Informasi Penyakit

ITP (Immune Thrombocytopenia)

dr. VIDYA HARTIANSYAH
27 Maret 2025
ITP (Immune Thrombocytopenia)

ITP (Immune Thrombocytopenia)

dr. VIDYA HARTIANSYAH
27 Maret 2025

Immune thrombocytopenia (ITP) adalah penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya memar dan perdarahan. Rendahnya trombosit menjadi penyebab tersering dari perdarahan. Dahulu penyakit ini disebut dengan idiopathic thrombocytopenic purpura, yang dapat menyebabkan memar berwarna ungu dan bintik-bintik merah di kulit yang terlihat seperti ruam.

Anak-anak dapat terkena ITP setelah infeksi virus, dan seringkali sembuh sendiri tanpa perlu pengobatan. Pada orang dewasa, penyakit ini dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.

"Trombosit menurun pada ITP"

Sumber: https://www.hcmarbella.com


Penyebab Itp

Penyebab ITP (Immune Thrombocytopenia)

Immune thrombocytopenia terjadi ketika sistem kekebalan tubuh membuat antibodi yang salah mengidentifikasi sel-sel tubuh menjadi penyusup, kemudian membuat sel-sel imun lain menyerang trombosit. Para ahli tidak mengetahui apa pencetus sistem kekebalan menyerang trombosit.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan HIV, infeksi H. pylori atau hepatitis C berisiko mengalami ITP.


Gejala Itp

Gejala ITP (Immune Thrombocytopenia)

Biasanya penderita penyakit ITP akan mengalami beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mereka menderita penyakit ITP. Tanda penyakit ITP dapat timbul secara tiba-tiba (akut) atau muncul secara perlahan (kronik):

  • Pendarahan pada hidung tanpa trauma
  • Pendarahan pada gigi tanpa trauma
  • Mengalami lebam di anggota badan
  • Bintik-bintik merah di kulit
  • Memar tanpa penyebab yang pasti
  • Pendarahan yang sulit berhenti pada luka kecil
  • Buang air kecil kemerahan
  • Buang air besar berdarah

Bintik merah hingga ruam kebiruan

Sumber: https://patologiklinik.com


Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan anak atau diri Anda ke dokter apabila ada gejala yang mengkhawatirkan Anda, misalnya perdarahan yang tidak segera berhenti meskipun sudah diberikan pertolongan pertama.


Diagnosis Itp

Diagnosis ITP (Immune Thrombocytopenia)

Diagnosis ITP dibuat berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Dapat ditemukan perdarahan di kulit dan mimisan. Pada pemeriksaan laboratorium, jumlah trombosit menurun dan pada pemeriksaan BMP (bone marrow puncture/punksi sumsum tulang) terdapat sel megakariosit.

Sel megakariosit pada pemeriksaan sumsum tulang

Sumber: https://id.wikipedia.org


Penanganan Itp

Pengobatan ITP (Immune Thrombocytopenia)

DEWASA

  • Terapi Lini Pertama untuk Orang Dewasa
Pada orang dewasa dengan ITP yang baru didiagnosis, pedoman ASH (American Society of Hematology) merekomendasikan terhadap pemberian prednison jangka panjang (>6 minggu) dan mendukung terapi singkat (≤6 minggu) dan menyarankan prednison (0,5 - 2,0 mg/kg/hari) atau deksametason (40 mg/hari selama 4 hari) sebagai jenisnya kortikosteroid untuk terapi awal. Pedoman ASH menyarankan kortikosteroid saja daripada rituximab dan kortikosteroid untuk awal terapi
  • Terapi Lini Kedua untuk Orang Dewasa
Pada orang dewasa dengan ITP yang berlangsung ≥3 bulan yang bergantung pada kortikosteroid atau tidak bereaksi terhadap kortikosteroid, saran pedoman ASH berikut ini sebagai terapi lini kedua yang potensial :
• Agonis reseptor trombopoietin (eltrombopag atau romiplostim)
• Rituximab
• Splenektomi

ANAK

  • Terapi Lini Pertama untuk Anak-anak
Pada anak-anak yang baru terdiagnosis ITP yang tidak mengancam jiwa perdarahan mukosa dan/atau penurunan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan, pedoman ASH menyarankan penggunaan kortikosteroid daripada pemberian intravena. imunoglobulin nous atau imunoglobulin anti-D1 . Untuk pasien dimana kortikosteroid merupakan kontraindikasi atau tidak disukai, itu Pedoman ASH menyarankan imunoglobulin intravena atau imunoglobulin anti-D2. Pada anak-anak yang baru terdiagnosis ITP yang tidak mengancam jiwa perdarahan mukosa dan/atau penurunan kualitas hidup terkait kesehatan, panel pedoman ASH merekomendasikan untuk tidak melakukan kursus kortikosteroid lebih lama dari 7 hari mendukung kursus 7 hari atau lebih pendek, dan menyarankan prednison (2 - 4 mg/kg/hari; maksimum, 120 mg setiap hari, selama 5-7 hari) dibandingkan deksametason (0,6 mg/kg/hari; maksimum, 40 mg/kg/hari, selama 4 hari)
  • Terapi Lini Kedua untuk Anak-anak
Anak dengan ITP yang berlangsung ≥3 bulan yang tidak mengancam jiwa perdarahan mukosa dan/atau penurunan kualitas hidup terkait kesehatan dan tidak merespons pengobatan lini pertama, pedoman ASH menyarankan pilihan berikut untuk terapi lini kedua yang disajikan dalam urutan mereka harus dikejar:
1. Agonis reseptor trombopoietin (eltrombopag atau romiplostim)
2. Rituximab
3. Splenektomi

Komplikasi ITP (Immune Thrombocytopenia)

ITP dapat menyebabkan perdarahan di otak, meskipun jarang, yang dapat berakibat fatal. Ibu hamil dengan trombosit rendah berisiko mengalami perdarahan berat saat melahirkan. ITP biasanya tidak mempengaruhi janin, akan tetapi trombosit anak harus diperiksa segera setelah lahir.


Prognosis ITP (Immune Thrombocytopenia)

Prognosis bervariasi bergantung pada masing-masing kasus. Anak-anak biasanya akan membaik dalam beberapa minggu atau bulan tanpa memerlukan pengobatan. Bila Anda mengalami ITP kronis, Anda mungkin akan memerlukan pengobatan dan tindakan lainnya untuk mengatasi gejala bergantung pada seberapa rendah nilai trombosit. ITP tidak dapat disembuhkan tetapi banyak penderita ITP kronis dapat hidup lama dengan penyakit ini.


Informasi Produk Terkait ITP (Immune Thrombocytopenia)


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan ITP (Immune Thrombocytopenia)

Perhatian yang harus diingat pada penderita penyakit ITP adalah hindari obatan yang dapat meningkatkan perdarahan seperti aspirin, dan hindari benturan yang membuat luka.


Referensi

Referensi:

  • my.clevelandclinic.org. Immune Thrombocytopenia. 2023.
  • www.mayoclinic.org. Immune thrombocytopenia (ITP). 2023.

 

Copyright 2025 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2025 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa