Kesehatan vidya-medicastore
13-12-2019

Stimulasi Dini pada Bayi

(Sumber gambar: youaremom.com)

Apa itu Stimulasi Dini pada Bayi?

Stimulasi dini pada bayi adalah aktivitas yang membangkitkan atau menstimulasi penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa dan penciuman bayi.

Stimulasi bayi membantu meningkatkan perhatian, memori, keingintahuan, dan perkembangan sistem saraf bayi. Selain itu, menstimulasi sensori bayi dapat membuatnya mencapai tonggak perkembangannya lebih cepat, dan membantu perkembangan motoriknya.

Mengapa Stimulasi Dini itu Penting?

Penelitian terbaru mengenai otak menunjukkan bahwa lingkungan bayi memiliki dampak yang dramatis pada pembentukan otak dan perkembangan yang sehat. Masa perkembangan otak awal akan menentukan bagaimana dan seberapa baik seseorang berpikir dan belajar baik sebagai anak maupun dewasa.

Pada tahun pertama kehidupan bayi, otak sibuk membangun sistem jaringan (aktivitas di otak membentuk hubungan elektrik kecil yang disebut dengan sinapsis). Jumlah stimulasi yang diterima bayi secara langsung mempengaruhi jumlah sinapsis yang terbentuk. Stimulasi yang diulang dan konsisten dapat menguatkan hubungan tersebut dan menjadikannya permanen. Koneksi yang tidak digunakan dapat hilang.  

Agar bayi mendapatkan manfaat dari stimulasi, diperlukan perhatian penuh dari bayi. bila bayi tampak bosan, atau mengantuk, jangan paksakan stimulasi. Pada anak yang masih sangat kecil, pengulangan sangat penting karena begitulah cara mereka belajar.

Ketika anak mempelajari sesuatu, mereka akan menikmati proses pengulangan karena mereka dapat mengantisipasi apa yang akan datang. Setelah membaca buku beberapa kali, anak mungkin bahkan dapat mengingat akhir dari setiap kalimat. Pencapaian ini mengartikan bahwa ia dapat lebih berpartisipasi dengan aktif di waktu membaca.

Stimulasi yang Tepat Dapat Memuaskan Keingintahuan Anak

Ketika bayi mendapatkan pengalaman yang ia sukai, ia akan berusaha untuk belajar lebih banyak mengenai hal itu. Sebagai orang tua, Anda dapat membantu memberikan kesempatan bayi mendapatkan stimulus yang berbeda untuk memenuhi keingintahuan anak dan membuat mereka ingin belajar lebih banyak.

Ada beberapa fakta yang ditemukan oleh para ahli mengenai proses belajar pada bayi, diantaranya:

  1. Bayi memiliki kebutuhan biologis dan keinginan untuk belajar.
  2. Semakin sesuai dan semakin menarik pengalaman bayi, baik fisik maupun sosial-emosional, semakin banyak sirkuit yang terbentuk untuk meningkatkan daya tangkap di masa depan.
  3. Bayi memiliki pemilihan yang jelas akan wajah, suara, sentuhan dan bau dibandingkan hal yang lainnya. Oleh karena itu, mainan yang terbaik bagi bayi adalah Anda, ketika Anda berbicara, bergerak, dan menyentuh mereka.
  4. Stimulasi yang menarik dapat meningkatkan keingintahuan, perhatian, konsentrasi dan keinginan untuk belajar pada bayi dan balita.
  5. Stimulasi bahasa sangat penting untuk perkembangan semua area kognitif. Bayi dan anak yang diajak bicara, membaca dan terlibat dalam banyak interaksi verbal menunjukkan keterampilan bahasa yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang kurang terlibat secara verbal dengan pengasuhnya.

Untuk menstimulasi bayi, Anda tidak perlu membeli produk khusus atau mengikuti kurikulum tertentu untuk mengoptimalkan perkembangan intelektual anak. Otak bayi dapat distimulasi dengan hal berikut ini:

  1. Kasih sayang. Kasih sayang adalah kebutuhan yang nyata. Kasih sayang dapat membentuk rasa percaya diri yang kuat dan meningkatkan perkembangan sirkuit otak.
  2. Berbicara dan bernyanyi, terutama dengan suara yang lembut, kosakata yang luas, dan banyak ekspresi, hal ini dapat meningkatkan kosakara, kemampuan menunjukkan emosi, bersikap dan bahkan mengajarkan keterampilan untuk memecahkan masalah.  
  3. Merespons permintaan bayi dengan segera. Tindakan ini bukan memanjakan, tetapi merespons kebutuhan anak, dan mengajarkan bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan orang lain dan kebutuhannya dapat terpenuhi, sehingga memberikan mereka rasa kepercayaan dan stabilitas emosi yang kuat, dan mengajarkan mereka bahwa mereka penting dan layak mendapatkan perhatian.
  4. Biarkan bayi mendapatkan pengalaman berbeda dengan mengajaknya ke berbagai tempat, misalnya pusat perbelanjaan, museum, kebun binatang, dan lain-lain. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan pengalaman yang menarik karena melihat, mencium, mendengar dan merasakan hal baru.
  5. Biarkan bayi mengeksplorasi berbagai tekstur dan suhu (yang tidak terlalu ekstrim). Siapkan lingkungan yang aman untuk bayi bereksplorasi.
  6. Bacakan buku. Meskipun bayi belum bisa mengikuti cerita, mereka akan menyukai gambar dan suara Anda. Selain itu, membacakan buku adalah cara yang baik untuk mempererat hubungan dan menguatkan ikatan emosional.
  7. Perdengarkan musik karena dapat menguatkan dan menyenangkan sensasi bayi. Nyanyikan atau putarkan lagu dengan pola dan irama yang berulang.

Sentuhan sangat penting untuk perkembangan. Sentuhan dapat memberikan kenyamanan dan memberikan sinyal agar otak tumbuh. Dari semua pengalaman sensori, sentuhan adalah cara pertama bayi mengetahui bahwa mereka disayangi. Bayi yang digendong akan merasa aman disayangi dan dapat membangun rasa kepercayaan.

Sebelum dilahirkan, bayi mendapatkan ‘pijatan’ dari gerakan fisik ibu. Bayi memerlukan pijatan yang berkelanjutan untuk tumbuh karena sentuhan termasuk nutrisi penting baik untuk otak maupun tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa menyayangi anak dengan sentuhan dapat membantu meningkatkan berat badan dan membangun hubungan yang sehat dengan orang tua (pengasuh), karena menggendong dan stroking dapat menstimulasi otak untuk melepaskan hormon yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Bayi secara aktif menyentuh dan mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya karena ia disentuh. Ini merupakan satu cara mereka belajar mengenai dunia di sekitar mereka. Melalui sentuhan pula bayi mulai mengerti batas tubuh mereka.  

Untuk Menstimulasi dari Sentuhan, Anda Dapat Melakukan Hal Berikut:

  1. Gendong bayi ketika mereka ingin digendong (tanda-tandanya: bayi menangis, rewel, tangannya diangkat, atau memperhatikan Anda).
  2. Berikan bayi kesempatan menyentuh benda-benda lain bahkan pada usia yang sangat muda. Letakkan bayi pada berbagai jenis bahan, misalnya handuk, selimut halus, tikar, dll.
  3. Biarkan bayi menyentuh berbagai permukaan, misalnya yang lengket, halus, basah, tidak rata, dan dingin.
  4. Perhatikan tanda-tanda bayi menyukai atau tidak menyukai benda yang ia sentuh. Apakah ia tersenyum dan menikmati pengalaman barunya atau ia justru rewel dan tidak ingin tersentuh oleh benda atau permukaan tertentu? Hentikan pengalaman setuhan yang tidak disukai bayi.
  5. Bayi merasakan sentuhan dari berbagai bagian tubuh, jadi, sentuhlah hidung, siku dan lututnya.

 

 

 

 

Referensi:

http://www.brillbaby.com/after-birth/infant-stimulation.php

https://cchp.ucsf.edu/sites/g/files/tkssra181/f/buildbabyinten081803_adr.pdf