Tips Memberikan Obat Kepada Anak

Ketika anak sakit, orang tua tentu ingin mereka cepat sembuh. Namun bagaimana bila anak sulit diberikan obat? Adakah cara-cara tertentu agar anak mudah diberikan obat?

Berikut ini tips memberikan obat kepada anak:

1.      Bersikaplah positif. Anak yang lebih tua seringkali merespons terhadap alasan dan dukungan, dan anak yang lebih muda akan mengenali isyarat emosi orang tua.

2.      Biarkan anak ikut mengambil kendali. Bila anak sudah dapat diberi pengertian, jelaskan mengapa mereka harus minum obat dan bagaimana obat akan membantu mereka. Persiapkan anak terlebih dahulu. Bila ada pilihan rasa obat, biarkan anak memilih.

3.      Minta bantuan dari dokter. Beberapa obat memiliki rasa yang lebih baik dan dapat diberikan lebih jarang (minta obat yang dapat diberikan dua kali dibandingkan harus memberikan obat empat kali sehari).

4.      Perbaiki rasa obat. Saat ini tersedia sirup yang memiliki aneka rasa buah untuk membantu membuat rasa obat menjadi lebih baik. Minta dokter untuk meresepkannya untuk anak Anda.

5.       Tambahkan obat ke dalam makanan. Beberapa jenis obat boleh dihancurkan dan dicampur ke dalam makanan atau minuman. Akan tetapi tanyakan terlebih dahulu kepada dokter apakah obat yang diresepkan boleh dicampurkan, karena beberapa jenis obat dapat berubah efektivitasnya bila dikeluarkan dari kapsul atau dihancurkan.

Sumber gambar: savingdinner.com

6.      Berikan pengalih rasa. Sebelum minum obat, anak dapat diberikan sirup atau minuman yang manis, atau sesuatu yang dingin, misalnya es loli (Anda dapat membuat sendiri es loli yang sehat). Dan setelah minum obat anak dapat diberikan lagi minuman yang manis.

7.      Berikan ‘hadiah’ bila anak mau minum obat. Selain pujian, berikan anak sesuatu untuk menghargai keberhasilannya minum obat, misalnya stiker bintang yang ditempelkan di kalender.

Selain tips yang sudah disebutkan di atas, berikut ini hal-hal yang harus Anda perhatikan ketika memberikan obat kepada anak:

Anak di bawah usia 2 tahun

·         Berikan obat dalam bentuk cair. Gunakan syringe atau pipet obat. Dosis obat yang diberikan dengan sendok sulit diukur dan terkadang tidak tepat.

 

Sumber gambar: www.nhs.uk

·         Bila Anda menggunakan syringe, tekan syringe dengan perlahan ke arah pipi.

·         Jangan campurkan obat ke dalam susu anak, karena ada kemungkinan anak tidak menghabiskan susunya sehingga dosis obat yang diminum berkurang.· 

·         Tanyakan kepada dokter, apabila anak memuntahkan obat, apakah Anda harus meminumkan ulang sesuai dosis

Anak usia 2 tahun ke atas

·         Bersikaplah biasa sebelum memberikan obat, hal ini akan membantu anak tetap tenang.

·         Biarkan anak merasa memiliki kendali, misalnya dengan menanyakan apakan anak mau berdiri atau duduk, apakah anak mau memegang sendoknya sendiri

·         Bersikap jujur kepada anak, misalnya mengatakan yang sebenarnya bila obat tersebut pahit.

·         Bila anak sudah cukup mengerti, tanyakan apakah ia punya ide agar minum obat dapat lebih mudah.

Ketika Anak Harus Minum Obat dalam Bentuk Tablet

Beberapa anak tidak dapat menelan obat hingga mereka mencapai usia 10 tahun. Bahkan orang dewasa pun masih banyak yang kesulitan untuk menelan obat. Bagaimana mengajarkan anak untuk menelan obat?

Berikut ini beberapa tips agar menelan obat menjadi lebih mudah:

 

Sumber gambar: www.aclassinfo.co.uk

1.      Bila obat boleh dikeluarkan dari kapsul atau dihancurkan, hancurkan obat menggunakan dua buah sendok, letakkan obat di antara kedua sendok.

2.      Obat yang basah akan lebih mudah dihancurkan. Tetesi obat dengan air dan biarkan obat lunak terlebih dahulu baru kemudian dihancurkan

3.      Bila obat tidak boleh dihancurkan, letakkan obat dekat pangkal lidah, dan minta anak untuk segera minum menggunakan sedotan. Menggunakan sedotan dapat membantu anak untuk berkonsentrasi pada proses menghisap air dan tidak memikirkan tentang menelan obat.

Artikel lain

artikel

Kenali Suplemen untuk Membantu Menjaga Kesehatan Hati

Dalam tubuh, hati memiliki fungsi utama dalam proses metabolisme tubuh, yakni menghasilkan cairan empedu. Adapun fungsi lainnya adalah m...

artikel

Atasi Jamur Pada Kulit dengan Daktarin

Mungkin banyak dari Anda yang pernah mengalami infeksi kulit akibat jamur seperti panu, kadas, atau kurap. Penyakit kulit yang disebabka...

artikel

Azithromycin, Obat Antibiotika untuk Infeksi Bakteri

Azithromycin adalah obat antibiotik golongan makrolida. Obat ini berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri di beberapa bagian tub...

artikel

Hari Lanjut Usia: Mari Jaga Kesehatan Kognitif pada Lansia

Menjaga daya ingat orang tua merupakan sebuah bentuk kasih sayang dan perhatian. Peringatan Hari Lanjut Usia pada 29 Mei menjadi momentu...

artikel

5 Produk untuk Mengatasi Nyeri dan Kram Perut Pada Saat Haid

Munculnya rasa nyeri dan kram perut saat haid ketika Anda sedang beraktivitas, akan sangat mengganggu. Jika tidak diatasi dengan tepat, ...