Informasi Penyakit

Korea dan Atetosis

dr. VIDYA HARTIANSYAH
24 Februari 2026
Korea dan Atetosis

Korea dan Atetosis

dr. VIDYA HARTIANSYAH
24 Februari 2026

Korea adalah gerakan tak terkendali yang berupa sentakan-sentakan cepat dan berulang-ulang, yang dimulai pada salah satu bagian tubuh dan menjalar ke bagian tubuh yang lainya secara tiba-tiba dan tak terduga.

Atetosis adalah gerakan memutar yang lambat dan terus menerus, biasanya pada kaki dan tangan. Korea dan atetosis bisa terjadi secara bersamaan, dan disebut koreoatetosis.

Kedua kondisi ini merupakan bagian dari gerakan hiperkinetik. Gerakan hiperkinetik mengacu pada gerakan-gerakan otot yang berlebihan atau tidak diinginkan, yang sering terjadi pada pasien dengan gangguan saraf.


Penyebab Korea dan atetosis

Penyebab Korea dan Atetosis

Koreaoatetosis sebenarnya merupakan gejala dari penyakit lainnya. Korea dan atetosis dapat terjadi pada penderita cerebral palsy athetoid (cerebral palsy diskinetik). Kondisi ini disebabkan karena kerusakan ganglia basalis (bagian otak yang bertanggung jawab mengatur gerakan volunter (yang disadari), dan bagian otak lainnya pada masa bayi. Semua penyebab koreoatetosis menstimulasi ganglia basalis secara berlebihan.

Koreaoatetosis dapat disebabkan karena kondisi atau penyakit berikut ini:

  • Penyakit Huntington’s
  • Demam rematik
  • Toxoplasmosis
  • HIV/AIDS
  • Endokarditis
  • Sifilis
  • Meningitis 
  • Penyakit autoimun (misalnya sklerosis multipel, lupus, sarkoidosis)
  • Stroke
  • Selama kehamilan
  • Penyakit endokrin dan gangguan metabolik
  • Obat-obatan tertentu
  • Keracunan karbon monoksida atau merkuri
  • Usia lanjut

Gejala Korea dan atetosis

Gejala Korea dan Atetosis

Korea biasanya melibatkan tangan, kaki dan wajah. Hidung dapat mengkerut, mata dapat bergerak dengan cepat terus menerus, dan mulut atau lidah dapat terus bergerak. Gerakan dapat acak, dan seperti mengalir dari satu otot ke otot lainnya, seperti gerakan menari. Gerakan dapat menyatu ke gerakan yang disengaja, sehingga dapat memuat kondisi ini sulit diidentifikasi.

Atetosis biasanya mengenai tangan dan kaki. Gerakan-gerakan menggeliat pelan seringkali bergantian dengan gerakan diam dari anggota tubuh pada posisi tertentu untuk menghasilkan gerakan yang mengalir secara berkesinambungan.


Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila ada gejala gerakan otot yang tidak biasa. Dan segera ke rumah sakit apabila gerakan-gerakan yang tidak disengaja tersebut menyebabkan Anda cedera, untuk mendapatkan penanganan segera.


Diagnosis Korea dan atetosis

Diagnosis Korea dan Atetosis

Korea dan atetpsis biasanya muncul berkaitan dengan penyakit atau kondisi yang mendasari. Dokter akan melakukan pemeriksaan seperti:

  • melakukan tinjauan kesehatan dan riwayat penyakit dalam keluarga secara lengkap
  • melakukan pemeriksaan dan tes keterampilan motorik
  • melakukan pemeriksaan pencitraan, misalnya MRI, pada otak atau bagian tubuh lainnya
  • meminta pemeriksaan darah

Penanganan Korea dan atetosis

Pengobatan Korea dan Atetosis

Pengobatan tidak dapat menyembuhGangguan diatasi sesuai dengan penyebabnya, misalnya:

  • Korea yang disebabkan oleh hipertiroidisme biasanya membaik ketika gangguan diatasi.
  • Korea Sydenham dan korea yang disebabkan oleh stroke seringkali membaik secara bertahap tanpa terapi.
  • Korea yang disebabkan oleh pemakaian obat tertentu, maka obat tersebut perlu dihentikan, meskipun korea itu sendiri tidak selalu bisa menghilang.

Obat-obatan antikejang mungkin digunakan untuk mengatasi korea, dan dapat mengurangi gejala, tetapi bisa menimbulkan efek samping. Obat antikejang yang digunakan diantaranya tetrabenazine, clonazepam, gabapentin.


Komplikasi Korea dan Atetosis

Komplikasi melebihi keterbatasan fisik. Seringkali kualitas hidup penderitanya terganggu. Kesulitan untuk mengontrol motorik dapat mempengaruhi fungsi dasar seperti bicara, makan dan berjalan, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, penumonia aspirasi, dan peningkatan risiko terjatuh, dan mungkin kematian.

Pasien juga dapat mengalami isolasi akibat malu, dan tidak dapat bersosialisasi, atau sulit berkomunikasi. Depresi dan kecemasan juga sering terjadi, terutama pada pasien dengan kondisi kronis, seperti penyakit Huntington.


Prognosis Korea dan Atetosis

Prognosis bergantung pada kondisi atau penyakit yang mendasari. Sebagian besar penderita penyakit Huntington dan neuroacanthocytosis memiliki prognosis yang buruk dan meninggal dengan cepat. Trauma lokal atau rhabdomyolysis dapat terjadi akibat gerakan involuter yang berat.

Penderita yang memiliki prognosis baik adalah yang mengalami korea sekunder akibat penyebab yang reversibel, misalnya akibat obat, kontrasepsi oral, toksin, dan penyebab metabolik.


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Korea dan Atetosis

Banyak penyebab koreoatetosis tidak dapat dicegah, misalnya penyakit Huntington, usia lanjut, atau lupus.

 


Referensi

Referensi:

  • my.clevelandclinic.org. Chorea. 2023.
  • tremorjournal.org/articles/10.5334/tohm.162. (Gambar Cover)
  • www.medicalnewstoday.com. What to know about athetosis vs. chorea. 2023.
  • www.merckmanuals.com. Chorea, Athetosis, and Hemiballismus. 2026.
  • www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430923/. Chorea. 2025.
  • www.webmd.com. What Is Choreoathetosis?. 2024.
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2026 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa