Berita Bekti-medicastore.com
16-07-2012

Manfaat Penelitian Ilmiah untuk Kesehatan Masyarakat

Pada hari Senin, 09 Juli 2012 bertempat di aula FKUI Salemba, berlangsung acara konfrensi pers mengenai kedatangan peraih nobel Dr. Harold Varmus di Jakarta. Dr. Harold Varmus meraih nobel pada tahun 1989 melalui penelitiannya di bidang genetik dasar kanker.

Menurut Dr. Varmus, Pencegahan merupakan faktor yang sering diremehkan bila kita berbicara mengenai kanker. Beliau mengatakan, “Orang-orang selalu bicara mengenai pengobatan, namun jika kita melihat sejarah kanker, pencegahan telah memainkan peran yang utama dalam menurunkan beban penyakit kanker”. Pencegahan yang dapat dilakukan seperti misalnya menggunakan aspirin untuk mencegah kanker pada saluran pencernaan, menurunkan tingkat obesitas (yang merupakan faktor risiko yang signifikan untuk beberapa jenis kanker), atau mengubah pendekatan pada perubahan perilaku, terutama yang berkaitan dengan penggunaan tembakau yang merupakan faktor risiko terbesar penyakit kanker. Semua itu merupakan masalah-masalah yang sangat penting pada pengendalian kanker di beberapa negara. Selain itu, ketika kita dapat mendeteksi kanker secara dini sebelum menyebar, kita akan dapat menyembuhkan pasien secara lebih baik, sehingga deteksi awal melalui pencegahan dan terapi konvensional seperti operasi, yang digunakan sejak dini adalah langkah yang sangat penting dalam pengendalian kanker.

 

Medicastore

Sumber : shutterstock.com

 

Oleh karena itu, menurut Dr. Varmus penelitian ilmiah memegang peranan yang sangat penting. Hal ini karena penelitian ilmiah mempunyai bukti-bukti yang sahih mengenai sesuatu hal & dapat dijadikan sebagai dasar untuk membuat suatu keputusan atau pengambilan kebijakan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak termasuk juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari suatu negara.

Lebih lanjut lagi Dr. Varmus mengatakan, “ negara-negara yang ingin memperkuat kemampuan mereka untuk mengendalikan kanker perlu mengembangkan registri penyakit kanker guna melacak angka kejadian dan kematian dari berbagai jenis kanker. Kemudian mereka perlu menguraikan "rencana kanker nasional" untuk menentukan sumber daya yang menjadi sasaran untuk pencegahan, skrining dan pengobatan. Skrining yang akurat dan pencegahan yang efektif serta program pengobatan membutuhkan pengembangan dan pelaksanaan pedoman jaminan kualitas. Beberapa metode dan strategi baru untuk pencegahan, skrining dan pengobatan telah tersedia, tetapi masing-masing negara harus memutuskan apa yang cocok bagi warga negaranya, tergantung pada jenis kanker di setiap negara, penyebab terbanyak, dan personil dan sumber daya keuangan yang dapat dimobilisasi untuk mengurangi beban kanker”.

Dalam acara tersebut, Prof. Sangkot Marzuki, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia juga menambahkan bahwa Indonesia harus mengembangkan kemampuannya dalam bidang ilmiah dan mengambil manfaat dari perkembangan pengetahuan ilmiah terbaru. “Seperti yang kita ketahui, dengan jumlah 350 kelompok etnis yang ada, Indonesia memiliki banyak keanekaragaman genetik manusia. Kita memiliki masalah-masalah yang unik dan tidak bisa hanya mengandalkan penemuan-penemuan ilmiah yang dilakukan di negara barat” .