Burnout di tempat kerja seringkali digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu karena pekerjaan. Burnout ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena memicu masalah kesehatan fisik dan mental seseorang, bahkan membuat penderitanya kehilangan semangat bekerja.
Fenomena ini bukan hanya sekedar kelelahan biasa. Melainkan kondisi kompleks yang menjadi tantangan kesehatan mental serius di era lingkungan kerja modern yang menuntut semuanya serba cepat dan sempurna. Burnout melibatkan energi fisik dan mental secara mendalam akibat tekanan kerja berkepanjangan.
Mengenal Burnout di Tempat Kerja dan Gejalanya
Burnout adalah kondisi ketika seseorang mengalami kehilangan energi fisik maupun mental. Kondisi ini umumnya disebabkan karena situasi yang tidak mendukung atau tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan di tempat kerja.
Adapun gejala burnout secara garis besar dapat dikenali dengan penderitanya mengalami kelelahan fisik, emosi, dan mental yang intens seperti di bawah ini:
- Sakit kepala dan demam.
- Tegang pada otot leher dan bahu.
- Susah tidur.
- Gelisah, tertekan, dan putus asa.
- Perasaan lelah dan lemah secara fisik maupun mental.
- Mudah tersinggung dan marah.
- Kurang bersimpati, acuh tak acuh, dan kurang bertoleransi.
- Ketidakpuasan dan hilangnya semangat terhadap pekerjaan.
- Performa dan produktivitas kerja menurun.
Penyebab Burnout di Tempat Kerja

Bersumber dari Brawijaya Hospital, burnout di tempat kerja jarang terjadi secara tiba-tiba. Melainkan penyebabnya merupakan hasil dari akumulasi tekanan struktural dan kurangnya dukungan atau apresiasi yang berpengaruh pada kurang terciptanya lingkungan kerja yang sehat secara berkelanjutan.
1. Tekanan atau Beban Pekerjaan yang Besar
Penyebab burnout yang pertama adalah adanya tekanan atau beban pekerjaan yang besar. Volume pekerjaan yang melebihi kapasitas kemampuan, waktu, dan energi karyawan menyebabkannya mengalami burnout. Akibatnya karyawan merasa tidak nyaman dan kurang senang dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Contoh dari tekanan pekerjaan yang besar adalah ketika tenggat waktu terus mendesak tanpa adanya jeda istirahat yang cukup, menyebabkan sistem saraf manusia mengalami kegagalan fungsi. Ditambah kurangnya kontrol terhadap cara penyelesaian pekerjaan maka mempercepat karyawan mengalami burnout.
2. Kurangnya Apresiasi dan Pengakuan
Selanjutnya kurangnya apresiasi dan pengakuan terhadap kinerja karyawan juga menjadi salah satu penyebab utama karyawan mengalami burnout. Apresiasi ini merupakan bentuk validasi bahwa keberadaan dan kemampuan seseorang memiliki nilai.
Tanpa adanya apresiasi karyawan bisa berpikiran tidak pernah merasa puas terhadap kinerjanya sendiri, pekerjaan terasa sia-sia, dan merasa tidak pernah melakukan suatu hal yang bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Kondisi ini menyebabkan motivasi kerja menurun dan mengalami stres kronis.
3. Lingkungan Kerja yang Toksik
Lingkungan kerja yang toksik atau budaya kantor yang dipenuhi konflik, perundungan, atau kompetisi tidak sehat akan meningkatkan karyawan mengalami burnout. Kondisi ini bisa menyebabkan karyawan merasa memikul semua beban pekerjaan sendirian.
Selain itu lingkungan kerja yang toksik dapat menciptakan stres kronis bagi karyawan. Pasalnya kondisi tersebut menimbulkan minimnya dukungan sosial, memiliki beban kerja berlebih, dan merasa terintimidasi yang secara bertahap akan mengakibatkan habisnya energi fisik dan emosional karyawan.
4. Ketidakseimbangan Antara Kehidupan Kerja dan Pribadi
Ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi atau work life balance ini memaksa otak untuk terus terjaga melakukan pekerjaan tanpa adanya jeda istirahat yang cukup antara jam kerja dan waktu pribadi. Kondisi ini memicu kelelahan fisik dan mental ekstrem yang menurunkan produktivitas karyawan.
Karena terlalu fokus pada pekerjaan menjadi mengorbankan waktu pribadi untuk diri sendiri, dan keluarga yang seharusnya digunakan untuk beristirahat dan merefresh pikiran. Akibatnya dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas hidup seperti hubungan dengan keluarga atau pasangan menjadi renggang.
5. Kurangnya Makna dan Tujuan Bekerja
Kurangnya makna dan tujuan bekerja terjadi ketika pekerjaan terasa monoton dan membosankan. Kondisi tersebut menyebabkan karyawan merasa tidak mendapatkan dampak positif yang jelas dari pekerjaan yang dilakukan. Sehingga merasa energi fisik dan mental terkuras banyak.
Jika dibiarkan berkepanjangan bisa menurunkan motivasi dan semangat karyawan untuk bekerja. Parahnya Anda dapat menjadi rentan mengalami kelelahan kronis yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Cara Mengatasi Burnout di Tempat Kerja Secara Efektif
Mengatasi burnout diperlukan pendekatan sistematis untuk meregulasi ulang sistem saraf dan kapasitas mental. Namun burnout yang tidak diatasi dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental penderitanya. Untuk mengatasinya bisa dengan mengikuti beberapa langkah efektif berikut ini:
1. Restrukturisasi Reward
Cara pertama bisa dilakukan dengan restrukturisasi reward. Cara ini bertujuan untuk menghargai karyawan sesuai dengan kinerja atau pengorbanan yang telah diberikan di tempat kerja. Ketika karyawan diberikan penghargaan yang sesuai dengan usahanya maka dapat merasakan kepuasan kerja yang lebih tinggi.
2. Membuat Skala Prioritas Pekerjaan
Cobalah membuat skala prioritas pekerjaan Anda dimulai dari yang penting hingga ke yang kurang penting. Tindakan ini membantu Anda untuk mengetahui pekerjaan mana yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Alhasil tidak perlu menguras energi terlalu banyak untuk menyelesaikan semua pekerjaan.
3. Membicarakan Masalah Kepada Orang yang Dapat Dipercaya
Anda bisa mengkomunikasikan masalah yang dialami kepada atasan secara langsung. Contoh, ketika Anda diberikan pekerjaan terlalu banyak, cobalah untuk mengungkapkan bahwa pekerjaan tersebut membuat Anda terbebani. Sehingga membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan dengan baik.
Namun jika atasan Anda yang menjadi pemicu burnout di tempat kerja, Anda dapat membicarakan mengenai hal tersebut ke bagian departemen HRD untuk mendapatkan solusi yang tepat.
4. Menjaga Keseimbangan Antara Bekerja dan Kehidupan Pribadi
Luangkan waktu untuk bersantai dan lupakan perihal pekerjaan sejenak di waktu istirahat kerja. Bisa juga setelah jam kerja berakhir melakukan me time hal-hal yang disukai atau bertemu dengan teman.
Mengambil cuti untuk beristirahat atau berlibur juga membantu menjernihkan pikiran setelah bergelut dengan banyaknya pekerjaan. Sehingga keesokan harinya Anda siap bekerja kembali dengan kondisi fisik dan mental yang sehat.
5. Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Terapkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga dan beraktivitas fisik, serta tidur dan istirahat yang cukup. Aktivitas tersebut dapat mendukung tubuh dan pikiran yang sehat secara menyeluruh sehingga lebih mudah fokus. Alhasil risiko Anda mengalami burnout menurun.
Lengkapi Kebutuhan Self-Care untuk Pemulihan Burnout di Medicastore
Burnout adalah kondisi seseorang kehilangan energi fisik maupun mental yang membuat penderitanya kehilangan semangat bekerja. Ini tidak boleh dibiarkan berkepanjangan karena memicu masalah kesehatan fisik dan mental. Salah satu cara mengatasi secara efektif adalah dengan restrukturisasi reward.
Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk pemulihan burnout adalah melalui pendekatan self care yang bisa dilengkapi bersama Medicastore. Melengkapi kebutuhan self care bersama Medicastore ini mencangkup aspek fisik, emosional, dan psikis dengan batasan secara profesional.
Sehingga diharapkan dapat membantu mengisi ulang energi yang terkuras melalui menghentikan kebiasaan pemicu stres untuk mendapatkan kesehatan fisik dan mental sehat kembali. Dapatkan informasi lengkap terkait kebutuhan self care untuk pemulihan burnout di tempat kerja melalui aplikasi Medicastore.
Referensi:
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3370/mengenal-burnout-pada-pekerja
- https://www.alodokter.com/ciri-ciri-burnout-dan-cara-mengatasinya
- https://brawijayahospital.com/article/cara-atasi-burnout-syndrome
- https://primayahospital.com/kejiwaan/burnout/
- https://www.purinirmala.com/mengenal-burn-out-di-dunia-kerja/
- https://personalbalancecounseling.com/2026/06/08/understanding-workplace-burnout-symptoms-and-work-stress/
- https://lst.org.au/the-signs-symptoms-of-burnout-your-workplace-wellbeing-guide/
- https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/burnout/art-20046642
- https://www.beyondblue.org.au/mental-health/work/burnout
- https://www.teale.io/en/blog/preventing-burnout