapat memicu pertumbuhan bakteri dan menyumbat kelenjar minyak.
- Penyakit blefaritis atau peradangan kelopak mata dan gangguan fungsi kelenjar Meibom dapat menyumbat saluran kelenjar sehingga memicu bintitan.
- Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis dapat membawa bakteri ke kelopak mata.
- Sering memakai riasan mata dapat menyumbat kelenjar minyak.
- Sisa make-up yang tidak bersih sempurna bisa menjadi tempat favorit bagi bakteri untuk berkembang biak.
- Stres yang berkepanjangan dapat melemahkan sistem imun. Begitu pula dengan kondisi medis tertentu yang membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi.
Apakah Bintitan di Mata Bisa Sembuh Sendiri?
Umumnya, bintitan dapat sembuh sendiri dalam satu hingga dua minggu. Proses penyembuhannya terdiri dari tiga tahap. Diawali dengan munculnya rasa nyeri selama beberapa hari, kemudian masuk ke fase pecah atau keluarnya cairan yang mengurangi rasa sakit, dan diakhiri dengan pemulihan dalam waktu seminggu.
Meskipun sebagian besar bintitan di mata bisa sembuh secara alami, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Terutama ketika kondisi tidak membaik setelah satu minggu atau justru semakin parah. Di beberapa kasus, penderita bintitan tidak dapat melakukan aktivitas secara normal.
Perawatan mandiri yang tepat di rumah memang sangat membantu. Namun, pengawasan profesional tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada komplikasi dan proses penyembuhan berjalan optimal. Cepat atau lambatnya kesembuhan juga sangat bergantung pada kondisi kesehatan tubuh.
Cara Mengatasi Bintitan dengan Aman
Bintitan di mata yang tidak disebabkan oleh gangguan kronis dapat ditangani secara mandiri di rumah. Berikut ini, cara yang dapat Anda ikuti untuk membantu mempercepat penyembuhan.
1. Kompres Area Mata dengan Air Hangat
Suhu hangat membantu melunakkan nanah di dalam kelenjar, sehingga cairan tersebut dapat keluar secara alami. Panas yang merambat akan meningkatkan sirkulasi darah di area kelopak mata. Kondisi tersebut mempercepat proses perlawanan sistem imun terhadap bakteri penyebab infeksi.
Untuk melakukannya, rendam kain lap bersih atau kapas dalam air hangat, lalu peras hingga tidak terlalu basah. Tempelkan kompres tersebut di atas mata yang tertutup selama 5 hingga 10 menit. Lakukan langkah ini sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari.
2. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri
Rasa nyeri, berdenyut, dan bengkak sering kali menyertai kemunculan bintitan di mata. Jika rasa tidak nyaman tersebut mengganggu aktivitas, penggunaan pereda nyeri dapat menjadi solusi sementara. Obat-obatan ini menghambat zat kimia dalam tubuh yang memicu peradangan dan sinyal rasa sakit.
Anda dapat mengonsumsi obat, seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan atau anjuran apoteker. Perlu diingat bahwa obat ini hanya berfungsi meredakan gejala nyeri dan bukan untuk mematikan bakteri penyebab infeksi secara langsung.
3. Membersihkan Kelopak Mata Secara Rutin
Menjaga kebersihan area mata untuk mencegah infeksi tidak menyebar ke area lain. Anda perlu membersihkan kelopak mata dari kotoran, terutama saat bangun tidur. Proses pembersihan bertujuan untuk memastikan saluran kelenjar tidak semakin tersumbat oleh penumpukan sel kulit mati atau sebum.
Gunakan cairan pembersih khusus kelopak mata yang tidak pedih di mata. Campurkan sedikit dengan air hangat, lalu usap perlahan menggunakan kapas pada area yang mengalami bintitan. Setelah selesai, keringkan dengan tisu bersih sekali pakai.
4. Tidak Memakai Lensa Kontak
Selama masa penyembuhan bintitan, sangat disarankan untuk menanggalkan lensa kontak untuk sementara waktu. Lensa kontak dapat menjadi media perpindahan bakteri dari bintitan ke bagian mata yang lebih dalam. Gesekan memasang atau melepas lensa kontak dapat memicu iritasi pada benjolan.
Jika tetap memaksakan penggunaan lensa kontak, risiko kontaminasi bakteri pada lensa tersebut sangatlah tinggi. Bakteri yang tertinggal pada permukaan lensa bisa menyebabkan infeksi berulang bahkan setelah bintitan di mata dinyatakan sembuh.
5. Hindari Penggunaan Kosmetik
Penggunaan riasan mata seperti maskara, eyeliner, atau eyeshadow harus dihentikan total saat mata sedang bintitan. Partikel dari produk kosmetik dapat menyumbat pori-pori dan memperparah sumbatan pada kelenjar minyak yang sedang terinfeksi.
Kuas atau aplikator kosmetik yang bersentuhan dengan bintitan akan terkontaminasi bakteri. Hal ini berisiko menularkan infeksi saat digunakan kembali di kemudian hari. Membiarkan area mata tanpa riasan memberikan ruang bagi kulit mempercepat proses regenerasi jaringan yang rusak.
Bintitan Tak Kunjung Sembuh? Cek Pilihan Perawatannya di Medicastore
Bintitan yang tak kunjung sembuh sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan yang tepat. Anda bisa mulai dengan melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat serta menjaga kebersihan area mata secara konsisten agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.
Melalui Medicastore, Anda dapat menemukan pilihan praktek dokter dan fasilitas kesehatan yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal untuk penanganan lebih lanjut sebelum kondisi berkembang lebih serius.
Selain itu di Medicastore juga tersedia beragam produk kesehatan, termasuk obat-obatan. Proses pemesanan juga praktis dengan layanan pengiriman yang cepat, sehingga kebutuhan perawatan bisa segera terpenuhi tanpa harus keluar rumah.
Referensi:
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459349/
- https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/hordeolum
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459349/
- https://nweyeclinic.com/how-long-does-it-take-a-stye-to-go-away-recovery-steps-explained/
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17658-stye