Obat Lameson (Methylprednisolone) harus dibeli dengan resep dokter ya !

Bagi seseorang dengan riwayat alergi atau memiliki permasalahan pada autoimun, tentu sudah tidak asing lagi dengan kehadiran Lameson. Secara umum, obat ini memang berfungsi untuk meredakan peradangan.

Obat ini termasuk jenis kortikosteroid, sehingga terkadang digunakan sebagai terapi pengganti hormon. Meski demikian, penggunaannya tetap harus berada di bawah pengawasan dokter.

Informasi Obat Lameson

Obat anti inflamasi Lameson

Lameson merupakan obat dengan kandungan utama zat aktif Methylprednisolone (sejenis kortikosteroid). Ia bekerja dengan cara mencegah tubuh, agar tidak sampai mengeluarkan senyawa kimia pemicu peradangan.

Dengan demikian, gejala atau efek dari peradangan tersebut dapat teratasi, sehingga berangsur-angsur kondisi tubuh mereda. Hal tersebut memang sesuai dengan indikasi obat yang ditujukan sebagai supresi inflamasi.

Kegunaan Obat

Zat aktif yang terdapat di dalam Lameson termasuk sejenis dexamethasone, sehingga penggunaan obat ini cukup beragam, beberapa di antaranya:

  • Sebagai anti inflamasi untuk mengatasi radang usus, rematik, radang pada mata, ginjal, asma, dan lain-lain.
  • Menangani pasien dengan penyakit autoimun, seperti lupus, bronkospasme, idiopathic thrombocytopenic, dan lain-lain.
  • Lameson pada dosis tinggi dapat menangani syok anafilaktik alergi.
  • Sebagai pendukung terhadap pasien kanker yang sedang menjalani terapi.
  • Mencegah reaksi penolakan tubuh terhadap proses pencakokan atau transplantasi organ.

Dosis Lameson

Dibandingkan dengan hydrocortisone, obat ini memiliki dosis yang lebih kuat sekitar 20 hingga 30 kali. Apabila disandingkan dengan prednisone, Lameson masih 5 hingga 7 kali lebih unggul.

Oleh karena itu, obat tersebut masuk dalam kategori obat keras yang harus dalam pengawasan dokter. Tersedia dalam kemasan tablet, berikut dosis aman untuk mengonsumsi obat ini:

Dewasa

  • Dosis awal Lameson : pemberian dosis 4-48 miligram setiap hari. Pasien dapat meminumnya secara langsung atau membagi dosis menjadi dua kali.
  • Masa pemeliharaan: 4-48 miligram, satu atau dua kali dalam waktu satu hari. Batas maksimal dosis dalam masa pemeliharaan ialah 16 miligram dalam sehari.

Anak-anak

  • Dosis awal: 0.8 sampai 1.1 miligram yang dihitung berdasarkan berat badan.
  • Masa pemeliharaan: 2-4 miligram dengan dosis maksimal 8 miligram setiap hari.

Perlu diketahui, bahwa dosis mungkin saja berubah sewaktu-waktu, karena ada kemajuan dalam diagnosa. Oleh karena itu, pastikan untuk rutin mengecek kondisi kesehatan, agar tidak sampai salah dosis.

Aturan Pakai

Lameson sebaiknya diminum setelah makan menggunakan segelas air putih. Jangan berinisiatif untuk mengurangi, menambah, atau bahkan mengganti dosis secara sembarangan.

Jika ada dosis yang terlewat dan dekat dari jadwal minum sebelumnya, silakan segera meminum obat kembali obat tersebut. Namun, apabila sudah mendekati dosis yang berikutnya, abaikan yang sudah terlewat.

Medis tidak menganjurkan untuk mengonsumsi Lameson dalam jangka panjang, kecuali atas dasar hasil diagnosa. Jangan menyalahi aturan tersebut dengan menambahkan masa konsumsi secara sembarangan.

Begitu juga sebaliknya, jangan memberhentikan konsumsi obat secara mendadak atau tiba-tiba. Hal ini bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti artralgia, malaise, maupun myalgia.

Petunjuk Penyimpanan

Untuk mempertahankan kualitas dan efektivitas obat, pastikan memperhatikan cara penyimpanan yang benar. Tidak selalu sulit, berikut petunjuk penyimpanan untuk obat Lameson:

  • Sebelum mengonsumsi obat, pastikan untuk mengecek masa kadaluarsa terlebih dahulu.
  • Simpan obat di tempat yang sejuk atau sekitar 20 hingga 25 derajat Celcius.
  • Taruh pada tempat yang kering dan jauh dari jangkauan binatang peliharaan maupun anak-anak.

Efek Samping

Pemakaian obat pada umumnya memang senantiasa memiliki risiko efek samping, tidak terkecuali dengan methylprednisolone. Berikut beberapa kemungkinan yang terjadi efek samping atas pemanfaatan Lameson:

  • Terjadi retensi natrium maupun cairan di dalam tubuh.
  • Ada gangguan pada proses penyembuhan luka.
  • Terdapat gangguan pada sistem metabolisme tubuh terhadap karbohidrat.
  • Kondisi otot menjadi lemah.
  • Peningkatan terhadap risiko tekanan intrakranial maupun intraokuler.
  • Mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis.
  • Muncul reaksi alergi atau bahkan perubahan warna pada kulit.
  • Penggunaan pada dosis tinggi dapat memicu kolaps CV.
  • Penurunan fungsi bagian limpa, sehingga kekebalan tubuh juga mulai menurun.

Interaksi Obat Lameson

Setiap obat dapat memicu interaksi, apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat lainnya tanpa aturan yang jelas. Oleh karena itu, ketahui interaksi yang mungkin terjadi saat mengonsumsi Lameson:

  • Kalium depleting agen: ada kemungkinan memicu terjadinya hipokalemia atau penurunan kalium dalam darah yang terlalu drastis.
  • Aminoglutethimide: mengurangi dan menurunkan fungsi dari obat-obatan jenis dexamethasone.
  • Antibiotika makrolida: meningkatkan efek farmakologis, akibat penurunan klirens obat kortikosteroid.
  • Isoniazid: kemungkinan akan terjadi penurunan konsentrasi serum yang ada pada isoniazid ini.
  • Efedrin dan cholestyramine: menurunkan efek farmakologis, karena klirens kortikosteroid mengalami peningkatan.
  • Anti jamur azole: meningkatkan kadar dan efek farmakologis.
  • Obat jenis NSAID: efek samping perdarahan pada saluran cerna akan semakin meningkat.

Kontra Indikasi

Penggunaan beberapa obat tidak disarankan pada pasien dengan kondisi tertentu, karena dapat memicu efek samping yang lebih parah. Begitu juga dengan Lameson yang tidak disarankan untuk:

  • Pasien dengan riwayat alergi terhadap kandungan obat kortikosteroid atau methylprednisolone.
  • Seseorang yang mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis berat.
  • Penderita mengalami infeksi jamur cukup parah, akibat virus, jamur sistemik, maupun parasit.
  • Berhati-hati penggunaan obat untuk penderita diabetes melitus.

Konsumsi Pada Ibu Hamil

FDA yang berpusat di Amerika Serikat menggolongkan obat dexamethasone dalam kategori C, sehingga tidak disarankan untuk ibu hamil. Konon, kandungan tersebut dapat menembus hingga ke dalam plasenta janin.

Dalam penggunaan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko penghambatan atas pertumbuhan intrauterin. Kondisi tersebut tidak ditemukan, jika konsumsi Lameson dalam jangka pendek.

Beberapa gejala supresi adrenal yang terjadi akan hilang, setelah bayi lahir dan tidak begitu berbahaya. Meski demikian, sebisa mungkin hindari penggunaan obat kortikosteroid pada ibu hamil.

Konsumsi pada Ibu Menyusui

Kandungan di dalam Lameson dapat menyerap ke dalam Air Susu (ASI). Konon, hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan anak mengalami gangguan. Meski belum ada penelitian lanjutan, tetapi berhati-hati tetap harus dilakukan.

Apabila masih memungkinkan, hindari penggunaan obat semacam dexamethasone bagi ibu menyusui. Lebih baik periksakan diri dan segera konsultasi kepada dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Peringatan

Sebelum mengonsumsi obat-obatan, pastikan untuk senantiasa mengecek kolom peringatan untuk meminimalisir efek samping. Begitu juga selama mengonsumsi Lameson, perhatikan poin-poin penting berikut ini:

  • Beritahukan pada dokter yang menangani, apabila memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat tertentu.
  • Dexamethasone sangat dilarang bagi penderita campak maupun cacar air, karena berisiko sangat fatal.
  • Lameson dapat menurunkan jumlah steroid alami yang dimiliki oleh tubuh. Oleh karena itu, mintalah steroid oral tambahan saat terluka atau baru saja menjalani operasi.
  • Hindari penggunaan obat ini pada pasien yang terinfeksi herpes pada bagian mata.
  • Jaga kebersihan, karena obat ini lebih mudah menimbulkan infeksi.

Dari penjelasan di atas, selalu berhati-hati dalam membeli obat apapun. Pastikan membawa resep dokter dan membelinya di apotik terpercaya, seperti Medica Store. Di sini, Anda dapat mendapatkan info tambahan mengenai manfaat dan aturan obat.

Selain itu, penting juga untuk selalu update tentang berita kesehatan di Medicastore.com. Tidak hanya Lameson saja, Anda juga mencari tahu banyak hal tentang obat-obatan maupun tips kesehatan. Semoga bermanfaat.