Vitamin
Penyakit
01-07-2021

Vitamin

Vitamin adalah salah satu unsur penting makanan sehat. Vitamin disebut sebagai mikro-nutrisi penting, karena tubuh membutuhkannya tetapi hanya dalam jumlah yang sedikit.

Orang yang makan berbagai macam makanan biasanya dapat memenuhi kebutuhan vitamin untuk tubuhnya.

Kekurangan vitamin dapat terjadi jika seseorang mengikuti diet ketat yang tidak memiliki cukup vitamin tertentu. Sebagai contoh, orang-orang vegetarian, yang tidak mengkonsumsi produk hewani, bisa mengalami kekurangan vitamin B12. Mengkonsumsi vitamin tertentu (biasanya suplemen) dalam dosis tinggi (megadose) tanpa pengawasan medis juga dapat menimbulkan efek yang berbahaya.

Batas asupan yang aman (tingkat asupan tertinggi yang ditoleransi) telah ditentukan untuk beberapa vitamin. Mengkonsumsi vitamin melebihi batasan yang telah ditentukan akan meningkatkan risiko terjadinya efek yang membahayakan (keracunan). Sedangkan mengkonsumsi terlalu sedikit vitamin bisa menyebabkan gangguan gizi.

 

Vitamin

Sumber yang baik

Fungsi Utama

Jumlah yang dianjurkan

Batas atas yang aman

Biotin

Hati, ginjal, kuning telur, susu, ikan, ragi kering, kembang kol, kacang-kacangan, dan polong-polongan

Metabolisme karbohidrat dan asam lemak

30 μg (tapi belum ada RDA yang ditetapkan)

-

Asam folat

Daun sayur-sayuran segar, asparagus, brokoli, buah-buahan (terutama jeruk), hati, daging lainnya, ragi yang dikeringkan, dan roti yang diperkaya, pasta, dan sereal
(Catatan: memasak secara berlebihan menghancurkan 50-95% folat dalam makanan)

Membentuk sel darah merah, sintesis DNA dan RNA, dan pembentukan sistem saraf janin.

400 μg

600 μg untuk wanita hamil
500 μg untuk wanita menyususi

1,000 μg

Niacin (asam nikotinat atau nicotinamide)

Ragi yang dikeringkan, hati, daging, ikan, kacang polong, dan yang berasal dari tepung beras atau produk-produk sereal yang diperkaya.

Metabolisme karbohidrat, lemak dan bentuk lainnya

14 miligram untuk wanita
16 miligram untuk pria

35 miligram

Pantothenic acid

Hati, daging, kuning telur, ragi, kentang, brokoli, dan yang berasal dari tepung beras.

Metabolisme karbohidrat dan lemak

5 mg (tetapi tidak ada RDA yang telah ditetapkan)

-

Riboflavin (vitamin B2)

Susu, keju, hati, daging, ikan, telur, dan sereal.

Metabolisme karbohidrat dan asam amino, serta kesehatan selaput lendir, misalnya lapisan mulut

1.1 mg untuk wanita
1.3 mg untuk pria
1.4 mg untuk wanita hamil
1.6 mg untuk ibu menyusui

-

Thiamin (vitamin B1)

Ragi yang dikeringkan, yg berasal dari tepung beras, daging, sereal, kacang-kacangan, kacang polong, dan kentang.

Metabolisme karbohidrat, serta fungsi saraf dan hati.

1.1 mg untuk wanita
1.2 mg untuk pria
1.4 mg untuk wanita hamil atau menyusui

-

Vitamin A

Minyak hati ikan, hati, kuning telur, mentega. Krim, dan susu kental
Sebagai karoten (dikonversi ke vitamin A dalam tubuh), sebagai beta karoten: sayur-sayuran yang daunnya hijau tua dan buah-buahan yang kuning-oranye

Membantu sel saraf peka cahaya (fotoreseptor) pada retina, membantu penglihatan malam hari, membantu merawat kesehatan kulit, kornea dan paru-paru, pencernaan dan saluran kencing.
Menjaga dari serangan infeksi.

700 μg untuk wanita
900 μg untuk pria
770 μg untuk wanita hamil
1,200 μg untuk ibu menyusui

3,000 μg

Vitamin B6

Ragi yang dikeringkan, hati, daging lainnya, yang berasal dari tepung beras, sereal, ikan dan kacang polong

Metabolisme asam amino dan asam lemak, fungsi saraf normal, pembentukan sel darah merah, dan kesehatan kulit

1.3 mg
1.5 mg untuk wanita usia lebih dari 50 tahun
1.7 mg untuk pria usia lebih dari 50 tahun
1.9 mg untu wanita hamil
2.0 mg untuk wanita menyusui

100 mg

Vitamin B12 (kobalamin)

Daging (khususnya daging sapi, hati), telur, sereal, susu, kerang, tiram, salmon dan tuna

Pembentukan sel darah merah, fungsi saraf, dan sintesis DNA

2.4 μg
2.6 μguntuk wanita hamil
2.8 μguntuk wanita menyusui

-

Vitamin C

Buah jeruk, tomat, kentang, brokoli, strawberi, dan lada manis

Pembentukan, perkembangan, dan perbaikan tulang, kulit dan jaringan penghubung; penyembuhan luka dan luka bakar, serta fungsi normal pembuluh darah
Berperan sebagai antioksidan, melindungi sel dari kerusakan karena radikal bebas
Membantu tubuh menyerap besi

75 mg untuk wanita
90 mg untuk pria
85 mg untuk wanita hamil
120 mg untuk wanita menyusui
35 mg lebih untuk perokok

2,000 mg

Vitamin D

Terbentuk di kulit saat kulit terkena sinar matahari langsung
Susu, lemak ikan, minyak ikan, dan kuning telur

Meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor dari pencernaan, pembentukan tulang, pertumbuhan dan
Memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko gangguan kekebalan tubuh

200 IU untuk usia 50 tahun atau lebih muda
400 IU untuk usia 51 hingga 70 tahun
600 IU untuk usia di atas 70 tahun

2,000 IU

Vitamin E

Minyak sayur, margarin, kacang-kacangan, dan gandum

Bertindak sebagai antioksidan, melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas

15 mg (22 IU dari natural atau 33 IU dari sintetis)
19 mg untuk wanita menyusui

1,000 mg

Vitamin K

Sayuran berhijau daun (seperti bayam, dan kangkung) dan kacang kedelai dan minyak canola

Membantu pembentukan faktor pembekuan darah disamping itu penting untuk pembekuan darah normal
Dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan jaringan lainnya

90 μg untuk wanita
120 μg untuk pria

-

IU = international unit; DNA = deoxyribonucleic acid; RNA = ribonucleic acid

 

Tubuh tidak menyimpan semua vitamin. Oleh karena itu kita harus mengkonsumsi beragam makanan yang banyak mengandung vitamin secara teratur.

Vitamin A, B12 dan D disimpan dalam jumlah yang besar, terutama dalam hati.

Vitamin Larut Lemak dan Vitamin Larut Air

Vitamin larut lemak

  • Vitamin A
  • Vitamin D
  • Vitamin E
  • Vitamin K

Vitamin larut air:

  • Vitamin B
  • Vitamin C

Vitamin Larut Lemak

Vitamin ini disimpan di hati dan di jaringan lemak. Jika terlalu banyak vitamin A dan D dikonsumsi, vitamin ini dapat menumpuk dan menimbulkan efek berbahaya.

Lemak di dalam makanan membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, makanan rendah lemak bisa menyebabkan defisiensi.

Beberapa gangguan yang berhubungan dengan penyerapan lemak juga menyebabkan gangguan penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, misalnya pada diare kronis, penyakit chron, kista jaringan, penyakit pankreas, dan sumbatan saluran empedu, dan meningkatkan risiko defisiensi.

Beberapa obat, seperti minyak mineral, juga mengakibatkan hal yang sama, karena vitamin yang larut dalam lemak juga larut dalam minyak mineral, yang mana tidak dapat diserap oleh tubuh. Jadi mengkonsumsi minyak mineral, menyebabkan vitamin tidak dapat diserap dan dikeluarkan dari tubuh

Vitamin Larut Air

Vitamin ini dikeluarkan dari urin dan cenderung dikeluarkan dari tubuh lebih cepat daripada vitamin yang larut dalam lemak.

Vitamin yang larut dalam air lebih mungkin dihancurkan pada waktu makanan disimpan atau makanan disiapkan. Produk segar yang didinginkan, susu yang disimpan, padi yang dijemur, dan air rebusan sayuran untuk menyiapkan sup dapat menjaga hilangnya vitamin.

 

Gangguan hati dan alkohol dapat mempengaruhi proses penyimpanan vitamin. Pada beberapa orang, kelainan yang diturunkan menyebabkan gangguan pada tubuh dalam penyerapan vitamin, sehingga juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin.

Obat-obatan juga bisa membuat kekurangan vitamin. Hal tersebut bisa berhubungan dengan penyerapan, metabolisme, atau penyimpanan vitamin.

Beberapa Obat yang Bisa Menyebabkan Kekurangan Vitamin

Obat Vitamin

Alkohol

Folat
Thiamin
Vitamin B6

Antasida

Vitamin B12

Antibiotik, seperti isoniazid, tetrasiklin, dan trimethoprim-sulfamethoxazole

B vitamins
Folat
Vitamin K

Antikoagulan, seperti warfarin

Vitamin E
Vitamin K

Antikonvulsan, seperti phenytoin dan phenobarbital

Biotin
Folat
Vitamin B6
Vitamin D
Vitamin K

Obat-obatan antipsikotis

Riboflavin
Vitamin D

Barbiturat seperti Phenobarbital

Folat
Riboflavin
Vitamin D

Obat-obatan kemoterapi, seperti methotrexate

Folat

Cholestyramine

Banyak vitamin

Kortikosteroid

Vitamin C
Vitamin D

Cycloserine

Vitamin B6

Hydralazine

Vitamin B6

Levodopa

Vitamin B6

Mineral oil (penggunaan jangka panjang)

Vitamin A
Vitamin D
Vitamin E
Vitamin K

Metformin

Folat
Vitamin B12

Nitrous oxide (pemakaian terus menerus)

Vitamin B12

Kontrasepsi oral

Folat
Thiamin
Vitamin B6

Penicillamine

Vitamin B6

Phenothiazines

Riboflavin

Primidone

Folat
Vitamin D

Rifampin

Vitamin D
Vitamin K

Sulfasalazine

Folat

Diuretik Tiazid

Riboflavin

Triamterene

Folat

Antidepresan Trisiklik, seperti amitriptyline dan imipramine

Riboflavin