Di era modern, sedentary lifestyle makin umum terjadi karena banyak orang lebih sering menghabiskan waktu dengan aktivitas minim gerak. Kebiasaan terlalu sering duduk dalam waktu lama dan kurang melakukan aktivitas fisik harian bisa berdampak pada kesehatan tubuh seiring berjalannya waktu.
Gaya hidup kurang aktif tidak hanya membuat tubuh cepat lelah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami dampaknya serta mulai menerapkan kebiasaan sederhana agar tubuh tetap aktif dan lebih bugar.
Apa Itu Sedentary Lifestyle?
Sedentary lifestyle adalah pola hidup yang identik dengan minim aktivitas fisik dan terlalu banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk atau rebahan. Kebiasaan ini kini semakin umum terjadi, terutama akibat rutinitas kerja di depan layar serta penggunaan gadget dalam waktu lama.
Meski sebagian orang rutin berolahraga, kebiasaan duduk terlalu lama tetap dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Kurangnya pergerakan harian dapat mengganggu metabolisme, termasuk proses pembakaran kalori dan pengaturan gula darah secara alami. Beberapa contoh kebiasaan yang termasuk sedentary lifestyle antara lain:
- Duduk berjam-jam saat bekerja di depan laptop atau komputer.
- Jarang berjalan kaki atau memilih naik tangga.
- Menghabiskan waktu luang dengan menonton televisi dalam durasi panjang.
- Terlalu lama bermain ponsel maupun scrolling media sosial.
- Lebih sering menggunakan kendaraan untuk jarak dekat.
- Minim melakukan aktivitas olahraga atau peregangan tubuh.
Dampak Sedentary Lifestyle bagi Kesehatan
Sedentary lifestyle bukan hanya membuat tubuh kurang bugar, tetapi juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika dilakukan terus-menerus. Kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik dapat mempengaruhi kondisi tubuh secara perlahan tanpa disadari.
1. Berat Badan Lebih Mudah Naik
Kurangnya aktivitas harian membuat jumlah kalori yang dibakar tubuh menjadi lebih sedikit. Akibatnya, lemak akan menumpuk dan meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas.
Kondisi ini semakin sering terjadi pada orang yang terlalu lama duduk sambil mengkonsumsi makanan tinggi gula dan kalori. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, berat badan dapat semakin sulit dikontrol.
2. Risiko Diabetes Tipe 2 Semakin Meningkat
Sedentary lifestyle juga berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Tubuh yang jarang bergerak dapat mengalami gangguan dalam mengatur kadar gula darah secara optimal.
Penumpukan lemak akibat kurang aktivitas fisik dapat memicu resistensi insulin. Kondisi ini membuat gula darah lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan peluang terjadinya diabetes.
3. Memicu Gangguan pada Jantung dan Pembuluh Darah
Terlalu sering duduk dalam waktu lama dapat berdampak pada kesehatan jantung. Kebiasaan ini berisiko meningkatkan tekanan darah dan memicu penumpukan kolesterol pada pembuluh darah.
Ketika aliran darah terganggu, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.
4. Tubuh Lebih Mudah Lelah dan Daya Tahan Menurun
Kurang bergerak tidak hanya mempengaruhi kebugaran, tetapi juga dapat membuat sistem imun melemah. Tubuh yang jarang aktif cenderung lebih mudah merasa lemas dan tidak bertenaga saat beraktivitas.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sedentary lifestyle dalam waktu lama dapat membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit. Hal ini karena aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme dan daya tahan tubuh tetap optimal.
5. Meningkatkan Risiko Stres dan Gangguan Mental
Sedentary lifestyle tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi mental. Terlalu lama berada di dalam ruangan dan minim aktivitas dapat membuat seseorang lebih mudah merasa jenuh maupun stres.
Dalam artikel ilmiah berjudul Dampak Negatif Perilaku Sedentary Lifestyle terhadap Kesehatan Fisik Remaja di Indonesia. Kebiasaan kurang bergerak berisiko mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan jika berlangsung dalam jangka panjang.
Cara Mengurangi Kebiasaan Sedentari

Mengurangi sedentary lifestyle tidak harus dilakukan dengan perubahan besar sekaligus. Anda bisa memulainya dari kebiasaan sederhana agar tubuh tetap aktif dan tidak terlalu lama berada dalam posisi duduk setiap hari.
1. Luangkan Waktu untuk Bergerak di Tengah Aktivitas
Jika pekerjaan membuat Anda duduk terlalu lama, cobalah bangun setiap 30–60 menit sekali untuk berjalan singkat atau melakukan peregangan ringan. Kebiasaan kecil ini dapat membantu tubuh tetap aktif dan mengurangi rasa pegal akibat terlalu lama diam.
Selain membuat badan terasa lebih segar, bergerak secara berkala juga membantu melancarkan sirkulasi darah. Cara sederhana ini efektif untuk mengurangi dampak sedentary lifestyle pada kesehatan tubuh.
2. Biasakan Menggunakan Tangga
Menggunakan tangga dibanding lift atau eskalator bisa menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan aktivitas fisik harian. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini membantu melatih otot dan menjaga kebugaran tubuh.
Anda dapat mulai membiasakannya saat pergi ke kantor, pusat perbelanjaan, maupun tempat umum lainnya. Aktivitas ringan seperti ini dapat membantu tubuh lebih aktif tanpa perlu waktu khusus untuk olahraga.
3. Atur Target Aktivitas Fisik Harian
Membuat target langkah kaki harian bisa membantu Anda lebih termotivasi untuk bergerak. Saat ini, banyak aplikasi kesehatan atau fitur di ponsel yang dapat digunakan untuk memantau jumlah langkah setiap hari.
Cobalah menetapkan target realistis, misalnya berjalan 7.000–10.000 langkah per hari. Dengan rutinitas yang konsisten, tubuh akan terbiasa lebih aktif dan risiko sedentary lifestyle dapat berkurang.
4. Kurangi Waktu Bermain Gadget dan Screen Time
Terlalu lama menatap layar ponsel, laptop, maupun televisi dapat membuat tubuh semakin minim bergerak. Karena itu, penting untuk mulai membatasi screen time, terutama di luar jam kerja.
Anda bisa mengisi waktu luang dengan aktivitas lain yang lebih aktif, seperti berjalan santai, bersepeda, atau melakukan hobi yang melibatkan gerakan tubuh. Cara ini juga membantu menjaga kesehatan mental agar tidak mudah jenuh.
5. Sisipkan Aktivitas Fisik dalam Rutinitas Harian
Menjaga tubuh tetap aktif tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga dengan intensitas tinggi. Kegiatan sederhana seperti membersihkan rumah, berkebun, atau bermain bersama anak juga bisa membantu tubuh tetap aktif.
Dengan rutin melakukan aktivitas ringan setiap hari, tubuh akan lebih banyak bergerak dan pembakaran kalori menjadi lebih optimal. Kebiasaan ini penting untuk membantu menjaga kesehatan ditengah gaya hidup modern yang serba praktis.
Dukung Gaya Hidup Aktif dengan Produk Kesehatan dari Medicastore
Gaya hidup seperti ini jika dilakukan terus-menerus dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh. Karena itu, penting untuk mulai bergerak aktif, menjaga pola hidup sehat, serta melengkapi kebutuhan kesehatan.
Medicastore hadir sebagai platform kesehatan online yang menyediakan berbagai informasi kesehatan, informasi obat, hingga produk kesehatan yang lengkap dan mudah diakses. Anda juga dapat menemukan berbagai kebutuhan penunjang gaya hidup sehat secara praktis dalam satu tempat.
Yuk, mulai terapkan kebiasaan hidup lebih aktif dan lengkapi kebutuhan kesehatan Anda bersama Medicastore. Kunjungi website Medicastore untuk melihat informasi kesehatan maupun cek berbagai produk kesehatan sesuai kebutuhan Anda. Seperti halnya mengenai informasi lengkap sedentary lifestyle.
Referensi:
- https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/47108
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7700832/
- https://health.clevelandclinic.org/sedentary-lifestyle
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-sedentary-lifestyle
- https://www.alodokter.com/sedentary-lifestyle-ini-bahayanya-bagi-kesehatan
- https://www.biofarma.co.id/id/announcement/detail/mengenal-sedentary-lifestyle-dan-dampaknya-bagi-tubuh
- https://www.halodoc.com/artikel/bahaya-sedentary-lifestyle-dan-cara-mencegahnya-halofit?srsltid=AfmBOorvnS81jGjFxuagOsPnAWO6Jt9-ah7im4UOj15KAsByHVb7Y9Vk
- https://deputi2.kemenpora.go.id/detail/686/mengenal-perilaku-hidup-sedentari-definisi-ciri-ciri-bahaya-dan-tips-menghindarinya
- https://farmasi.almaata.ac.id/bahaya-di-balik-kenyamanan-mengenal-sedentary-lifestyle-di-era-digital/
- https://medlineplus.gov/healthrisksofaninactivelifestyle.html