Informasi Penyakit

Perlemakan Hati (Fatty Liver)

dr. VIDYA HARTIANSYAH
18 Desember 2024
Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Perlemakan Hati (Fatty Liver)

dr. VIDYA HARTIANSYAH
18 Desember 2024

Perlemakan Hati (Fatty Liver) merupakan pengumpulan lemak (lipid) yang berlebihan di dalam sel-sel hati.


Penyebab Perlemakan hati

Penyebab Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Penyebab dari fatty liver adalah sebagai berikut:

  1. Kegemukan (obesitas)
  2. Kencing manis (diabetes)
  3. Bahan kimia dan obat-obatan (contohnya alkohol, kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning)
  4. Kurang gizi dan diet rendah protein
  5. Kehamilan
  6. Keracunan vitamin A
  7. Operasi bypass pada usus kecil
  8. Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
  9. Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin
  10. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase
  11. Kekurangan kolesterol esterase
  12. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum)
  13. Abetalipoproteinemia
  14. Sindroma Reye

Gejala Perlemakan hati

Gejala Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Fatty liver biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala. Kadang bisa menimbulkan sakit kuning (jaundice), mual, muntah, nyeri dan nyeri tumpul di perut.


Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila ada gejala yang membuat Anda khawatir.


Diagnosis Perlemakan hati

Diagnosis Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Jika pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran hati tanpa gejala-gejala lainnya, maka diduga merupakan suatu fatty liver.

Diagnosis bisa diperkuat dengan melakukan biopsi hati, dimana digunakan jarum berlubang untuk mendapatkan contoh jaringan yang akan diperiksa dengan mikroskop.


Penanganan Perlemakan hati

Pengobatan Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Tidak ada obat spesifik untuk mengatasi penyakit perlemakan hati. Dokter akan memfokuskan pada faktor-faktor yang menjadi penyebab kondisi ini dan mengatasinya.

Penanganan yang dapat dilakukan diantaranya mengkonsumsi obat-obat diabetes, penurun kolesterol dan trigliserida (sesuai dengan kondisi masing-masing pasien), dan vitamin E.

 


Komplikasi Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Komplikasi utama dari perlemakan hati adalah terbentuknya jaringan parut berat, atau sirosis. Sirosis terjadi karena cedera liver, misalnya akibat peradangan. Ketika liver berusaha untuk menghentikan peradangan, jaringan parut (fibrosis) akan terbentuk. Bila peradangan terus berlangsung,  fibrosis akan menyebar dan memenuhi jaringan liver.

Bila tidak dilakukan tindakan untuk menghentikan jaringan parut, sirosis dapat menyebabkan:

  • Penumpukan cairan di perut yang disebut dengan asites.
  • Pembengkakan pembuluh darah vena di kerongkongan (varises), yang dapat pecah dan menyebabkan perdarahan.
  • Linglung, mengantuk dan bicara pelo (ensefalopati hepatik).
  • Limpa yang hiperaktif, yang dapat menyebabkan trombosit rendah.
  • Fluid buildup in the stomach area, called ascites.
  • Kanker liver.
  • Gagal liver tahap akhir (liver berhenti bekerja).

Prognosis Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Kondisi perlemakan hati masih dapat disembuhkan bergantung pada berat-ringannya penyakit. Liver memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri. Bila Anda mengikuti terapi yang diberikan oleh dokter, lemak dan peradangan dapat dikurangi. Perburukan dapat dicegah dan pada sebagian kasus kerusakan tahap awal mash dapat disembuhkan.

Fatty liver tidak menyebabkan masalah besar bagi sebagian orang kecuali sirosis sudah berkembang ke tahap lanjut. Banyak penderita fatty liver memiliki harapan hidup yang normal.

 


Dokter Spesialis

Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.


Pencegahan Perlemakan Hati (Fatty Liver)

Beberapa cara yang disarankan untuk mencegah terjadinya perlemakan hati:

  • Memulai gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat dapat mencegah terjadinya obesitas, yang merupakan penyebab utama terjadinya perlemakan hati.
  • Pada penderita obesitas, pola makan sehat dan olahraga teratur adalah komponen penting untuk program menurunkan berat badan.
  • Makan makanan tinggi serat dan rendah lemak jenuh.
  • Hindari konsumsi alkohol.

 


Referensi

Referensi:

  • my.clevelandclinic.org. fatty-liver-disease#management-and-treatment. 2023.
  • www.mayoclinic.org. Nonalcoholic fatty liver disease. 2024.
Copyright 2025 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa
Copyright 2025 by Medicastore
PT. Clinisindo Putra Perkasa