Tips ke Rumah Sakit di Masa Pandemi
Kesehatan Vidya
08-12-2020

Tips ke Rumah Sakit di Masa Pandemi

Dalam masa wabah seperti saat ini, pergi ke rumah sakit mungkin adalah hal terakhir yang ingin Anda lakukan.

Akan tetapi apabila ada hal-hal yang membuat kita tidak dapat menghindari untuk datang ke rumah sakit.

Lalu bagaimana kita dapat datang ke rumah sakit dengan aman?

Anjuran saat ini adalah menunda kunjungan ke rumah sakit kecuali ada kegawatdaruratan untuk mengurangi risiko penularan penyakit corona.

Bahkan untuk operasi, apabila dapat ditunda, dokter mungkin akan menyarankan penundaan. Akan tetapi hal ini bergantung pada kebijakan daerah masing-masing.

Apabila Anda menderita penyakit menular, atau curiga tertular penyakit corona, hindari transportasi umum seperti taksi, bis, kereta, atau bahkan berkendara bersama teman atau keluarga Anda.

Berikut ini tips untuk ke rumah sakit (RS) di masa wabah virus corona yang dapat Anda ikuti:

  1. Dapatkan informasi mengenai RS yang akan Anda tuju. Sebisa mungkin hindari RS yang menjadi rujukan pasien-pasien penderita penyakit corona dan pilih rumah sakit yang memiliki protokol pencegahan penularan penyakit corona yang ketat.
  2. Apabila memungkinkan, datangi RS khusus sesuai dengan keluhan atau penyakit yang Anda derita untuk menghindari terpapar penyakit-penyakit lain termasuk corona. Misalnya RS khusus bedah atau rumah sakit khusus penyakit telinga, hidung dan tenggorokan.
  3. Gunakan selalu masker. Apabila memungkinkan, gunakan masker bedah, atau gunakan masker kain 3 lapis dengan kualitas baik, dan gunakan face shield. Selalu siapkan masker cadangan dang anti masker Anda apabila basah.
  4. Jaga jarak dengan orang lain sekitar 1,5–2 meter.
  5. Hindari menyentuh benda-benda yang sering dipegang orang banyak, seperti gagang pintu (gunakan bahu bila memungkinkan), tombol lift, pegangan tangga. Segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, atau gunakan hand sanitizer atau alkohol (setidaknya) 60% bila Anda harus menyentuh benda-benda tersebut.
  6. Bersihkan permukaan benda-benda yang harus Anda sentuh dengan menyemprotkan alkohol atau dengan tisu basah yang mengandung desinfektan.
  7. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.
  8. Pilih RS yang dapat memberikan waktu kedatangan dengan pasti agar Anda tidak harus menunggu lama di rumah sakit.
  9. Segera mandi, ganti pakaian dan masker kain (letakkan di tempat terpisah) atau buang masker bedah dengan benar setelah pulang dari rumah sakit.

Untuk menghindari datang ke rumah sakit, Anda dapat mengikuti tips berikut:

  1. Pertimbangkan konsultasi visual

Saat ini banyak tersedia layanan konsultasi online yang dapat Anda manfaatkan. Apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai kondisi kesehatan Anda atau keluhan yang tidak gawat, Anda dapat menggunakan layanan tersebut.

  1. Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter

Apabila Anda menderita penyakit kronis atau kondisi yang mengharuskan Anda minum obat dalam waktu lama, konsumsi obat dengan teratur. Minta dokter untuk meresepkan obat dalam jumlah banyak agar Anda tidak harus sering datang ke RS.

  1. Jangan melewatkan waktu kontrol

Bila Anda memiliki penyakit atau kondisi yang mengharuskan Anda kontrol dengan teratur, jangan melewatkannya. Melewatkan waktu kontrol dapat membuat penyakit atau kondisi Anda memburuk yang justru dapat membuat Anda harus berada di RS lebih lama.

Meskipun begitu, ada beberapa gejala yang menandakan adanya kondisi kegawatdaruratan yang mengharuskan kita datang ke RS.

Kondisi-kondisi ini dapat membahayakan nyawa apabila tidak ditangani segera, misalnya:

  • Gejala serangan jantung, misalnya nyeri dada atau dada terasa seperti ditekan, nyeri di lengan, perut, punggung atau rahang, sesak napas, mual atau rasa melayang
  • Gejala stroke, misalnya tiba-tiba wajah melemah satu sisi, lengan atau tungkai bawah melemah, baal atau mati rasa, sulit bicara atau pelo, sakit kepala berat, tidak bisa berjalan
  • Merasa sangat pusing, pingsan
  • Cedera kepala atau tulang belakang
  • Cedera kendaraan bermotor
  • Curiga ada patah tulang
  • Perdarahan yang sulit berhenti (termasuk perdarahan pada gigi atau mulut)
  • Muntah atau diare yang sudah berlangsung lama
  • Nyeri perut, muntah hebat, kejang, perdarahan atau demam tinggi pada ibu hamil
  • Ibu hamil tidak merasakan gerakan janin
  • Tidak bisa buang air kecil sama sekali atau buang air kecil disertai darah/kemerahan

Selain itu, pada anak dan terutama bayi, segera bawa ke rumah sakit apabila terdapat gejala berikut:

  • Sesak napas, bibir membiru
  • Muntah dan diare terus menerus
  • Nyeri perut hebat
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran
  • Kelumpuhan
  • Demam tinggi selama 3 hari atau lebih
  • Demam pada bayi terutama bayi baru lahir
  • Menelan benda asing atau kemasukan benda-benda ke dalam hidung atau telinga
  • Keracunan
  • Digigit hewan berbisa

Dan kondisi kegawatdaruratan lainnya, atau apabila Anda merasa ada yang salah atau mengkhawatirkan dari kondisi Anda atau anak Anda, segera datang ke rumah sakit dengan memperhatikan protokol pencegahan penularan penyakit corona.

Hubungi RS sebelum Anda datang, cari tahu informasi mengenai protokol pencegahan penyakit corona di RS tersebut.

 

Salam sehat!

 

 

 

Referensi:

  • https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200812100643-255-534752/6-hal-penting-sebelum-memutuskan-ke-rumah-sakit-saat-pandemi
  • https://www.hopkinsmedicine.org/coronavirus/hospital-care.html
  • https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/05/133000723/pandemi-covid-19--ahli-ingatkan-tunda-bawa-anak-ke-rumah-sakit-kecuali
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/safe-emergency-care-during-covid-19/art-20487829
  • https://www.webmd.com/lung/doctor-hospital-visits-not-coronavirus#
  • https://www.webmd.com/lung/news/20200505/dont-skip-vital-care-babies-shots-doctors-warn (Cover)