Hernia Diafragmatika
Hernia Diafragmatika adalah penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma. Diafragma adalah sekat yang membatasi rongga dada dan rongga perut.
Penyebab Hernia diafragmatika
Penyebab Hernia Diafragmatika
Hernia diafragmatika disebabkan oleh gangguan penyatuan struktur-struktur saat perkembangan janin. Akibatnya, organ-organ perut, seperti usus halus, lambung, limpa, baigan dari hati, dan ginjal, tampak berada di rongga dada dan bisa mengganggu perkembangan jaringan paru pada sisi yang terkena.
Hernia diafragmatika ditemukan pada 1 diantara 2200-5000 kelahiran dan 80-90% terjadi pada sisi tubuh bagian kiri.
Gejala Hernia diafragmatika
Gejala Hernia Diafragmatika
Gejalanya berupa:
- Gangguan pernapasan yang berat
- Warna kulit membiru akibat kekurangan oksigen
- Laju pernapasan yang cepat
- Bentuk dinding dada kiri dan kanan tidak sama (asimetris)
- Denyut jantung yang cepat
Lambung, usus, hati atau bahkan limpa bisa menonjol melalui hernia. Jika hernianya besar, biasanya paru-paru pada sisi hernia tidak berkembang secara sempurna. Setelah lahir, bayi akan menangis dan bernapas sehingga usus segera terisi oleh udara. Terbentuk massa yang mendorong jantung sehingga menekan paru-paru dan terjadilah sindroma gawat pernapasan.
Kapan Harus ke Dokter?
Bayi yang terlahir dengan kondisi ini biasanya segera bergejala (gejala awal yaitu sulit bernapas), dan memerlukan penanganan segera.
Diagnosis Hernia diafragmatika
Diagnosis Hernia Diafragmatika
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik, antara lain:
- Gerakan dada pada saat bernapas tidak simetris
- Tidak terdengar suara pernapasan pada sisi hernia
- Bising usus terdengar di dada
- Perut teraba kosong
- Rontgen dada menunjukkan adanya organ perut di rongga dada.

"Tampak Saluran Pencernaan masuk ke Rongga Dada"
Sumber : https://radiopaedia.org
Penanganan Hernia diafragmatika
Pengobatan Hernia Diafragmatika
Hernia diafragmatika diatasi dengan pembedahan darurat. Organ perut harus dikembalikan ke rongga perut dan lubang pada diafragma diperbaiki.
Komplikasi Hernia Diafragmatika
Sebagian besar bayi yang lahir dengan hernia diafragmatika memiliki paru-paru yang kecil dan kurang berkembang, yang dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:
- Kadar oksigen darah (hipoksemia)
- Tekanan darah di paru-paru tinggi (hipertensi pulmonal)
- Infeksi paru
Selain itu, bayi juga dapat mengalami kesulitan menyusu, keterlambatan perkembangan, dan tuli sensorineural.
Prognosis Hernia Diafragmatika
Angka harapan hidup bayi-bayi dengan kondisi ini semakin membaik. Meskipun terlahir dengan kondisi kritis, bayi-bayi yang berhasil melewati masa ini memiliki prognosis yang baik.
Sebagian anak akan memiliki komplikasi jangka panjang, tetapi tetap dapat beraktivitas dengan baik. Pengobatan lanjutan dapat memperbaiki kemungkinan hidup dan kesehatan jangka panjang.
Faktor-faktor yang berpengaruh pada prognosis hernia diafragmatika diantaranya apak ah bayi lahir prematur, seberapa berat kondisi bayi saat lahir, ukuran hernia, organ yang terlibat, dan kondisi kesehatan lainnya.
Bayi yang memerlukan alat bantu napas atau alat bantu makan dalam jangka waktu lama memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi, seperti penyakit paru kronis, gagal tumbuh, tuli dan keterlambatan perkembangan.
Dokter Spesialis
Untuk informasi atau penanganan penyakit ini, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.
Pencegahan Hernia Diafragmatika
Belum diketahui penyebab pasti dari kondisi ini (kemungkinan karena faktor genetik, paparan lingkungan berbahaya atau kurang gizi saat hamil), sehingga pencegahannya tidak diketahui.
Referensi
Referensi :
- L, Kimberly G. Diaphragmatic Hernia. Medline Plus. 2011.
- C, William J. Diaphragmatic Hernia. The Merck Manual. 2013.
- C, William J. Hernia in Children. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.
- my.clevelandclinic.org. Congenital Diaphragmatic Hernia. 2025.