Kesehatan vidya-medicastore
11-10-2019

Kapan Kita Perlu Opini Kedua dari Dokter Lain?

(Sumber gambar: www.roswellpark.org)

Ketika kita sakit dan pergi berobat, terkadang kita tidak merasa puas dengan dokter yang kita jumpai. Entah karena penjelasan dokter yang kurang informatif, dokter terburu-buru ketika memeriksa atau menjawab pertanyaan kita, obat yang diberikan terlalu banyak, atau pilihan terapi yang diberikan terbatas atau invasif. Dalam situasi seperti ini, apa yang dapat kita lakukan sebagai pasien?

Dokter juga manusia, yang mungkin saja berbuat kesalahan atau kelalaian. Bila Anda merasa kurang puas dengan diagnosis atau rencana terapi seorang dokter, sebagai pasien Anda berhak untuk meminta opini dokter lain. Simak penjelasannya berikut ini:

Kapan kita memerlukan opini kedua?

  1. Dapatkan opini dari dokter lain bila Anda sedang menjalani terapi tetapi gejala penyakit terus berlanjut.
  2. Bila Anda didiagnosis menderita penyakit langka, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter yang memang ahli di bidang penyakit tersebut.
  3. Bila diagnosis penyakit Anda tidak jelas, konsultasikan dengan dokter lain hingga Anda mendapatkan diagnosis dan rencana terapi yang tepat.
  4. Bila terapi yang akan Anda jalani berisiko, menggunakan obat keras, memerlukan pembedahan atau bersifat invasif atau memiliki konsekuensi yang akan Anda hadapi seumur hidup, mintalah opini dari dokter lain atau dokter yang lebih ahli.
  5. Bila Anda didiagnosis menderita kanker, mendapatkan input dari dokter lain dapat membantu Anda mendapatkan informasi, (dan mungkin pilihan terapi) lebih banyak, sehingga kesempatan Anda mendapatkan terapi yang lebih tepat akan lebih besar.
  6. Bila Anda merasa ada yang salah, atau Anda merasa tidak nyaman dengan diagnosis atau terapi yang ditawarkan, temui dokter lain yang lebih ahli untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih tepat. Anda berhak untuk tidak menyetujui terapi yang membuat Anda merasa tidak nyaman.

Meskipun opini kedua dari dokter lain hanya mengkonfirmasi diagnosis atau terapi yang sudah Anda ketahui, opini tersebut tetap bermanfaat. Anda dapat menjalani terapi dengan tenang karena diagnosis dan terapi yang akan Anda jalani sudah benar.

Mungkin Anda merasa takut akan dianggap sebagai pasien yang rewel atau banyak permintaan, akan tetapi Anda harus ingat, Anda memiliki hak atas tubuh Anda. Anda berhak menentukan apa yang masuk ke dalam tubuh Anda dan apa yang akan dilakukan terhadap tubuh Anda. Selain itu, dokter umumnya tidak mempermasalahkan bila Anda ingin mendapatkan opini kedua dari dokter lain.

Bekali diri Anda dengan informasi yang benar, dari sumber yang tepat sebelum mencari opini dari dokter lainnya.  

 

 

 

 

Referensi:

  • https://health.clevelandclinic.org/why-you-should-consider-a-second-medical-opinion/
  • https://www.verywellhealth.com/top-reasons-to-get-a-second-opinion-4144734
  • https://www.webmd.com/health-insurance/features/how-to-ask-for-second-opinion#1