Penyakit Parkinson
Penyakit
30-10-2020

Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degeneratif pada sistem saraf, yang ditandai dengan adanya tremor pada saat beristirahat, kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot. 

Penyebab Penyakit Parkinson

Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf daerah tertentu di otak mengalami kerusakan dan mati.

Banyak gejala pada penyakit Parkinson terjadi akibat hilangnya neuron yang memproduksi zat kimia yang disebut dengan dopamine, yang berfungsi sebagai pengantar pesan di otak.

Ketika kadar dopamine menurun, aktivitas otak menjadi tidak normal yang mengakibatkan gangguan gerakan dan gejala penyakit Parkinson lainnya.

Gejala Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Pada banyak penderita, pada mulanya gejala penyakit Parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat. Awalnya tremor terjadi pada satu tangan, akhirnya akan mengenai tangan lainnya, lengan dan tungkai. 

Penderita mengalami kesulitan untuk memulai suatu pergerakan dan terjadi kekakuan otot. Otot-otot kecil di tangan seringkali mengalami gangguan, sehingga pekerjaan sehari-hari (misalnya mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu) semakin sulit dilakukan. 

Gejala penyakit Parkinson

Sumber gambar: christchurchcranbrook.org

Penderita mengalami kesulitan melangkah dan seringkali berjalan tertatih-tatih di mana lengannya tidak berayun sesuai dengan langkahnya. Jika penderita sudah mulai berjalan, mereka mengalami kesulitan untuk berhenti atau berbalik. Langkahnya bertambah cepat sehingga mendorong mereka untuk berlari kecil supaya tidak terjatuh.
Sikap tubuhnya menjadi bungkuk dan sulit mempertahankan keseimbangan sehingga cenderung jatuh ke depan atau ke belakang.

Wajah penderita menjadi kurang ekspresif, bicara menjadi sangat pelan dan tanpa aksen (monoton) dan gagap. Sebagian besar penderita memiliki intelektual yang normal, tetapi ada juga yang menjadi pikun.

Diagnosis Penyakit Parkinson

Tidak ada pemeriksaan spesifik untuk penyakit Parkinson. Dokter mendiagnosis penyakit Parkinson berdasarkan riwayat penyakit, tanda dan gejala, dan pemeriksaan fisik dan neurologis.

Penanganan Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson tidak dapat disembuhkan, tetapi obat-obatan dapat mengendalikan gejala, seringkali secara dramatis. 

Penanganan umum yang bisa dilakukan adalah berbagai penanganan sederhana yang dapat membantu penderita penyakit Parkinson untuk menjaga mobilitas dan kemandirian.

  • Sebisa mungkin tetap melakukan aktivitas sehari-hari sebanyak mungkin
  • Mengikuti program latihan yang teratur
  • Menyederhanakan tugas sehari-hari, misalnya mengganti pakaian yang memiliki kancing dengan pakaian dengan perekat sehingga penderita dapat memakainya dengan lebih mudah
  • Menggunakan alat-alat bantu, misalnya penarik ritsleting

Terapi fisik dan pemakaian alat bantu mekanik (misalnya kursi roda) bisa membantu penderita tetap mandiri.

Beberapa perubahan sederhana di rumah dapat membuatnya lebih aman untuk penderita penyakit Parkinson, misalnya:

  • Menyingkirkan karpet agar tidak tersandung
  • Memasang pegangan pada kamar mandi dan di sepanjang lorong dan tempat-tempat lain untuk mengurangi risiko terjatuh

Pemberian makanan harus benar-benar diperhatikan karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami kesulitan menelan sehingga bisa mengalami kekurangan gizi (malnutrisi).

Berbagai Obat yang Mungkin Digunakan pada Penyakit Parkinson

Obat Pemakaian Keterangan
Levodopa
(dikombinasikan dengan karbidopa)
Merupakan pengobatan dasar untuk Parkinson. 
Diberikan bersama karbidopa untuk meningkatkan efektivitasnya dan mengurangi efek sampingnya
Mulai dengan dosis rendah, yang selanjutnya ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh
Setelah beberapa tahun digunakan, efektivitasnya bisa berkurang
Bromocriptine atau pergolid Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan pada pemberian levodopa untuk meningkatkan kerja levodopa atau diberikan kemudian ketika efek samping levodopa menimbulkan masalah baru Jarang diberikan tunggal
Selegilin Seringkali diberikan sebagai tambahan pada pemakaian levodopa Bisa meningkatkan aktivitas levodopa di otak
Obat antikolinergik (benztropin dan triheksifenidil), obat anti depresi tertentu, antihistamin (difenhidramin) Pada stadium awal penyakit bisa diberikan tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan bersamaan dengan levoopa, mulai diberikan dalam dosis rendah Bisa menimbulkan beberapa efek samping
Amantadin Digunakan pada stadium awal untuk penyakit yg ringan
Pada stadium lanjut diberikan untuk meningkatkan efek levodopa
Bisa menjadi tidak efektif setelah beberap bulan digunakan sendiri

Referensi:

  • E. David, P. Michael. Parkinson's Disease. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.
  • https://ceufast.com/blog/parkinsons-disease-signs-risks-and-treatments
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/diagnosis-treatment/drc-20376062