Sindroma Nefrotik
Penyakit
21-06-2021

Sindroma Nefrotik

Sindroma nefrotik adalah sekumpulan gejala-gejala yang terjadi akibat gangguan pada ginjal yang menyebabkan adanya protein dalam air kemih, menurunnya kadar albumin dalam darah, penimbunan garam dan air yang berlebihan, dan meningkatnya kadar lemak dalam darah.

Sindroma ini bisa terjadi pada segala usia. Pada anak-anak, paling sering terjadi pada usia antara 18 bulan sampai 4 tahun, dan lebih banyak menyerang anak laki-laki.

Penyebab Sindroma Nefrotik

Sindroma ini biasanya disebabkan oleh adanya kerusakan yang terjadi pada kelompokan pembuluh darah kecil pada ginjal, yang berfungsi untuk menyaring darah.

Penyebab yang paling sering pada anak-anak adalah minimal change disease, yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal pada anak. Penyebab terjadinya gangguan ini belum bisa ditentukan.

Selain itu, penyakit yang paling sering menyebabkan terjadinya sindroma ini adalah diabetes mellitus, SLE (Systemic lupus erythematosus), dan infeksi virus tertentu (terutama hepatitis B, hepatitis C, atau HIV). Kegemukan (obesitas) juga meningkatkan risiko untuk terjadinya sindroma ini.

Penyakit lain yang juga mungkin menimbulkan sindroma nefrotik antara lain kanker (misalnya limfoma atau leukemia), infeksi protozoa (misalnya malaria), pre-eklampsia, dan beberapa jenis glomerulonefritis.

Selain itu, sindroma ini juga bisa disebabkan oleh pemakaian obat-obat tertentu (misalnya NSAID, preparat emas, atau heroin) yang disuntikkan ke pembuluh darah, atau alergi (misalnya terhadap gigitan serangga, serbuk sari, atau poison ivy). Beberapa jenis sindroma nefrotik juga bersifat diturunkan.

Gejala Sindroma Nefrotik

Tanda dan gejala yang bisa ditemukan berupa:

gejala sindroma nefrotik

  1. Gejala retensi cairan, misalnya berat badan bertambah, sesak napas, dan pembengkakan, terutama di sekitar mata, pergelangan kaki dan kaki.
  2. Hilang nafsu makan
  3. Rasa tidak enak badan
  4. Nyeri perut
  5. Air kemih berbusa

Berbagai komplikasi yang mungkin terjadi pada sindroma ini antara lain terbentuknya bekuan darah, peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, nutrisi yang buruk, tekanan darah tinggi, gagal ginjal, infeksi, osteoporosis, dan kerontokan rambut.

Tekanan darah pada anak-anak umumnya rendah dan bisa turun saat anak-anak berdiri (hipotensi ortostatik). Adakalanya bisa menyebabkan syok. Tekanan darah pada penderita dewasa bisa rendah, normal ataupun tinggi.

Diagnosis Sindroma Nefrotik

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada, hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan:

  1. Pemeriksaan darah dan air kemih
  2. Pemeriksaan pencitraan, misalnya ultrasonografi atau CT scan
  3. Biopsi ginjal, terkadang bisa dilakukan untuk menentukan penyebab dan tingkat kerusakan ginjal yang terjadi.

Penanganan Sindroma Nefrotik

Terapi yang diberikan terutama berupa pengobatan untuk mengatasi kondisi medis yang mungkin menyebabkan terjadinya sindroma ini, serta pengobatan untuk mengatasi gejala-gejala yang ada atau komplikasi yang terjadi.

Penanganan untuk kondisi penyebab, bisa mengatasi gejala-gejala yang ada. Misalnya, jika sindroma nefrotik disebabkan oleh kanker, maka perlu diberikan penanganan untuk mengatasi kanker yang terjadi. Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka pemakaian obat harus dihentikan.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi sindroma nefrotik misalnya:

  • Obat-obat hipertensi. Misalnya golongan ACE inhibitor seperti captopril, enalapril, lisinopril.
  • Diuretik. Obat golongan ini membantu meningkatkan pengeluaran cairan dari ginjal. Misalnya furosemide, spironolakton, dan golongan thiazide (misalnya hidroklorotiazide atau metolazone).
  • Obat untuk menekan sistem imun. Obat untuk menekan sistem imun seperti kortikosteroid dapat menurunkan peradangan yang terjadi pada berbagai kondisi yang menyebabkan sindroma nefrotik.

Penanganan lain yang perlu diberikan:

  1. Asupan makan sebaiknya mengandung protein dan kalium dalam jumlah cukup, tetapi rendah lemak jenuh, kolesterol, dan natrium.
  2. Jika terdapat penumpukan cairan di dalam perut, maka penderita sebaiknya makan dalam porsi kecil, tetapi sering, karena cairan akan mengurangi kapasitas lambung.

Referensi:

  • D, David C. Nephrotic Syndrome. Medline Plus. 2011.
  • J, Navin. Nephrotic Syndrome. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.
  • www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nephrotic-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20375613