Berita Bekti-medicastore.com
06-12-2013

Perkembangan Stem Cell di Indonesia

Perkembangan ilmu kedokteran semakin pesat saat ini, selain melakukan pengobatan dengan sistem konservatif seperti pemberian obat & prosedur pembedahan maka saat ini mulai dilirik alternatif pengobatan lain dengan menggunakan sel punca atau stem cell.  Stem cell merupakan sel induk yang memiliki dua sifat dasar yaitu dapat bereplikasi menjadi dirinya sendiri ataupun berkembang menjadi sel lain seperti sel jantung, sel otot, sel saraf dan lain-lain. Secara garis besar ada dua jenis stem cell, yaitu stem cell embrionik dan stem cell dewasa dimana stem cell dewasa memiliki keterbatasan dalam hal pembentukan tipe sel dibandingkan dengan stem cell embrionik.

Stem cell embrionik memiliki keunggulan pada kemampuan diferensiasinya daripada stem cell dewasa, namun tidak banyak peneliti menggunakan stem cell embrionik untuk pengobatan. Hal ini berkaitan dengan pro dan kontra mengenai penelitian dan penggunaan stem cell embrionik. Sebagian ilmuwan melarang penelitian menggunakan stem cell embrionik karena karena stem cell embrionik diambil dari embrio yang dianggap sebagian besar orang sebagai individu yang telah bernyawa sehingga dianggap melanggar etika/norma-norma kemanusiaan.

Karena pro-kontra yang terus meliputi penelitian dan penggunaan stem cell embrionik, para ilmuwan berusaha menemukan sumber stem cell lain yang tidak kalah potensinya jika dibandingkan dengan stem cell embrionik untuk terapi penyakit. Sumber stem cell tersebut antara lain berasal dari sumsum tulang, darah tepi dan tali pusat. Salah satu sumber stem cell yang saat ini mulai banyak disimpan adalah stem cell darah tali pusat.

Darah tali pusat adalah darah yang mengalir di dalam tali pusat bayi sampai ketika ia dilahirkan. Selama kehamilan, tali pusat berfungsi sebagai penghubung kehidupan ibu dan bayi. Biasanya tali pusat bayi yang baru lahir hanya akan menjadi limbah rumah sakit. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan kedokteran regeneratif, darah dari tali pusat tersebut dapat diolah, diambil, dan disimpan stem cell-nya di bank darah tali pusat yang nantinya dapat digunakan untuk terapi regenerative saat dibutuhkan.

Stem cell darah tali pusat memiliki sifat yang lebih unggul dalam hal pembentukan sel baru jika dibandingkan dengan stem cell dari sumsum tulang dan darah tepi. Stem cell darah tali pusat berperan dalam pembentukan sel darah baru dan meregenerasi sistem kekebalan tubuh, dan memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel darah.

Karena waktu untuk pengambilan stem cell dari darah tali pusat hanya bisa dilakukan pada saat proses melahirkan & tidak bisa diulang kembali, maka ibu hamil yang ingin memanfaatkan darah tali pusatnya tersebut perlu untuk mempersiapkan hal ini sejak jauh-jauh hari. Dan jika dahulu untuk penyimpanan darah tali pusat hanya bisa dilakukan di luar negeri, maka saat ini bank darah tali pusat juga sudah terdapat di Jakarta. Adalah ProStem, Bank darah tali pusat dari Prodia yang merupakan bank stem cell pertama & satu-satunya yang telah memilki ijin dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. ProStem ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan cryopreservation dengan sistem pembekuan sel tanpa listrik yang sesuai dengan standar pengolahan & penyimpanan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia & American Association of Blood Banks (AABB) serta Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy-NetCord (FACT-Net-Cord).