Demam Berdarah Dengue
Penyakit
19-04-2022

Demam Berdarah Dengue

DHF (dengue hemorrhagic fever) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong arbovirus dan masuk ke dalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina.

Demam dengue adalah demam akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam kulit, yang disebabkan oleh virus dengue.

Demam berdarah dengue (DBD) atau dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan.

Pada keadaan yang berat bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam keadaan syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut sebagai dengue shock syndrome (DSS).

Penyebab Demam Berdarah Dengue

Demam dengue dan DBD disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini terdapat di seluruh dunia, seringkali terjadi di daerah tropis dan subtropis, antara lain di Asia Tenggara. Infeksi virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk Aedes aegypti.

nyamuk demam berdarah

Nyamuk Aedes aegypti

Gejala Demam Berdarah Dengue

Infeksi virus dengue menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari gejala yang non-spesifik sampai perdarahan yang fatal.

Gejala bisa dimulai dengan demam yang muncul tiba-tiba dan berlangsung selama 2-7 hari, disertai sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot, mual-muntah dan ruam kulit. Penderita juga sering mengeluh nyeri saat menelan, tidak enak di perut. Pada bayi bisa terjadi kejang demam.

Demam berdarah dengue adalah keadaan penyakit yang serius, yang dapat mengancam nyawa penderitanya. Demam berdarah dengue ditandai oleh:

  • demam tinggi yang terjadi tiba-tiba
  • manifestasi perdarahan, misalnya bintik-bintik perdarahan di kulit, perdarahan di hidung, gusi, saluran cerna, atau saluran kencing
  • pembesaran hati
  • kadang-kadang bisa terjadi syok
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri sendi, otot atau tulang
  • Ruam merah (bintik-bintik merah datar) pada kulit
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa lelah yang ekstrem
  • Muntah, diare atau sakit perut
  • Jumlah sel darah putih (leukosit) rendah (dengan pemeriksaan laboratorium).

Setelah demam selama 2-7 hari, penurunan suhu biasanya disertai dengan tanda-tanda gangguan sirkulasi darah. Penderita menjadi berkeringat, gelisah, tangan dan kakinya dingin, dan mengalami perubahan tekanan darah dan denyut nadi. Pada kasus yang tidak terlalu berat gejala-gejala ini hampir tidak terlihat. Tetapi, jika terjadi kehilangan plasma hebat, maka bisa terjadi syok, atau bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

Diagnosis Demam Berdarah Dengue

Pada awal mulainya demam, DBD sulit dibedakan dari infeksi lain yang disebabkan oleh berbagai jenis virus, bakteri dan parasit. Setelah hari ketiga atau keempat baru pemeriksaan darah dapat membantu diagnosis. Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan.

Pada pemeriksaan darah bisa ditemukan adanya penurunan jumlah trombosit dan peningkatan konsentrasi darah.

Pemeriksaan yang lebih spesifik yaitu dengan:

  • PCR; dapat mendeteksi virus dan dapat mendiagnosis demam dengue hingga 7 hari setelah gejala muncul dan dapat digunakan untuk menentukan 4 serotipe virus penyebab demam dengue
  • Tes antibodi, IgM dan IgG. Pemeriksaan ini paling efektif dilakukan setidaknya setelah 4 hari terpapar virus

Pengobatan Demam Berdarah Dengue

Tidak ada obat khusus untuk mengobati demam berdarah. Perawatan medis hanya ditujukan untuk mengatasi gejala dan mengurangi risiko komplikasi yang mungkin terjadi sementar menunggu kondisi penderita pulih. Tiga hal utama yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan demam berdarah adalah:

  1. Istirahat total - Bisa di rumah atau di rumah sakit.
  2. Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Penggunaan infus dinilai akan lebih memadai.
  3. Pemberian obat-obatan untuk mengatasi gejala, seperti penggunaan obat asetaminophen/parasetamol untuk mengatasi demam dan sakit kepala.

Sebagian besar kasus demam berdarah yang tidak disertai dengan komplikasi biasanya akan sembuh dalam waktu dua minggu atau lebih.

Penderita harus segera dirawat bila ditemukan gejala-gejala berikut:

  • denyut jantung meningkat
  • kulit pucat dan dingin
  • denyut nadi melemah
  • terjadi perubahan kesadaran, penderita tampak mengantuk atau tidur terus menerus
  • air kencing sangat sedikit
  • peningkatan konsentrasi darah (hematokrit) secara tiba-tiba
  • tekanan darah menyempit atau turun

Jika terdapat tanda-tanda tersebut, berarti penderita mengalami dehidrasi yang signifikan, sehingga diperlukan penggantian cairan segera melalui infus. Transfusi darah hanya diberikan pada penderita dengan tanda-tanda perdarahan yang signifikan. 

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Pencegahan dilakukan dengan langkah 3M:

  • menguras bak air
  • menutup tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat berkembang biak nyamuk
  • mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air

pencegahan demam berdarah

Di tempat penampungan air seperti bak mandi diberikan insektisida yang membunuh larva nyamuk seperti abate. Hal ini bisa mencegah perkembangbiakan nyamuk selama beberapa minggu, tapi pemberiannya harus diulang setiap beberapa waktu tertentu.

Di tempat yang sudah terjangkit DBD dilakukan penyemprotan insektisida dengan fogging. Tapi efeknya hanya bersifat sesaat dan sangat tergantung pada jenis insektisida yang dipakai. Selain itu, partikel obat ini tidak dapat masuk ke dalam rumah tempat ditemukannya nyamuk dewasa.

Untuk perlindungan yang lebih intensif, orang-orang yang tidur di siang hari sebaiknya menggunakan kelambu, memasang kasa nyamuk di pintu dan jendela, menggunakan semprotan nyamuk di dalam rumah dan obat-obat anti nyamuk yang dioleskan.

Saat ini tersedia vaksin untuk DBD, untuk usia 9 - 45 tahun yang sebelumnya sudah pernah terkena DBD setidaknya satu kali. Pada orang yang belum pernah terkena DBD sebelumnya, vaksin dapat meningkatkan risiko penyakit bertambah berat bila orang tersebut terkena DBD di kemudian hari.

 

 

 

Referensi:

  • http://www.medkes.com/2014/04/kenali-gejala-demam-berdarah-dbd.html
  • U, Marguerite A. Dengue Fever. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.