Miastenia Gravis
Penyakit
01-12-2020

Miastenia Gravis

Miastenia gravis merupakan suatu gangguan di mana terjadi kelemahan progresif yang meluas pada otot dan bertambah buruk setelah beraktivitas.

Penyebab Miastenia Gravis

Miastenia gravis disebabkan oleh adanya kegagalan dalam transmisi impuls saraf pada sambungan saraf ke otot. Gangguan ini bisa disebabkan oleh reaksi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang diri sendiri. Namun, belum diketahui mengapa reaksi tersebut terjadi.

Gejala Miastenia Gravis

Pada tahap awal, mudah terjadi kelemahan pada otot dan pada akhirnya, gejala ini bisa semakin parah dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Biasanya, otot terasa kuat pada pagi hari dan semakin lemah kemudian, terutama setelah melakukan latihan atau aktivitas fisik. Istirahat singkat dapat mengembalikan fungsi otot untuk sementara. Kelemahan otot kemudian semakin berkembang, sampai akhirnya beberapa otot menjadi tidak dapat berfungsi sama sekali.

Sebagian besar penderita awalnya mengalami rasa lemah pada kelopak mata, dimana kelopak mata menjadi menutup dan timbul penglihatan ganda.

Penderita dapat mengalami kesulitan dalam mengunyah dan menelan. Penderita juga dapat mengalami kesulitan bernapas, karena kelemahan otot-otot pernapasan.

Diagnosis Miastenia Gravis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis, antara lain:

  • Pemeriksaan elektromiografi, untuk merekan aktivitas listrik otot
  • Pemeriksaan CT scan atau MRI dada, untuk melihat apakah terdapat timoma

Penanganan Miastenia Gravis

Tujuan penanganan adalah untuk mengurangi gejala. Krisis miasthenik memerlukan penanganan di rumah sakit segera dan pertolongan pernapasan yang cepat.

Plasmapheresis (penyaringan plasma darah) bisa dilakukan jika terjadi perubahan emosi yang berat. Ledakan emosi dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berat sehingga diperlukan penanganan segera.

Untuk mengurangi gejala-gejala miastenia gravis, maka perawatan medis dapat dilengkapi dengan pendekatan-pendekatan sebagai berikut :

  1. Tentukan waktu makan rutin. Penderita sebaiknya makan ketika ia memiliki kekuatan otot yang baik.
  2. Lakukan pengaman di rumah. Pasang pegangan di tempat-tempat di mana penderita mungkin memerlukan bantuan, misalnya di sebelah bak mandi.
  3. Penderita sebaiknya menggunakan peralatan-peralatan listrik, seperti sikat gigi, pembuka kaleng, dan obeng listrik, untuk dapat menghemat tenaga.
  4. Memakai penutup mata. Jika penderita memiliki penglihatan ganda, maka penutup mata dapat membantu meringankan masalah ini. Patch penutup mata digunakan secara bergantian dari satu mata ke mata yang lain sementara penderita membaca atau menonton televisi. Tindakan ini dapat mengurangi kelelahan mata.
  5. Mintalah bantuan. Penderita mungkin tidak dapat melakukan segala sesuatu yang ia harus lakukan. Mintalah anggota keluarga atau teman untuk ikut membantu.

Referensi:

- R, Michael. Myasthenia Gravis. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.