Kesehatan vidya - medicastore
28-05-2018

Mengajarkan Anak Berpuasa

Kapan Anak Dapat Mulai Belajar Berpuasa?

Anak-anak yang belum baligh belum wajib berpuasa, seperti yang disebutkan dalam Hadis yang berbunyi: "Diangkat pena dari tiga macam orang, dari anak kecil hingga ia dewasa, orang tidur hingga ia bangun, dan orang gila hingga ia normal. (HR Ahmad, Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah).

Meskipun begitu, sebaiknya anak-anak yang belum baligh pun sudah diajarkan untuk berpuasa agar nantinya mereka sudah terbiasa berpuasa. Anak yang belajar berpuasa secara psikologis akan lebih disiplin, sabar dan dapat mengendalikan diri lebih baik.

Lalu, kapan sebaiknya mengajarkan anak berpuasa? Tidak ada patokan umur yang pasti untuk anak belajar berpuasa. Sebaiknya anak diajarkan untuk berpuasa bila ia memang sudah mampu, secara fisik sehat, dan dilakukan secara bertahap, misalnya hanya beberapa hari dalam sebulan, atau dengan cara seperti yang banyak dilakukan di negara kita, yaitu berpuasa hingga Dzuhur, kemudian dilanjutkan kembali hingga waktu Maghrib.

Beberapa ulama menyebutkan, sebaiknya anak mulai berpuasa ketika sudah berumur sepuluh tahun. Mengapa umur 10 tahun? Ulama menyebutkan karena Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk memukul anak kecil (yang sudah mencapai umur 10 tahun) yang meninggalkan sholat. Disamakan antara puasa dengan sholat itu lebih baik, karena adanya kedekatan antara satu dengan lainnya. Kesamaannya bahwa keduanya termasuk ibadah fisik dari rukun Islam. Cuma puasa lebih berat, maka perlu adanya kekuatan. Karena terkadang dia mampu sholat, akan tetapi tidak mampu berpuasa. (Al-Mughni, 4/412).

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Belajar Berpuasa?

1.      Berlatih

Ada pepatah mengatakan “practice makes perfect”. Bila anak sering berlatih, lama kelamaan anak akan terbiasa berpuasa. Ada banyak cara untuk melatih anak berpuasa, misalnya memulai kebiasaan bangun sahur, atau berpuasa hingga Dzuhur. Cara lainnya misalnya hanya puasa makan, anak masih dibolehkan untuk minum. Ingatlah anak hanyalah anak-anak, jadi ajari anak berpuasa bertahap.

2.      Menentukan target

Bila anak bersemangat untuk berpuasa, minta anak untuk menentukan target berpuasa. Hal ini akan memberikan anak rasa memiliki tujuan dan sesuatu yang harus diusahakan.

3.      Berikan hadiah

Cara lain untuk menyemangati anak agar berpuasa adalah memberikan hadiah bila anak menyelesaikan puasanya. Hadiah tidak harus berupa barang yang mahal, tetapi dapat membuat anak termotivasi untuk terus berlatih berpuasa.

4.      Buat puasa menjadi menyenangkan

Saat ini banyak tersedia buku-buku atau agenda untuk anak-anak yang berpuasa yang biasanya tidak hanya berisi tentang informasi mengenai puasa dan agama secara umum, tetapi juga aktivitas atau permainan menyenangkan yang dapat dilakukan anak selama berpuasa. Berikan anak buku atau agenda tersebut agar anak lebih bersemangat berpuasa.

5.      Ajak anak terlibat dalam kegiatan selama berpuasa

Ajak anak membantu menyiapkan makanan sahur atau makanan berbuka. Dengan mengikutsertakan anak, mereka dapat lebih memahami puasa dan dapat membuat anak lebih mudah mengikuti irama berpuasa.

6.      Biarkan anak berbuka dengan caranya

Meskipun begitu, ajarkan anak untuk berbuka dengan kurma (seperti sunnah Nabi Muhammad SAW) sebelum makan malam. Bila anak belum berpuasa, Anda dapat mulai mengajarkan doa berbuka puasa kepada anak.

7.      Berikan edukasi pada anak

Bacakan anak tentang makna Ramadhan, berpuasa, hadis yang berkaitan dengan puasa, jelaskan pahala yang didapat, dll.

8.      Jadilah contoh yang baik

Anak selalu ingin meniru orang tuanya, begitu juga dengan berpuasa. Pastikan anak melihat apa yang Anda lakukan. Bersikaplah lebih lembut kepada anak dan tunjukkan keindahan Ramadhan melalui ucapan dan tindakan Anda.

9.      Ajak anak berpuasa di luar bulan Ramadhan

Untuk menambah waktu berlatih, ajak anak berpuasa sebelum Ramadhan dimulai. Ada banyak puasa sunnah yang dapat dijadikan waktu berlatih bagi anak. Para ibu yang memiliki “hutang” berpuasa juga dapat mengajak anak-anaknya untuk berlatih berpuasa ketika ibu mengganti “hutang’ puasanya.

10.  Jangan memarahi anak bila melakukan kesalahan

Seperti hal lainnya, puasa juga memerlukan latihan dan waktu. Jangan cepat marah dan kecewa bila anak belum berhasil berpuasa. Bila Anda marah kepada anak, anak dapat mengaitkan puasa dengan perasaan negatif. Jangan lupa memberikan pujian pada anak yang sudah mencoba berpuasa.

 

 

 

 

 

Referensi:

·         http://ayeina.com/help-kids-fast-for-ramadan/

·         http://www.parenting.co.id/balita/berapa+usia+ideal+anak+diajarkan+puasa+

·         http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/06/27/n7tctv7-kapankah-anak-wajib-puasa