Atasi Nyeri, Deman, dan Radang Sendi dengan  Ibuprofen
Kesehatan Medicastore
25-11-2022

Atasi Nyeri, Deman, dan Radang Sendi dengan Ibuprofen

Anda memiliki masalah kesehatan nyeri, demam, dan radang sendi? Atasilah dengan mengkonsumsi obat Ibuprofen. Obat ini cukup efektif untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut dengan cepat.

Melalui artikel ini, akan mengupas informasi tentang jenis obat ini secara lengkap. Sehingga Anda tidak perlu ragu dan takut sebelum mengkonsumsi obat ini untuk meredakan rasa sakit Anda dengan tepat. 

Alasan Mengapa Memilih Ibuprofen

Ibuprofen, obat untuk mengatasi demam, nyeri dan radang sendi

Ibuprofen adalah obat yang berfungsi untuk meredakan nyeri, demam, dan radang sendi.  Ibuprofen termasuk jenis obat anti inflamasi non steroid atau OAINS/NSAID. Obat ini ketika dikonsumsi dapat memberikan efek anti inflamasi, analgesik, dan antipiretik.

Tidak hanya itu saja, masalah kesehatan lainnya juga dapat diatasi dengan mengkonsumsi Ibuprofen. Seperti demam, flu, arthritis, nyeri haid, nyeri otot, nyeri sendi, asam urat, nyeri punggung, sakit kepala, dan sakit gigi.

Cara kerja Ibuprofen yaitu dengan menghambat pembentukan prostaglandin. Zat kimia ini adalah penyebab radang, nyeri, bengkak, dan demam terutama ketika Anda mengalami luka dan sakit.

Untuk bisa mendapatkan obat Ibuprofen, harus disertai dengan resep dokter karena termasuk jenis obat keras. Ibuprofen tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, sirop, dan suntik. Namun untuk bentuk obat suntik, hanya bisa diberikan oleh rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya di bawah pengawasan dokter.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsi Ibuprofen

Terdapat beberapa kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsi obat  Ibuprofen. Terutama jika Anda memiliki riwayat masalah kesehatan seperti asma, polip, hipertensi, penyakit hati, penyakit pencernaan, gangguan pembekuan darah, dan stroke.

  1. Ibu Hamil dan Menyusui

Untuk usia kehamilan kurang dari 30 minggu, mengkonsumsi  Ibuprofen bisa saja menimbulkan efek samping terhadap janin. Sedangkan pada usia kehamilan lebih dari 30 minggu, dapat meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan jantung bawaan seperti fetal ductus arteriosus.

Bagi ibu menyusui, obat ini dapat menyerap ASI. Sehingga sebelum mengkonsumsi obat disarankan untuk mengkonsultasikannya kepada dokter terlebih dahulu.

  1. Lansia

Sebelum dikonsumsi oleh lansia Anda perlu berhati-hati. Karena obat ini dapat menimbulkan efek masalah kesehatan yaitu gangguan ginjal. Anda bisa mengkonsultasikannya kepada dokter terlebih dahulu untuk.

  1. Hindari Merokok dan Minum Alkohol

Jika Anda mengkonsumsi obat ini tetapi Anda adalah seorang perokok dan peminum alkohol, dapat membahayakan kesehatan. Karena obat dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada saluran pencernaan. 

  1. Hindari Berkendara Setelah Mengkonsumsi Obat

Obat ini memiliki efek mengantuk yang bisa saja Anda alami. Oleh karena itu disarankan untuk menghindari berkendara apalagi dalam kecepatan tinggi setelah mengkonsumsi obat.

Aturan Pakai dan Dosis Ibuprofen

Aturan pakai dan dosis Ibuprofen berbeda-beda tergantung dengan usia Anda dan kondisi masalah kesehatan yang dialami. Anda bisa mengkonsumsinya sesuai dengan anjuran dokter atau sesuai dengan aturan pakai yang terdapat di kemasan obat Ibuprofen.

  1. Nyeri dan Deman

Untuk anak-anak yang berusia lebih dari 6 bulan hingga 12 tahun, dosis obat adalah 4 sampai 10 mg/kgBB per hari. Namun ingat, jangan sampai Anda melebihi dosis maksimal obat yaitu 40 mg/kkBB per hari. Obat diminum tiap 6 sampai 8 jam sekali.

Sedangkan untuk dewasa, dosis obat adalah 200 sampai 400 mg. Obat jangan sampai diminum melebihi dosis maksimalnya yaitu 1.200 mg per hari. Obat diminum tiap 4 hingga 6 jam sekali atau sesuai dengan kebutuhan berdasarkan anjuran dokter.

  1. Radang Sendi

Jika Anda mengalami radang sendi dengan nyeri ringan, bisa menggunakan dosis 200 sampai 400 mg dan jangan sampai melebihi dosis maksimal 1.200 mg per hari. Obat diminum tiap 4 hingga 6 jam sekali atau sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan untuk meredakan gejala juvenile idiopathic arthritis pada anak-anak yang berusia lebih dari 1 tahun, konsumsi obat 30 sampai 50 mg/kgBB per hari. Obat dapat diminum dengan dibagi dalam 4 kali konsumsi.

  1. Nyeri Haid

Untuk meredakan nyeri haid, konsumsilah obat dengan dosis 200 sampai 400 mg per hari. Obat dikonsumsi setiap 4 hingga 6 jam sekali sesuai dengan kebutuhan atau anjuran dokter.

  1. Osteoarthritis

Bagi penderita osteoarthritis, untuk dewasa bisa mengkonsumsi obat dengan dosis 400 sampai 800 mg. Obat diminum setiap 6 hingga 8 jam sesuai dengan kebutuhan atau anjuran dokter.

  1. Rheumatoid Arthritis

Untuk anak-anak usia 6 bulan hingga 12 tahun, pada jenis obat oral, menggunakan dosis 30 sampai 40 mg/kg per hari. Namun jika penyakit rheumatoid arthritis yang diderita lebih ringan, dapat menggunakan dosis 20 mg/kg per hari.

Sedangkan untuk dewasa pada jenis obat oral, bisa menggunakan dosis 400 sampai 800 mg. Obat diminum setiap 6 hingga 8 jam sesuai dengan kebutuhan atau anjuran dokter.

Namun jika setelah mengkonsumsi Ibuprofen tidak kunjung sembuh dalam waktu 10 hari dan mengalami demam lebih dari 3 hari, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Anda juga bisa menghentikan pemakaian obat. 

Jika Anda mengkonsumsi bentuk obat tablet, kapsul, dan sirup, dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau susu. Karena bisa mencegah timbulnya sakit maag. Untuk mengkonsumsinya ini dengan menelannya dan hindarilah berbaring sampai 10 menit setelah mengonsumsi obat.

Apakah Mengkonsumsi Ibuprofen Menimbulkan Efek Samping?

Mengonsumsi Ibuprofen dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Namun efek samping ini bisa saja berbeda tiap orang berdasarkan kesehatan yang dimiliki.

  1. Mual dan muntah.
  2. Diare.
  3. Sembelit.
  4. Perut kembung.
  5. Maag.
  6. Pusing.
  7. Sakit kepala.
  8. Gatal.
  9. Telinga berdengung.

Jika Anda merasakan salah satu efek samping tersebut dan tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah, disarankan untuk segera memeriksakannya kepada dokter. Namun segera hentikan pemakaian obat Ibuprofen jika Anda mengalami efek samping serius seperti:

  1. Nyeri dada.
  2. Lemas.
  3. Sesak.
  4. Mudah memar atau berdarah.
  5. Kesemutan.
  6. Mati rasa.
  7. Menggigil.
  8. Kejang.
  9. Batuk darah.
  10. Leher kaku.
  11. Jarang buang air kecil dan urin sedikit.
  12. Feses berwarna hitam, berdarah, dan bertekstur cair serta lengket.
  13. Urin berwarna keruh.
  14. Gangguan penglihatan.
  15. Kulit dan mata berwarna kuning.
  16. Tungkai dan kaki bengkak.
  17. Berat badan naik.
  18. Mudah lelah.

Interaksi Ibuprofen dengan Obat Lain

Ibuprofen jika dikonsumsi dengan obat lain, dapat menimbulkan interaksi. Interaksi tersebut bisa saja membahayakan kesehatan Anda jika dikonsumsi secara terus menerus. Apa saja jenis obat tersebut?

  1. Aspirin, warfarin, heparin, clopidogrel, ticagrelor, obat kortikosteroid, obat antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) seperti escitalopram atau fluoxetine.
  2. Ciclosporin atau tacrolimus.
  3. Lithium atau methotrexate.
  4. Obat antihipertensi.
  5. Benazepril, enalapril, lisinopril, quinapril.
  6. Eskalith, lithobid.
  7. Lasix.
  8. Rheumatrex, trexall.
  9. Prednison.
  10. Coumadin, jantoven.

Beli Ibuprofen di Apotek Medicastore

Nah jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti nyeri, demam, dan radang sendi, maka  Ibuprofen ini bisa digunakan karena cukup efektif untuk meredakan rasa sakitnya, tentunya berdasarkan saran dan petunjuk dari dokter. Anda bisa mendapatkan obat ini di apotek online Medicastore. Medicastore adalah salah satu apotek online terpercaya di Indonesia.

Agar mempermudah Anda dalam membeli obat  Ibuprofen di apotek Medicastore, telah disediakan layanan kurir Medicastore yang profesional dan berpengalaman di bidangnya. Bahkan Medicastore juga telah bekerjasama dengan jasa pengiriman lainnya seperti TIKI dan JNE bagi Anda berlokasi di luar Jabodetabek.

Tidak perlu ragu menggunakan jasa Medicastore karena obat yang disediakan terjamin telah terdaftar di BPOM. Tertarik membeli di Medicastore? Segera kunjungi website Medicastore dan lakukan pemesan obat sekarang juga.