Hipertiroidisme
Penyakit
08-07-2021

Hipertiroidisme

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terletak di leher, yaitu di depan saluran napas (trakea). Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.

Pada hipertiroidisme, kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif dan menghasilkan hormon tiroid yang sangat banyak melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. 

Hipertiroidisme bisa ditemukan dalam bentuk:

  • penyakit Graves,
  • penyakit gondok noduler toksik (Toxic Nodular Goiter), atau
  • hipertiroidisme sekunder.

Penyakit Graves

Penyakit Graves (disebut juga Goiter difusa toksika) merupakan sebuah kelainan yang bersifat autoimun, dimana tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang jaringan tubuh sendiri.

Penderita penyakit Graves biasanya memiliki gejala-gejala yang khas antara lain:

  • Pembesaran kelenjar tiroid, membentuk benjolan di leher (gondok/goiter)
  • Eksoftalmus (mata menonjol). 
  • Penonjolan kulit diatas tulang kering.

penyakit graves hipertiroid

Sumber gambar: www.medicinenet.com

Pada beberapa kasus yang jarang, penderita penyakit Graves mengalami kelainan pada kulit, di mana kulit menjadi merah dan membengkak dengan tekstur permukaan seperti kulit jeruk. Biasanya kelainan kulit ini mengenai kulit di atas tulang kering. 

Hipertiroidisme Sekunder

Hipertiroidisme bisa disebabkan oleh kelainan diluar kelenjar tiroid, misalnya karena adanya tumor hipofisis yang menghasilkan terlalu banyak hormon yang merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan.

Penyebab Hipertiroidisme

Beberapa penyakit atau keadaan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan ini, meliputi: 

  • mendapat terlalu banyak yodium
  • penyakit Graves
  • peradangan pada kelenjar tiroid (thyroiditis)
  • pembesaran kelenjar tiroid atau kelenjar hipofisis
  • beberapa tumor testis atau ovarium
  • mendapat hormon tiroid dalam jumlah besar

Gejala Hipertiroidisme

Pada hipertiroidisme, apapun penyebabnya, akan terjadi peningkatan fungsi tubuh, antara lain:

  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Tekanan darah cenderung meningkat
  • Penderita merasa hangat meskipun berada dalam ruangan yang sejuk
  • Tangan tremor (gemetar) halus 
  • Penderita merasa gugup, letih dan lemah meskipun tidak melakukan kegiatan yang berat
  • Nafsu makan bertambah, tetapi berat badan berkurang
  • Sulit tidur
  • Sering buang air besar, kadang disertai diare

Diagnosis Hipertiroidisme

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Diagnosis bisa dipastikan antara lain dengan melakukan pemeriksaan kadar hormon dalam darah.

Penanganan Hipertiroidisme

Hipertiroidisme biasanya dapat diatasi dengan obat-obatan. Pilihan terapi lainnya adalah pembedahan untuk mengangkat kelenjar tiroid atau pemberian yodium radioaktif. Setiap jenis pengobatan ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Pembedahan merupakan terapi pilihan untuk:

  • penderita muda
  • penderita dengan kelenjar tiroid yang sangat besar
  • penderita yang alergi terhadap obat atau mengalami efek samping akibat obat.

Namun, setelah menjalani pembedahan, bisa terjadi hipotiroidisme. Komplikasi lain yang bisa terjadi adalah kelumpuhan pita suara dan kerusakan kelenjar paratiroid (kelenjar kecil di belakang kelenjar tiroid yang mengendalikan kadar kalsium dalam darah).

Referensi:

  • Thyroid Association of New Zealand. Graves Disease.
  • Todd B Nippoldt. Graves' Dermopathy: How is it treated? Mayo Clinic. 2011.
  • Shehzad Topiwala. Hyperthyroidism. Medline Plus. 2012.